Pramono Anung Pastikan Sri Deli Sehat dan Gemuk di Ragunan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan Sri Deli, harimau yang sempat viral di media sosial, dalam kondisi sehat dan gemuk di Taman Margasatwa Ragunan.
750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan Sri Deli, harimau yang sempat viral di media sosial, dalam kondisi sehat dan gemuk di Taman Margasatwa Ragunan.

Pramono melihat langsung dan mengecek kondisi kesehatan Sri Deli di kandangnya.

“Sekarang kondisi Sri Deli ini sudah sangat besar, dan teman-teman sudah lihat secara langsung kondisinya sangat sehat,” ujar Pramono di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan, Kamis (20/11/2025).

Pramono menduga video harimau kurus yang beredar dan memicu kekhawatiran publik itu, kemungkinan besar diambil saat masa pandemi Covid-19, yaitu sekitar tahun 2021-2022, yang mengakibatkan keterlambatan dalam penyediaan makanan.

Pramono pun secara tegas membantah tudingan yang menyebutkan pakan satwa di Ragunan dibawa pulang oleh petugas, sehingga membuat hewan kekurangan nutrisi.

“Hal yang menjadi perhatian kami adalah tentang makanan atau pakan.”

BACA JUGA: Akui Harimau Viral Miliknya, Pramono: Mungkin Kangen Saya

“Sehingga dengan demikian, saya meminta kepada Kepala Dinas untuk yang begini dicek terus-menerus, jangan sampai apa yang menjadi tuduhan yang diviralkan itu benar,” tuturnya.

Pramono memastikan proses pemberian pakan di TMR diawasi secara ketat, dan terdapat pihak yang bertanggung jawab secara khusus.

Ia tak ingin pemberian makanan untuk para satwa justru tak diperhatikan dan berdampak pada kesejahteraan dan kesehatan satwa.

“Saya juga meminta kepada Ibu yang bertanggung jawab kepada pakan, jangan sampai pakannya itu terbengkalai ataupun kekurangan seperti yang dituduhkan selama ini,” pintanya.

Pramono mengungkapkan, ada 18 ekor harimau Sumatera dan 14 ekor harimau Benggala di TMR.

Sri Deli adalah jenis harimau Sumatera.

Pramono juga mengungkapkan upaya TMR melakukan pembenahan dengan konsep baru dan desain kekinian.

Langkah ini untuk memaksimalkan fungsi dan meningkatkan minat kunjungan masyarakat ke Ragunan.

Salah satunya, dengan membuka wisata malam Taman Margasatwa Ragunan setiap Sabtu, di mana rata-rata jumlah pengunjungnya antara 35 ribu hingga 40 ribu.

“Alhamdulillah sampai dengan hari ini jumlah pengunjung setiap Hari Sabtu itu sudah total sudah 14.794 orang,” ungkap Pramono.

Milik Pribadi

Harimau yang terlihat kurus dalam sebuah video yang beredar viral di media sosial, ternyata milik Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo.

Pramono memastikan satwa tersebut tetap mendapatkan pakan yang cukup dan berada dalam pengawasan.

“Itu harimau kebetulan punya saya pribadi.”

“Jadi sekali lagi, itu harimau punya saya pribadi.”

“Selama ini, untuk makan juga saya yang ikut ini (awasi),” ungkap Pramono di Jakarta Utara, Selasa (18/11/2025).

Pramono pun berniat memeriksa langsung kondisi harimau tersebut di Taman Margasatwa Ragunan (TMR), Jakarta Selatan, dalam waktu dekat.

“Maka dalam minggu ini, saya akan ke sana.”

“Mungkin, mungkin harimaunya kangen sama saya,” seloroh Pramono.

Pramono sebelumnya mengaku sudah mengecek kebenaran informasi itu, dan memastikannya tidak benar.

“Enggak ada, saya sudah cek.”

“Kalau berani ngambil makanan anak harimau saya, harimaunya tak keluarin nanti,” ucap Pramono, Minggu (16/11/2025).

Viral

Sebuah video yang memperlihatkan seekor harimau kurus di dalam kandang, beredar viral di media sosial.

Pengunggah video tersebut menuding petugas Taman Margasatwa Ragunan membawa pulang jatah pakan satwa, sehingga harimau itu dibiarkan kelaparan.

“Warga Jakarta dan para petinggi Jakarta tahu enggak dengan kasus harimau yang di Ragunan, makanan mereka dibawa pulang ke rumah.”

“Dan harimau yang di kandang dibiarkan kelaparan,” begitu narasi dalam video tersebut.

Pihak Taman Margasatwa Ragunan lantas membantah keras tuduhan tersebut.

Humas Taman Margasatwa Ragunan Wahyudi Bambang menegaskan, seluruh proses penyediaan dan pemberian pakan satwa dilakukan secara ketat dan mengikuti standar.

BACA JUGA: Wisata Malam Ragunan Bisa Jadi Agenda Rutin Tiap Akhir Pekan Jika Peminatnya Tinggi

“Perlu kami sampaikan, informasi yang beredar dalam postingan tersebut tidak benar, dan tidak sesuai dengan kondisi faktual di Taman Margasatwa Ragunan,” tegas Wahyudi.

Menurutnya, pakan satwa telah disiapkan melalui prosedur baku yang disesuaikan dengan kebutuhan tiap spesies.

“Kami tegaskan, seluruh proses penyediaan dan pemberian pakan di TMR telah memenuhi standar kualitas, kuantitas, jadwal pemberian, serta metode yang sesuai dengan kebutuhan spesies satwa,” beber Wahyudi.

Satu ekor harimau di Ragunan, jelasnya, mendapatkan jatah pakan sesuai standar setiap hari tanpa pengurangan.

“Lima kilogram daging per ekor harimau,” terang Wahyudi.

Ia pun bersedia dan terbuka untuk diinspeksi mendadak (sidak) terkait hal tersebut.

“Iya, kami sangat terbuka jika ada sidak,” ucap Wahyudi.

Pengelola Taman Margasatwa Ragunan mengimbau masyarakat senantiasa mengakses informasi resmi melalui kanal komunikasi TMR, dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi karena dapat menimbulkan kesalahpahaman.

Apabila terdapat hal yang perlu dikonfirmasi atau dilaporkan, masyarakat diimbau segera menghubungi saluran resmi Taman Margasatwa Ragunan, sehingga dapat ditindaklanjuti secepatnya. (*)

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like