Trump Bilang Perang Rusia-Ukraina Takkan Berakhir Tanpa Izinnya

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menekankan pentingnya dukungan AS yang berkelanjutan untuk pertahanan negaranya melawan Rusia. Foto: economist.com
750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan, tidak akan ada kesepakatan mengakhiri perang Rusia-Ukraina tanpa persetujuannya.

Trump berencana mengadakan pembicaraan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Florida.

“Dia (Zelensky) tidak memiliki apa pun sampai saya menyetujuinya.”

“Kita akan lihat apa yang dia miliki,” kata Trump kepada Politico, menjelang pertemuan yang diperkirakan akan berlangsung pada Minggu.

Trump berharap pembicaraan tersebut akan produktif.

“Saya pikir pembicaraan dengannya akan berjalan dengan baik,” imbuhnya.

BACA JUGA: Ryabkov: Sangat Keliru Berharap NATO Bisa Kalahkan Rusia

Trump juga menyatakan optimismenya terhadap diplomasi paralel dengan Moskow, dan percaya diskusi dengan Presiden Rusia Vladimir Putin juga akan berjalan dengan baik.

Ia juga berharap bisa segera berbicara dengan pemimpin Rusia tersebut.

Sebelumnya, Zelensky mengkonfirmasi ia akan bertemu Trump untuk membahas rancangan peta jalan yang bertujuan untuk mengakhiri perang, bersama dengan usulan jaminan keamanan dan pengaturan ekonomi.

Ia mengonfirmasi kepada Axios, tujuan utama pembicaraan tersebut adalah untuk menyelesaikan kerangka kerja dan jadwal untuk mengakhiri konflik yang sedang berlangsung.

Zelensky mengatakan proses itu telah beralih ke tingkat selanjutnya” sehingga keputusan sekarang membutuhkan keterlibatan langsung presiden untuk mempercepat hasil.

Sementara, Kremlin mengatakan Moskow dan Washington sepakat untuk mempertahankan dialog mengenai kemungkinan penyelesaian.

Zaporizhzhia Harga Mati

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan, integritas teritorial dan kendali atas Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporizhzhia tidak dapat dinegosiasikan.

Ia menyebutnya sebagai harga mati Ukraina, menjelang pertemuan dengan Presiden AS Donald Trump.

Dalam konferensi pers di Kiev, Zelensky mengatakan persiapan untuk pertemuan tersebut berlangsung selama beberapa bulan, dan pengaturan itu menandakan kemajuan menuju penyelesaian.

Zelensky dijadwalkan bertemu Trump di Florida pada Hari Minggu, untuk membahas sengketa teritorial dan cara untuk mengakhiri konflik Rusia-Ukraina.

“Ada batas yang tidak bisa dinegosiasikan bagi Ukraina dan rakyat Ukraina.”

“Ini termasuk wilayah dan pembangkit listrik tenaga nuklir.”

“Anda tahu sikap saya, kami tidak akan secara hukum mengakui apa pun dalam kondisi apa pun,” tegasnya.

Zelensky menambahkan, langkah selanjutnya akan bergantung pada jaminan keamanan yang siap ditawarkan Trump kepada Ukraina.

Ia juga menegaskan akan memimpin delegasi yang meliputi Sekretaris Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Rustem Umerov, Kepala Staf Umum Andriy Hnatov, dan beberapa pejabat lainnya.

Tembak Jatuh 111 Drone

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan, sistem pertahanan udaranya telah menembak jatuh 111 drone Ukraina dalam tiga jam di enam wilayah, termasuk delapan di atas Moskow, pada Sabtu.

Moskow juga meluncurkan serangan rudal dan drone besar-besaran ke Kyiv yang menewaskan dua orang dan melukai 32 lainnya.

Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin dikutip Reuters, Minggu (28/12/2025) mengatakan, 11 drone lainnya juga ditembak jatuh dalam perjalanan menuju ibu kota.

Badan pengawas penerbangan Rusia Rosaviatsia mengatakan, Bandara Vnukovo dan Sheremetyevo di Moskow telah memberlakukan pembatasan sementara pada wilayah udara karena alasan keamanan.

Sebelumnya, Ukraina menyatakan wilayah ibu kotanya, Kyiv, telah dibombardir militer Rusia dengan gelombang rudal dan drone serang pada Sabtu.

Serangan yang berlangsung hampir 10 jam terjadi sehari sebelum pertemuan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang akan berlangsung di Florida pada Hari Minggu.

BACA JUGA: Ukraina Bahas Gagasan Baru Perdamaian Bareng Amerika

Pertemuan Zelensky-Trump untuk membahas rencana mengakhiri perang Rusia-Ukraina.

Menurut pihak berwenang Kyiv, dua orang tewas dan 32 orang lainnya terluka akibat serangan Rusia.

Zelensky mengatakan serangan itu memperjelas Presiden Rusia Vladimir Putin tidak serius tentang pembicaraan perdamaian.

“Perwakilan Rusia terlibat dalam pembicaraan panjang, tetapi pada kenyataannya, Kinzhal dan Shahed yang berbicara untuk mereka,” tulisnya di media sosial, menggunakan nama-nama rudal balistik dan drone serang.

“Ini adalah sikap sebenarnya dari Putin dan lingkaran dalamnya.”

“Mereka tidak ingin mengakhiri perang dan berusaha menggunakan setiap kesempatan untuk menyebabkan Ukraina menderita lebih banyak lagi,” tutur Zelensky, dikutip The New York Times.

Pada Sabtu sore, Zelensky mengatakan serangan terhadap Kyiv menggarisbawahi perlunya dukungan berkelanjutan dari sekutu-sekutu Ukraina, karena negara tersebut bergulat dengan kekurangan pertahanan udara.

Dalam perjalanannya ke Florida, Zelensky singgah di Kanada, di mana dia bertemu Perdana Menteri Mark Carney dan mengatakan keduanya telah berbicara bersama dengan beberapa pemimpin Eropa.

“Tingkat dukungan yang cukup untuk Ukraina sangat dibutuhkan,” ucapnya. (*)

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like