Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyampaikan bahwa Indonesia terus memantau perkembangan situasi keamanan dan politik di Republik Yaman, khususnya dinamika terbaru di kawasan selatan. Dalam pernyataan resminya, Kemlu menekankan pentingnya keterlibatan seluruh pemangku kepentingan untuk mencegah eskalasi konflik yang lebih luas.
“Indonesia mengikuti dengan saksama perkembangan terkini di Republik Yaman, khususnya dinamika di Yaman selatan, seraya mendorong semua pihak terkait untuk berpartisipasi secara konstruktif, menahan diri, dan mengedepankan dialog politik yang inklusif dan komprehensif; dalam menyelesaikan perbedaan,” demikian keterangan Kemlu RI yang dikutip dari akun X resminya, Rabu (7/1).
BACA JUGA: Super Flu Menyerang, Ini Imbauan dari Kemenkes!
Indonesia Nyatakan Dukungan Diplomatik Arab Saudi
Indonesia juga menyatakan dukungannya terhadap inisiatif diplomatik yang digagas Arab Saudi dalam upaya mempertemukan berbagai faksi di Yaman selatan. Menurut Kemlu, peran fasilitator pihak ketiga sangat penting untuk menciptakan ruang dialog yang aman dan netral, sekaligus membangun kepercayaan antaraktor yang selama ini saling berseberangan.
“Dalam rangka mencari solusi yang adil dan damai terkait Yaman selatan, Indonesia menyambut baik upaya Kerajaan Arab Saudi untuk memfasilitasi penyelenggaraan konferensi komprehensif di Riyadh yang akan mempertemukan seluruh faksi yang ada di Yaman selatan,” tuturnya.
Sikap Indonesia tersebut sejalan dengan pandangan komunitas internasional yang menilai konflik Yaman, khususnya di wilayah selatan, tidak dapat diselesaikan melalui pendekatan militer semata. Berbagai laporan lembaga internasional menyebutkan bahwa konflik berkepanjangan telah memperparah krisis kemanusiaan, melemahkan stabilitas kawasan, serta menghambat proses rekonsiliasi nasional Yaman secara keseluruhan.
Arab Saudi Ungkap Dialog Sebagai Bentuk Penyelesaian
Sebelumnya, Pemerintah Arab Saudi juga menegaskan bahwa dialog merupakan kunci utama penyelesaian konflik Yaman selatan. Dalam pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Arab Saudi tertanggal 30 Desember 2025, Riyadh menekankan bahwa persoalan selatan Yaman memiliki dimensi sejarah dan sosial yang tidak bisa diabaikan.
“Mengenai masalah selatan, yang menegaskan bahwa itu adalah masalah yang adil yang memiliki dimensi historis dan sosial, dan bahwa satu-satunya cara untuk menyelesaikannya adalah melalui dialog dalam kerangka solusi politik komprehensif di Yaman,” kata Kementerian Luar Negeri Arab Saudi dalam keterangannya, dikutip Sabtu (3/1).
Arab Saudi juga menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam menjaga keamanan dan stabilitas Republik Yaman, yang didasarkan pada hubungan historis dan strategis antara kedua negara. Komitmen tersebut mencakup dukungan terhadap proses politik, upaya mediasi, serta penciptaan kondisi yang memungkinkan dialog berlangsung secara konstruktif.
“Arab Saudi juga berupaya menyediakan lingkungan yang kondusif bagi dialog politik yang inklusif,” lanjut keterangan tersebut.
BACA JUGA: Amerika Mengaku Ingin Beli Greenland, Bukan Menginvasi
Ajak Seluruh Faksi Politik Terlibat Aktif Respon Konflik Yaman
Lebih lanjut, Arab Saudi secara terbuka mengajak seluruh faksi politik dan kelompok berpengaruh di Yaman selatan untuk terlibat secara aktif dalam konferensi yang direncanakan berlangsung di Riyadh. Forum tersebut diharapkan dapat menjadi wadah perumusan visi bersama yang mampu menjembatani perbedaan kepentingan antar kelompok.
“Sejalan dengan itu, Arab Saudi mengajak seluruh faksi selatan Yaman untuk berpartisipasi secara aktif dalam konferensi tersebut guna merumuskan visi bersama yang komprehensif dalam mencari solusi adil bagi isu selatan, sekaligus memenuhi aspirasi sah rakyat Yaman bagian selatan,” demikian keterangan Kementerian Luar Negeri Arab Saudi.
Indonesia berharap seluruh pihak dapat memanfaatkan momentum dialog ini untuk mengakhiri konflik secara damai dan mendorong stabilitas jangka panjang di Yaman.








