RI Masuk Dewan Perdamaian Gaza, Prabowo: Peluang Bersejarah

Presiden Prabowo Subianto turut menandatangani piagam Dewan Perdamaian, di samping Donald Trump, di sela acara World Economic Forum (WEF) 2026. Foto: X@PM_ViktorOrban
750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost – Piagam Dewan Perdamaian (Board of Peace) untuk Gaza yang diprakarsai oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, mulai berlaku setelah ditandatangan pada Kamis (22/1/2026).

“Piagam ini kini telah sepenuhnya berlaku, dan Dewan Perdamaian kini menjadi organisasi internasional resmi,” ujar Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt, dalam upacara penandatanganan piagam Dewan Perdamaian Gaza di Davos, Swiss.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan, Presiden AS Donald Trump siap berinteraksi dengan pihak mana pun, selama hal itu sejalan dengan kepentingan perdamaian.

“Dewan Perdamaian ini akan menjadi contoh tentang apa yang mungkin dilakukan di bagian lain dunia.”

“Inilah yang bisa dicapai di tempat lain dan dalam konflik-konflik lain yang saat ini tampak mustahil diselesaikan,” kata Rubio.

Menurut siaran acara penandatanganan, piagam tersebut ditandatangani oleh 19 negara.

BACA JUGA: Ogah Gabung Dewan Perdamaian Gaza, Trump Ancam Prancis

Selain AS, negara-negara yang menandatangani dokumen tersebut meliputi Armenia, Argentina, Azerbaijan, Bahrain, Bulgaria, Hungaria, Indonesia, Yordania, Kazakhstan, Mongolia, Maroko, Pakistan, Paraguay, Qatar, Arab Saudi, Turki, Uni Emirat Arab, Uzbekistan, dan Kosovo.

Utusan khusus AS Steve Witkoff mengatakan, Dewan Perdamaian tidak hanya akan beroperasi di Gaza, tetapi juga di wilayah lain.

“Kami telah memulangkan para sandera, seluruh jenazah kecuali satu, yang akan kami pulangkan juga.”

“Dan, mungkin yang paling penting, kami telah memberi harapan tentang apa yang bisa dibawa masa depan bagi Gaza dan semua tempat lain di mana Dewan Perdamaian akan beroperasi,” ucap Witkoff.

Prabowo Ikut Tanda Tangan

Presiden RI Prabowo Subianto turut menandatangani piagam Dewan Perdamaian, di samping Donald Trump, di sela acara World Economic Forum (WEF) 2026 di Congress Hall, Davos, Swiss, Kamis siang waktu setempat.

Prabowo menandatangani piagam Dewan Perdamaian di sisi kiri Trump.

Trump selaku pemimpin Dewan Perdamaian dan inisiator, diapit oleh Prabowo di sisi kiri, dan Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban di sisi kanan, yang menandatangani piagam bersamaan.

Keikutsertaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian bertujuan menjaga agar proses transisi Gaza tetap mengarah pada solusi dua negara (two-state solutions), bukan menjadi pengaturan permanen yang mengabaikan hak rakyat Palestina.

Indonesia akan menggunakan partisipasi ini untuk menyuarakan posisi prinsipil terkait penghentian kekerasan, perlindungan warga sipil, akses kemanusiaan, dan pemulihan tata kelola sipil Palestina yang sah.

Dewan Perdamaian yang dibentuk Trump merupakan tindak lanjut atas Rencana Komprehensif untuk Mengakhiri Konflik Gaza yang didukung dalam Resolusi 2803 Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Dewan Perdamaian dapat menjadi otoritas sementara di Gaza, Palestina, yang di antaranya bertugas mengawasi mobilisasi sumber daya internasional untuk rakyat Palestina di Gaza.

Kesempatan Bersejarah

Prabowo menilai bergabungnya Indonesia sebagai anggota Dewan Perdamaian, merupakan kesempatan bersejarah.

“Saya kira ini kesempatan bersejarah.”

“Ini kesempatan bersejarah.”

“Ini benar-benar peluang untuk mencapai perdamaian di Gaza.”

“Yang jelas, penderitaan rakyat di Gaza sudah berkurang, sangat berkurang.”

“Bantuan-bantuan kemanusiaan begitu besar, begitu deras masuk.”

BACA JUGA: Jadi Anggota Dewan Perdamaian Gaza Harus Bayar Rp16,8 Triliun

“Saya sangat berharap, dan Indonesia siap ikut serta,” kata Prabowo usai acara peluncuran Dewan Perdamaian.

Menurut Prabowo, negara-negara yang tergabung dalam Dewan Perdamaian adalah mereka yang ingin membantu rakyat Palestina di Gaza.

Negara-negara itu juga menghendaki perdamaian di Gaza.

“Siapa yang ingin perdamaian (ada) di situ.”

“Siapa yang ingin bantu rakyat Gaza, rakyat Palestina (ada di Dewan Perdamaian),” imbuhnya.

Perang Mendekati Akhir

Presiden AS Donald Trump mengatakan, konflik di Jalur Gaza mendekati akhir.

“Dan tentu saja, perang di Gaza, saat ini benar-benar mendekati akhir,” cetus Trump.

Dalam kesempatan itu, Trump juga menuntut Hamas meletakkan senjata sesuai kewajibannya.

Ia menegaskan, kegagalan memenuhi tuntutan tersebut akan mengakhiri keberadaan gerakan itu.

Trump juga menyatakan komitmennya untuk mewujudkan demiliterisasi Jalur Gaza.

Ia mengatakan, wilayah tersebut akan mendapatkan tata kelola yang layak serta dipulihkan setelah konflik berakhir. (*)

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like