NarayaPost – Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan, situasi antara Iran dan Amerika Serikat (AS) sangat rawan konflik.
“Saat ini, kami tidak menempatkan diri sebagai mediator antara Iran, Israel, dan AS.”
“Dalam kontak kami dengan mereka, kami hanya membahas perkembangan yang terjadi,” ujar Lavrov kepada Russia Today, Kamis (5/2/2026).
Sebagai mitra dekat Iran, lanjut Lavrov, Rusia secara cermat memantau situasi yang sedang berkembang.
Dia mengatakan, Rusia siap berkontribusi untuk deeskalasi ketegangan dan memastikan kepatuhan pada kesepakatan yang ada.
“Ada terlalu banyak bom waktu yang bisa meledak akibat langkah ceroboh.”
BACA JUGA: Iran Siap Tak Bikin Senjata Nuklir Asal Amerika Cabut Sanksi
“Pihak Iran dan Israel tahu kami siap memfasilitasi implementasi kesepakatan apa pun yang mungkin tercapai,” imbuh Lavrov.
Sebelumnya, outlet berita yang berbasis di Amerika, Axios, melaporkan negosiasi nuklir antara Washington dan Teheran digelar di Oman pada Jumat (6/2/2026).
Pada akhir Januari, Presiden AS Donald Trump mengumumkan sebuah armada besar sedang bergerak menuju Iran, dan berharap Teheran akan hadir di meja perundingan dan mencapai kesepakatan yang adil dan setara, yang akan mencakup penyerahan penuh senjata nuklir.
Iran telah menegaskan pihaknya tidak berupaya memiliki senjata nuklir, dan mempertahankan haknya atas teknologi nuklir untuk tujuan damai.
Lima putaran perundingan nuklir AS-Iran berakhir tanpa hasil pada 2025, dikarenakan operasi militer Israel terhadap Iran dan serangan militer AS terhadap fasilitas-fasilitas nuklir Iran.
Kerahkan Khorramshahr-4
Iran telah mengerahkan salah satu rudal terbesarnya di fasilitas bawah tanah yang diresmikan pada Rabu (4/2/2026).
Kantor berita Fars pada Kamis melaporkan, rudal balistik jarak jauh Khorramshahr-4 termasuk salah satu aset operasional yang dipamerkan dalam pembukaan situs tersebut, yang dioperasikan oleh Pasukan Dirgantara Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolution Guards Corps/IRGC) Iran.
Kantor berita itu, yang memiliki kedekatan dengan IRGC, menggambarkan Khorramshahr-4 sebagai salah satu rudal balistik jarak menengah hingga jarak jauh canggih milik negara tersebut, dengan jangkauannya diperkirakan mencapai sekitar 2.000 kilometer.
Hulu ledaknya mampu membawa muatan bahan peledak tinggi lebih dari satu ton, ungkap laporan itu, menjadikannya salah satu konfigurasi hulu ledak terbesar yang dikembangkan di Iran.
Dalam konflik yang berlangsung selama 12 hari pada Juni lalu, Iran menembakkan Khorramshahr-4 ke Israel sebagai langkah balasan atas serangan AS terhadap target-target terkait nuklir Iran.
Siap Perang
Juru bicara militer Iran Brigadir Jenderal Iran Mohammad Akraminia mengatakan, militer Teheran siap berperang jika Amerika menginginkannya.
Presiden AS Donald Trump memperingatkan hal-hal buruk mungkin akan terjadi jika kesepakatan tidak dapat dicapai.
Peringatan ini meningkatkan tekanan pada Republik Islam Iran dalam kebuntuan yang memicu kekhawatiran akan perang yang lebih luas.
“Kami selalu mengumumkan kami siap menghadapi pilihan dan skenario apa pun yang dipertimbangkan musuh, dan jika musuh memilih opsi perang, kami siap untuk opsi apa pun dalam kondisi perang.”
“Trump harus memilih antara kompromi atau perang.”
“Jika perang pecah, cakupannya akan meliputi seluruh wilayah geografis kawasan dan semua pangkalan AS, dari wilayah pendudukan hingga Teluk Persia dan Laut Oman, tempat AS memiliki pangkalan.”
BACA JUGA: Donald Trump: Iran Tidak Boleh Punya Nuklir!
“Akses kita ke pangkalan AS mudah, dan ini telah meningkatkan kerentanan mereka,” paparnya,
Semakin memperketat ketegangan, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menyita dua kapal tanker minyak beserta awak asingnya di perairan Teluk, karena menyelundupkan bahan bakar.
Di tengah gertakan perang, Kepala Angkatan Udara Israel Mayor Jenderal Tomer Bar mengatakan pada Kamis, militer Zionis terus memperkuat kesiapan dan kemampuan, baik dalam pertahanan maupun serangan.
“Angkatan Udara, dan Anda khususnya, diharuskan untuk terus mempertahankan tingkat kesiapan yang tinggi,” kata Bar saat mengunjungi baterai pertahanan udara Iron Dome cadangan di Israel utara, menurut pernyataan yang diterbitkan oleh militer Israel.
“Setiap hari, kami terus memperkuat kesiapan dan kemampuan baik dalam pertahanan maupun serangan,” ujarnya.
Iran yang menambah persediaan rudal balistiknya sejak diserang Israel Juni tahun lalu, telah memperingatkan mereka akan melepaskan rudal-rudalnya untuk membela Republik Islam Iran jika keamanannya terancam.
Mereka mengancam akan menyerang Israel serta pangkalan-pangkalan AS di kawasan tersebut. (*)