Usai Bansos, Gus Ipul Mulai Program Pemberdayaan Masyarakat

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul). Dok. Infobanknews.
750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost – Langkah baru tengah disiapkan pemerintah dalam memperkuat sistem perlindungan sosial nasional. Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan khusus usai bansos (bantuan sosial) agar program tidak berhenti pada pemberian bantuan semata, tetapi juga diarahkan pada upaya pemberdayaan masyarakat agar mampu mandiri secara ekonomi.

Pernyataan ini disampaikan Gus Ipul usai menghadiri rapat di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (4/11/2025). Ia menegaskan bahwa program sosial ke depan akan memiliki pendekatan ganda: melindungi kelompok rentan sekaligus membuka jalan agar mereka dapat meningkatkan taraf hidupnya melalui kegiatan produktif dan pelatihan ekonomi.

Menurut Gus Ipul, arahan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pemerintahan Presiden Prabowo berkomitmen mendorong transformasi sosial yang lebih berkelanjutan. Ia menuturkan, “Ini menandai bahwa memang ada komitmen kuat dari Bapak Presiden untuk memperkuat pemberdayaan. Jangan semata-mata bansos, karena bansos ini kalau tidak diiringi dengan pemberdayaan orang akhirnya demotivasi, banyak berharap datangnya bansos,” ujarnya.

BACA JUGA: Soal Gencatan Senjata, PM Qatar-Yordania Lakukan Pertemuan

Usai Bansos, Setidaknya Ada Program Pemberdayaan

Dalam pandangan Gus Ipul, bantuan sosial memang penting sebagai bentuk perlindungan dasar, tetapi tanpa disertai program pemberdayaan, masyarakat justru berpotensi kehilangan motivasi untuk mandiri. Oleh sebab itu, Kementerian Sosial bersama sejumlah kementerian terkait tengah merancang model kebijakan yang mengintegrasikan antara bantuan sosial dan kegiatan pemberdayaan ekonomi.

Ia menambahkan, pelaksanaan program pemberdayaan ini akan segera dimulai agar penerima bantuan tidak terus-menerus bergantung pada bansos.

“Jadi bansos itu sifatnya perlindungan dan jaminan sosial, maka sekarang didorong pemberdayaan. Nah program pemberdayaan itu bisa dilakukan berbagai kementerian, bersinergi dengan banyak kementerian, ada UMKM, ada pedesaan, tadi semua lengkap,” tegas Gus Ipul.

Menurutnya, sinergi antar kementerian menjadi penting karena pemberdayaan tidak hanya menjadi tanggung jawab satu lembaga, melainkan perlu kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan dampak yang lebih luas, terutama di bidang peningkatan kapasitas ekonomi warga.

Bansos Akan Tetap Jalan untuk Warga yang Membutuhkan

Gus Ipul menegaskan bahwa bansos tetap akan dijalankan sebagai bentuk perlindungan bagi kelompok masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

“Bansos ini bagian dari perlindungan dan jaminan sosial. Itu yang pertama, memang yang membutuhkan harus mendapatkan perlindungan dan jaminan sosial untuk memenuhi kebutuhan dasarnya, termasuk jaminan kesehatan,” katanya.

Ia menjelaskan, pemberian bansos masih diperlukan untuk memastikan kelompok rentan tetap memiliki akses terhadap kebutuhan dasar, seperti pangan, pendidikan, dan layanan kesehatan. Namun setelah kebutuhan dasar terpenuhi, penerima bansos akan diarahkan mengikuti program pemberdayaan ekonomi yang disiapkan oleh pemerintah.

Skema Pemberdayaan Berpeluang Besar untuk Masyarakat

Lebih lanjut, Gus Ipul menerangkan bahwa skema pemberdayaan tersebut akan memberikan peluang lebih besar bagi masyarakat untuk mandiri dan meningkatkan kesejahteraan keluarga. “Misalnya nanti ada bantuan modal usaha, peningkatan keterampilan, atau pelatihan kerja. Kalau dia ingin bekerja di perusahaan tertentu bisa ikut program-program pelatihan dari Kementerian Tenaga Kerja atau P2MI,” ujarnya.

Pemerintah menilai bahwa dengan pelatihan dan peningkatan keterampilan, masyarakat dapat beralih dari penerima bantuan menjadi individu produktif yang berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi. Program semacam ini juga diharapkan mampu menekan angka kemiskinan struktural dan mengurangi ketimpangan sosial yang masih terjadi di berbagai daerah.

Selain memperkuat sistem pemberdayaan ekonomi, Kementerian Sosial juga tengah menyiapkan skema bantuan baru yang lebih inklusif melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini akan mulai menyasar kelompok lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas pada tahun 2026.

“Insya Allah kalau nanti semuanya lancar ke depan, tahun depan akan ada juga MBG untuk lansia dan penyandang disabilitasnya. Kira-kira kalau lansianya menyasar 100 ribu, untuk penyandang disabilitas 30 ribu lebih lah,” tandasnya.

BACA JUGA: Was Wis Wus Selamatkan Whoosh

Program MBG ini menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap kelompok masyarakat yang selama ini menghadapi hambatan ekonomi dan keterbatasan fisik dalam memenuhi kebutuhan nutrisi sehari-hari.

Arahan Prabowo Menuju Transformasi Keberlanjutan

Arahan Presiden Prabowo yang menekankan aspek pemberdayaan, arah kebijakan sosial Indonesia kini tampak lebih menekankan pada transformasi berkelanjutan. Bansos tetap dijalankan untuk melindungi warga miskin dari kerentanan ekonomi, tetapi program pemberdayaan hadir sebagai jembatan menuju kemandirian.

Pendekatan ini mencerminkan paradigma baru pembangunan sosial yang tidak hanya bersifat karitatif, tetapi juga berorientasi pada peningkatan kapasitas manusia. Sehingga, usai bansos (bantuan sosial) dilaksanakan, masyarakat tetap akan merasakan dampak yang lain dari program pemberdayaan. Pemerintah berharap dengan model seperti ini, penerima bantuan tidak sekadar menerima manfaat sementara, melainkan mampu keluar dari lingkaran kemiskinan dan berdaya secara ekonomi di masa mendatang.

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like