Tito Karnavian Pimpin Satgas Rehabilitasi Bencana

Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Satuan Tugas Bencana, Tito Karnavian.
750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost – Presiden Prabowo Subianto bersama jajaran Kabinet Merah Putih menggelar Taklimat Awal Tahun di kawasan Hambalang, Bogor. Agenda tersebut menjadi momentum konsolidasi awal pemerintahan untuk menetapkan sejumlah langkah strategis, termasuk dalam penanganan bencana alam yang melanda sejumlah wilayah Indonesia sejak akhir 2025 hingga awal 2026. Salah satu keputusan penting yang diambil Presiden Prabowo adalah menunjuk Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sebagai Ketua Satuan Tugas (Satgas) Rehabilitasi Pasca Bencana.

Penunjukan tersebut dikonfirmasi langsung oleh Tito Karnavian kepada awak media. “Ya,” kata Tito saat dimintai konfirmasi terkait penugasan tersebut, Selasa (6/1). Ia menjelaskan bahwa mandat yang diberikan Presiden mencakup fase pemulihan pasca tanggap darurat yang selama ini menjadi tantangan utama dalam penanganan bencana.

Tito Karnavian Ungkap Satgas Akan Bekerja Lintas Sektor

“Ya pemulihan, tanggap darurat mulai pemulihan infrastruktur pendidikan pemerintahan yang belum jalan, masalah perumahan, kemudian fasilitas kesehatan layanan publik, ya semua,” ucap Tito. Menurutnya, Satgas akan bekerja lintas sektor untuk memastikan aktivitas pemerintahan dan pelayanan dasar masyarakat dapat kembali berjalan normal secepat mungkin.

BACA JUGA: Komdis PSSI Segera Hukum Berat Pelanggaran Tendangan di Liga 4

Sebagai Ketua Satgas, Tito menyebut fokus utama rehabilitasi berada di wilayah Sumatera yang terdampak bencana secara luas. “Ini bencana Sumatera, 3 provinsi, 52 kabupaten/kota,” ucap Tito. Beberapa media nasional sebelumnya melaporkan bahwa rangkaian bencana hidrometeorologi, seperti banjir besar dan tanah longsor, telah menyebabkan kerusakan infrastruktur, lumpuhnya fasilitas publik, serta memaksa ribuan warga mengungsi di sejumlah daerah Sumatera.

Pemerintah Perlu Mempercepat Transisi Masa Tanggap Darurat

Dalam berbagai laporan media arus utama, pemerintah pusat dinilai perlu mempercepat transisi dari fase tanggap darurat ke rehabilitasi dan rekonstruksi. Hal ini penting agar dampak sosial-ekonomi bencana tidak berlarut-larut, terutama di sektor pendidikan, kesehatan, dan perumahan rakyat.

Penunjukan Mendagri sebagai Ketua Satgas dinilai strategis karena memiliki kewenangan koordinatif dengan pemerintah daerah, yang menjadi ujung tombak pelaksanaan rehabilitasi di lapangan. Selain itu, pemerintah harus tanggap terkait dengan kondisi di wilayah-wilayah yang terdampak bencana, penunjukkan satgas menjadi solusi yang harus dilakukan.

Tito menegaskan bahwa dirinya tidak diberikan tenggat waktu khusus oleh Presiden Prabowo untuk menyelesaikan tugas tersebut. Meski demikian, ia memastikan Satgas akan bergerak cepat dan terukur. Menurutnya, kecepatan pemulihan menjadi kunci untuk mengurangi beban masyarakat terdampak dan memulihkan aktivitas ekonomi daerah.

BACA JUGA: Swasembada Pangan Energi Jadikan Negara Makmur

Tito Akan Didampingi Jenderal Richard Tampubolon

Dalam menjalankan tugasnya, Tito akan didampingi oleh Kepala Staf Umum TNI Letnan Jenderal Richard Tampubolon sebagai wakil ketua Satgas. Keterlibatan unsur TNI dalam satgas kebencanaan juga diharapkan dapat memperkuat koordinasi lapangan, terutama dalam percepatan pembangunan infrastruktur darurat, distribusi logistik, serta penataan kembali wilayah terdampak.

“Oh ya, wakilnya Letjen Richard Tampubolon. Baru berdua, besok saya akan rapat berdua untuk menentukan langkah dan struktur,” tutup Tito. Ia menyebut rapat awal tersebut akan menjadi fondasi untuk menyusun struktur Satgas, pembagian tugas, serta prioritas pemulihan di masing-masing daerah.

Sejumlah analis kebencanaan yang dikutip media nasional menilai pembentukan Satgas Rehabilitasi Pasca Bencana ini sebagai sinyal kuat komitmen pemerintahan Prabowo dalam mempercepat pemulihan wilayah terdampak. Dengan koordinasi lintas kementerian dan dukungan aparat negara, diharapkan proses rehabilitasi tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga mampu membangun ketahanan daerah menghadapi potensi bencana di masa mendatang.

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like