Prabowo Kutip Bung Karno Soal MBG: Perut Lapar Tidak Bisa Menunggu

750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost – Dalam taklimat awal tahun pemerintah yang digelar di Hambalang, Bogor, Presiden Prabowo Subianto mengulang pesan kuat dari Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno atau Bung Karno, ketika membahas visi kebijakan makan bergizi gratis (MBG). Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa “perut yang lapar tidak bisa menunggu”, sebuah pernyataan yang merefleksikan urgensi pemenuhan kebutuhan pangan rakyat.

BACA JUGA : Diancam Trump, Presiden Venezuela Ajak Amerika Kolaborasi

“Intinya adalah bahwa kita intervensi saya ingat kata-kata pendahulu-pendahulu kita salah satu ucapan Bung Karno, perut yang lapar tidak bisa menunggu. Pemimpin yang bertanggung jawab dan punya hati dan kepedulian harus bekerja keras untuk hilangkan kelaparan dan kemiskinan. Ini tugas yang kita emban, tugas mulia dan alhamdulillah kita penuh keyakinan, kita buktikan saya sangat yakin,” ujar Prabowo dalam acara Taklimat Awal Tahun Presiden Republik Indonesia, Hambalang (6/1/2025).

Menurut Prabowo, kutipan itu bukan sekadar ungkapan retoris, tetapi menjadi dasar pijakan bagi pemerintah dalam memperluas program sosial Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini mencapai 55 juta penerima manfaat hanya dalam satu tahun. Pidato ini sekaligus menunjukkan bagaimana pemerintah mencoba menghubungkan nilai-nilai historis dengan kebijakan strategis kontemporer untuk mengatasi kelaparan dan masalah gizi di Indonesia.
Prabowo bilang capaian ini telah melampaui capaian dari Brazil yang telah menjalankan lebih dahulu makan bergizi gratis. Dari hasil laporan Presiden Brazil yang ia terima, dalam 11 tahun program makan bergizi dijalankan di sana baru sekitar 40 juta.

“Hari ini adalah 6 Januari 2026 dan kita sudah mencapai, dilaporkan kepada saya 55 juta penerima manfaat 55 juta anak-anak Indonesia menerima makan tiap hari dan termasuk ibu-ibu hamil,” kata Prabowo.

“Ini sesuatu yang Membanggakan juga karena negara-negara yang kita ketahui contoh Brazil presiden Brazil itu menyampaikan kepada saya mereka butuh 11 tahun untuk mencapai 40 juta penerima manfaat dan kita satu tahun 55 juta penerima manfaat,” ungkapnya.

Meski di awal banyak pihak menilai program MBG akan gagal, namun Prabowo menyakini hal itu tidak bakal terjadi. Menurut Prabowo program MBG sangat dinanti anak-anak di berbagai wilayah di Indonesia.

“Walaupun begitu banyak pakar yang menyinyir bahwa MBG pasti gagal. Tapi kita bukti kan kepada meraka bahwa MBG berhasil, MBG dinantikan oleh rakyat. Bahkan sekarang saya repot, saya sedih kalau ke daerah-daerah, anak-anak panggil saya kapan saya dapat MBG,” terangnya

Dalam retret Kabinet Merah Putih, Prabowo menyampaikan bahwa pemimpin yang bertanggung jawab seharusnya memenuhi kebutuhan dasar rakyatnya. Ia menegaskan bahwa kutipan Bung Karno tersebut menjadi semangat baru dalam implementasi program MBG. Bagi Prabowo, pekerjaan besar pemerintah bukan sekadar memberi bantuan, tetapi memastikan setiap anak dan ibu hamil mendapatkan makanan yang bergizi setiap hari.

Pesan Kebangsaan yang Terus Ditekankan

Dengan meminjam kata-kata dari Bung Karno, Prabowo berusaha mengingatkan bahwa sejarah bangsa Indonesia penuh dengan semangat solidaritas dan gotong royong. Menurutnya, kebijakan seperti MBG mencerminkan semangat itu suatu upaya kolektif untuk memastikan setiap warga negara hidup dalam keadaan layak dan bermartabat.

Prabowo juga mengajak semua pihak, baik di pemerintahan maupun di masyarakat luas, untuk terus mendukung program MBG. Ia menekankan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari angka penerima manfaat, tetapi dari kualitas hidup yang semakin membaik, khususnya bagi generasi muda yang menjadi harapan masa depan bangsa.

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like