BACA JUGA : Sekolah Rakyat: Hapus Kemiskinan Atau Diskriminasi Pendidikan?
Manajemen Citi tidak merinci berapa jumlah pasti pegawai yang akan terkena pemangkasan. Namun, dalam pernyataan resminya, bank asal New York itu memastikan proses perampingan karyawan akan berlanjut hingga 2026.
“Perubahan ini mencerminkan penyesuaian yang kami lakukan agar jumlah karyawan, lokasi, dan keahlian yang dimiliki sesuai dengan kebutuhan bisnis saat ini,” ujar juru bicara perusahaan.
BACA JUGA : Insiden Ancaman Kematian pada Pemain Persib Jadi Sorotan
Restrukturisasi ini memicu gelombang keluar-masuk pejabat di sejumlah divisi, termasuk unit wealth management dan teknologi. Terbaru, Gonzalo Luchetti ditunjuk menjadi direktur keuangan (CFO), menggantikan Mark Mason.
Di Amerika Serikat, jaringan ritel Citi juga relatif lebih kecil dibanding bank-bank besar lainnya, dengan sekitar 650 cabang yang terkonsentrasi di enam wilayah metropolitan utama. Citi dijadwalkan merilis laporan kinerja kuartal IV pada Rabu pekan ini.
Langkah restrukturisasi yang dilakukan oleh Citigroup pada awal 2026 ini menjadi salah satu contoh perubahan besar yang tengah berlangsung di sektor jasa keuangan global. Perkembangan ini mendorong bank-bank lain untuk mengevaluasi strategi tenaga kerja mereka, terutama di tengah transformasi digital yang terus meningkat. Bagaimanapun juga, langkah seperti Citi PHK 1.000 karyawan menjadi cermin bahwa sektor perbankan global terus mengalami periode adaptasi, di mana perubahan organisasi dan teknologi berjalan seiring, dan pekerja menjadi bagian sentral dari proses transformasi tersebut.