PSSI Tak Lagi Dapat Dana Tambahan di Tahun Depan

Timnas Indonesia dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Arab Saudi.
750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost – Direktur GSI, Marsal Masita, menjelaskan kondisi untuk tahun depan. Ia menyatakan bahwa PSSI tidak akan lagi mendapat bantuan suntikan dana APBN pada 2026. Oleh karena itu, PSSI harus mengoptimalkan kerja sama untuk memperoleh pendanaan Timnas Indonesia serta kebutuhan lainnya.

Pada 2026, Timnas Indonesia akan menjalani banyak agenda, termasuk FIFA Series. PSSI juga berupaya mencari sumber dana melalui berbagai jalur. “Tahun depan kami kan tidak bisa lagi dapat APBN. Artinya kami harus mengandalkan dari pure revenue komersial. Ya harus dari sponsorship, dari media rights, dari ticketing. Tidak ada lagi keuangan APBN yang biasanya kami dapatkan,” jelas Marsal pada wartawan di Jakarta, Rabu (4/12/2025).

PSSI Akan Berjuang Keras Cari Partner

Artinya kami harus berjuang sangat keras untuk mencari partner baru. Mendapatkan kepercayaan sponsor. Atau membuat IP baru yang akhirnya bisa kami monetisasi,” imbuhnya.

BACA JUGA: Pramono Ingin Ada Nyanyian Natal di Jalan Agar Jakarta Tenteram

Sebelumnya, Ketum PSSI, Erick Thohir, menyebutkan bahwa anggaran total PSSI tahun 2025 mencapai Rp 665 miliar, dengan rincian Rp 438 miliar berasal dari kerja sama dengan sponsor, hak media, dan lain-lain.

Di sisi lain, pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp 277 miliar dari APBN tahun 2025 untuk mendukung program pengembangan Timnas dan sepak bola Indonesia. Sekarang, PSSI harus bekerja lebih keras untuk menutup kekurangan akibat tidak adanya dana APBN pada tahun berikutnya.

Marsal berharap Timnas di berbagai kategori usia dapat terus menunjukkan prestasi. Dengan berbagai event di Indonesia, PSSI mendapatkan peluang untuk memperoleh pendanaan tambahan.

Berharap SEA Games Sepakbola Bisa Raih Emas

Ya, so far so good menurut saya. Kalau lihat tahun ini kan, kemarin kita baru menang TikTok Awards misalnya, Timnasnya ya. Terus, U-17 kita juga berhasil, ada sejarah di Piala Dunia. SEA Games juga harusnya, kalau Tuhan mengizinkan kita back to back buat gold medalist,” ungkap Marsal.

Tahun depan, ada beberapa yang sudah di-reveal kan. Misalnya FIFA Series, antar lagi juga di-info siapa saja negaranya. Terus di bulan Juli ada AFF Cup setelah World Cup. Kita juga lagi prepare beberapa pertandingan di Juni dan September. Tahun depan itu September-Oktober tuh FIFA Match Day-nya jadi satu, digabung 3 minggu. Secara agenda tahun depan harusnya sangat-sangat exciting,” pungkasnya.

Tantangan Besar untuk PSSI

PSSI menghadapi tantangan besar pada 2026 karena tidak lagi menerima dana dari APBN, yang selama ini menjadi sumber pendanaan signifikan. Kondisi ini mengharuskan PSSI untuk mengandalkan pendapatan komersial, seperti sponsorship, hak media, dan penjualan tiket, demi mendukung kegiatan Timnas Indonesia dan pengembangan sepak bola nasional.

BACA JUGA: Israel Terus Serang Gaza, Trump Bilang Timur Tengah Damai

Berbagai agenda besar sudah dipersiapkan, termasuk partisipasi Timnas di FIFA Series serta turnamen AFF Cup dan pertandingan internasional yang dijadwalkan berlangsung pada Juli, Juni, September, hingga Oktober. Kesuksesan Timnas di usia muda, seperti capaian di ajang Piala Dunia U-17 dan SEA Games, menjadi modal penting dalam menarik perhatian sponsor dan mitra baru untuk mendukung pembiayaan.

Dengan total anggaran PSSI di 2025 mencapai Rp 665 miliar, yang sebagian besar berasal dari sumber non-APBN, organisasi ini harus berupaya maksimal mempertahankan dan memperluas kerja sama komersial untuk menutup kekurangan dana akibat pengurangan dukungan pemerintah.

Situasi ini menuntut PSSI untuk lebih kreatif dan agresif dalam mengembangkan aset baru yang dapat dimonetisasi serta membangun kepercayaan mitra demi menjaga stabilitas keuangan dan keberlanjutan prestasi Timnas di masa mendatang.

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like