Prabowo Subianto Ingatkan Menterinya: Jangan Curi Uang Rakyat!

Presiden Prabowo Subianto menyoroti praktik mark up dan penyimpangan anggaran yang masih terjadi di sejumlah kementerian dan lembaga. Foto: BPMI Setpres
750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost – Presiden Prabowo Subianto menyoroti praktik mark up dan penyimpangan anggaran yang masih terjadi di sejumlah kementerian dan lembaga.

Ia juga menegaskan komitmen kuat pemerintah dalam memberantas korupsi, yang selama ini merongrong anggaran negara dan menghambat peningkatan kualitas pendidikan nasional.

Prabowo menginstruksikan seluruh jajaran meningkatkan pengawasan internal secara menyeluruh.

“Anggaran dirongrong, mark up di mana-mana.”

“Saya minta menteri-menteri awasi anak buahmu, awasi pejabat-pejabatmu.”

“Jangan kira saya tidak tahu.”

“Saya kasih peringatan para menteri, para kepala badan, pejabat.”

“Bersihkan aparatmu semuanya itu,” tegas Prabowo, pada Puncak Peringatan Hari Guru 2025 di Indonesia Arena, Jakarta, Jumat (28/11/2025).

Setiap rupiah anggaran negara, lanjut Prabowo, harus digunakan sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat, terutama sektor pendidikan yang menjadi fondasi kemajuan bangsa.

“Kita butuh setiap rupiah untuk kepentingan rakyat, untuk kepentingan guru-guru, untuk kepentingan perbaikan sekolah.”

“Jangan mencuri uang rakyat. Waspadai ya,” tutur Prabowo.

Prabowo mengingatkan, teknologi digital kini memungkinkan masyarakat melaporkan berbagai dugaan penyimpangan secara langsung kepadanya.

BACA JUGA: Hari Guru Nasional dan Kesejahteraan yang Tak Kunjung Sampai

Hal itu, kata Prabowo, tidak boleh dipandang remeh oleh para pejabat yang masih mencoba bermain-main dengan anggaran negara.

“Sekarang ada digital.”

“Rakyat, anak-anak di desa mana pun bisa langsung hubungan sama saya,” bebernya.

Prabowo pun meminta dukungan para guru untuk bersama-sama membangun bangsa dan mendukung agenda pemberantasan korupsi.

“Selamat berjuang, terima kasih pekerjaan kalian, terima kasih pengorbanan kalian.”

“Bersama-sama kita bangun bangsa kita.”

“Saya minta dukunganmu, saya minta doamu. Bantu saya berantas korupsi,” ucap Prabowo.

Percepat Bangun Jembatan

Prabowo Subianto menegaskan, percepatan pembangunan jembatan di berbagai daerah terpencil, menjadi prioritas utama pemerintah, untuk memastikan akses pendidikan yang aman bagi seluruh anak Indonesia.

Pada Puncak Peringatan Hari Guru 2025, turut diputarkan video yang memperlihatkan anak-anak di sejumlah daerah harus menyeberangi sungai deras setiap hari demi bisa bersekolah.

Video tersebut, menurut Prabowo, menjadi pemantik tindakan cepat pemerintah.

“Ini koruptor-koruptor, lihat ini.”

“Mereka ke sekolah basah, di sekolah mereka basah, pulang basah,” cetus Prabowo merujuk tayangan video.

Prabowo mengaku menerima banyak laporan langsung dari masyarakat melalui kanal digital, mengenai kondisi infrastruktur pendidikan yang sangat memprihatinkan.

BACA JUGA: Nama Baik Direhabilitasi Prabowo, Dua Guru Ini Minta Jangan Ada Lagi Kriminalisasi Pendidik

Sebagai respons, Prabowo mengumumkan pembentukan Satuan Tugas Khusus Darurat Jembatan, yang akan memfokuskan pembangunan hingga 300 ribu jembatan di berbagai wilayah Indonesia.

“Anak-anakku sabar, saya sedang bekerja.”

“Mudah-mudahan tahun depan semua jembatan bisa berdiri,” imbuhnya.

Prabowo turut memerintahkan berbagai pihak untuk terlibat, mulai dari kementerian, perguruan tinggi, hingga aparat keamanan.

Kepada Menteri Pendidikan Tinggi, Prabowo meminta mobilisasi maksimal mahasiswa teknik sipil untuk terjun langsung membantu pembangunan.

Prabowo juga menginstruksikan TNI dan Polri memperkuat pengerjaan jembatan melalui keterlibatan pasukannya.

Prabowo menegaskan, penyelesaian masalah jembatan merupakan keharusan mendesak, karena menyangkut keselamatan anak-anak yang setiap hari berjuang menempuh perjalanan ke sekolah.

Ia juga menyampaikan pesan keras kepada para elite dan pengambil keputusan, agar lebih memerhatikan kondisi nyata rakyat di lapangan.

“Hei elite-elite di Jakarta, hei kelompok orang pintar, lihat rakyatmu.”

“Kita atasi itu tidak dengan wacana, tidak dengan teori, tidak dengan gagasan, tidak dengan hardik-menghardik, tidak dengan maki-memaki, tidak ngenyek.”

“Kita harus atasi jembatan itu dengan kerja nyata, pikiran nyata,” tegas Prabowo. (*)

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like