NarayaPost – Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menyatakan kesiapannya menghadapi tantangan besar di Piala AFF 2026 meski harus tampil tanpa sejumlah pemain abroad yang merumput di liga-liga elite Eropa. Kondisi tersebut disadari Herdman sebagai konsekuensi logis, mengingat turnamen ini tidak masuk dalam kalender resmi FIFA sehingga klub-klub Eropa berhak menahan para pemainnya. Nama-nama seperti Kevin Diks, Emil Audero, hingga Jay Idzes dipastikan sulit dilepas oleh klub masing-masing.
Kendati demikian, situasi tersebut sama sekali tidak menyurutkan ambisi pelatih asal Inggris itu. Herdman justru menegaskan optimismenya untuk membawa skuad Garuda mencatat sejarah dengan menjuarai Piala AFF untuk pertama kalinya. Menurutnya, keterbatasan dalam pemanggilan pemain justru menciptakan medan persaingan yang relatif setara bagi seluruh peserta.
Pada fase grup, Timnas Indonesia tergabung di Grup A bersama sejumlah lawan yang tidak bisa dianggap remeh, yakni Vietnam, Singapura, Kamboja, serta pemenang babak playoff antara Brunei Darussalam dan Timor Leste. Herdman menilai setiap pertandingan akan menghadirkan tantangan tersendiri, terlepas dari komposisi pemain yang dimiliki masing-masing tim.
BACA JUGA: BUMN Bangun Rumah Sementara di Aceh Timur, Ini Progresnya!
“Setiap tim dan setiap grup akan menghadirkan lawan yang tangguh. Piala AFF ini tidak berada dalam kalender FIFA, sehingga realitas untuk memanggil pemain yang bermain di Serie A atau Bundesliga praktis tidak ada,” ujar Herdman kepada wartawan di Jakarta, Kamis (15/1). Ia menambahkan bahwa kondisi tersebut membuat level kompetisi menjadi lebih seimbang, karena sebagian besar tim akan mengandalkan pemain dari liga domestik.
Lebih lanjut, Herdman menekankan bahwa kunci kesuksesan di turnamen ini bukan semata kualitas individu, melainkan semangat dan keinginan para pemain untuk membela negaranya. “Tim yang akan berhasil adalah tim yang benar-benar ingin mewakili negaranya pada momen ini, tim yang siap mengambil kesempatan untuk menjadi kelompok pertama yang mengangkat trofi atas nama Indonesia,” katanya.
Pelatih yang sebelumnya menukangi Timnas Kanada itu juga memahami betul sejarah panjang Timnas Indonesia di Piala AFF. Enam kali tampil sebagai runner-up menjadi catatan yang sering kali dianggap sebagai beban psikologis. Namun bagi Herdman, fakta tersebut justru dipandang dari sudut yang berbeda. Ia melihatnya sebagai peluang, bukan tekanan.
“Saya rasa fakta bahwa Indonesia belum pernah memenangkan turnamen ini justru menjadi hal yang positif bagi seorang pelatih baru,” ujar Herdman. Menurutnya, kesempatan untuk menciptakan sejarah adalah motivasi besar yang dapat menyatukan pemain, staf pelatih, dan suporter dalam satu tujuan yang sama.
BACA JUGA: Ancaman Baru Trump Bagi yang Tak Dukung AS Rebut Greenland
Herdman menegaskan bahwa pola pikir yang ingin ia tanamkan adalah keberanian untuk bermimpi besar. Menjuarai Piala AFF untuk pertama kalinya bukan sekadar target, melainkan visi kolektif yang harus diperjuangkan bersama. “Melakukannya untuk pertama kali, membuat sejarah bersama para penggemar dan para pemain, itulah mentalitas yang ingin dibawa ke turnamen ini. Dan saya percaya peluang itu nyata dengan grup pemain yang kita miliki,” tegasnya.
Piala AFF 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung pada 24 Juli hingga 26 Agustus 2026. Turnamen ini menjadi momentum penting bagi Timnas Indonesia untuk bangkit, terutama setelah hasil kurang memuaskan pada dua edisi sebelumnya. Pada edisi terakhir, skuad Garuda bahkan gagal melangkah ke fase gugur setelah tersingkir di babak grup.
Dengan persiapan yang matang, pendekatan mental yang berbeda, serta kepercayaan pada potensi pemain lokal, Herdman berharap Timnas Indonesia mampu tampil lebih kompetitif. Ia ingin menjadikan Piala AFF 2026 sebagai titik balik, bukan hanya untuk mengejar gelar juara, tetapi juga untuk membangun identitas tim nasional yang lebih kuat dan percaya diri di kawasan Asia Tenggara.