Perdagangan RI Surplus 2025, Negara Ini Penyumbang Besar

Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.
750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost – Menteri Perdagangan Budi Santoso mengungkapkan Amerika Serikat menjadi negara penyumbang surplus perdagangan RI terbesar sepanjang 2025. Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, neraca perdagangan Indonesia dengan AS mencatat surplus sebesar USD 18,11 miliar atau setara Rp 305,69 triliun. Capaian ini menempatkan AS di posisi teratas negara penyumbang surplus, menggeser India yang selama ini kerap berada di peringkat pertama.

Budi menyebut perubahan peta surplus tersebut sebagai dinamika baru dalam hubungan dagang Indonesia. Jika sebelumnya India menjadi penyumbang surplus terbesar, pada 2025 negara tersebut turun ke posisi kedua dengan nilai surplus USD 13,49 miliar atau sekitar Rp 227,71 triliun. Setelah India, negara penyumbang surplus terbesar berikutnya adalah Filipina sebesar USD 8,42 miliar, Belanda USD 4,81 miliar, dan Vietnam USD 4,47 miliar.

Perdagangan RI Tunjukkan Tren Positif

Secara keseluruhan, kinerja perdagangan Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 menunjukkan tren positif. Surplus perdagangan tercatat mencapai USD 41,05 miliar, meningkat signifikan sebesar USD 9,72 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar USD 31,33 miliar. Kenaikan surplus ini mencerminkan ketahanan ekspor nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global.

BACA JUGA: Bom Waktu Iran dan Amerika

Meski demikian, China tetap menjadi mitra dagang terbesar Indonesia pada 2025 dengan total nilai perdagangan mencapai USD 67,04 miliar, tumbuh 6,85 persen dibandingkan 2024. Amerika Serikat menyusul di posisi kedua dengan nilai perdagangan USD 30,96 miliar dan pertumbuhan tahunan mencapai 16,66 persen. Sementara itu, nilai perdagangan dengan India tercatat USD 18,32 miliar, mengalami penurunan 10,09 persen. Jepang dan Singapura melengkapi lima besar mitra dagang utama Indonesia, meski Jepang mencatat kontraksi cukup dalam dibandingkan tahun sebelumnya.

Ekspor Indonesia Tinggi Tak Lepas dari Faktor Diplomasi

Budi menilai tingginya ekspor Indonesia ke Amerika Serikat tidak terlepas dari faktor diplomasi internasional yang dijalankan pemerintah. Menurutnya, peran Presiden Prabowo Subianto dalam diplomasi global ikut memengaruhi kelancaran akses pasar Indonesia, termasuk di tengah pembahasan tarif resiprokal yang masih berlangsung.

Selain AS, Kemendag mencatat lonjakan ekspor yang signifikan ke Swiss sepanjang 2025. Nilai ekspor ke negara tersebut melonjak 225 persen menjadi USD 4,9 miliar, didorong dominasi komoditas perhiasan dan permata, terutama emas. Tingginya harga emas global dinilai menjadi faktor utama peningkatan tajam ekspor ke Swiss. Pertumbuhan ekspor juga tercatat kuat ke Singapura, Uni Emirat Arab, Thailand, dan Bangladesh.

BACA JUGA: Amerika-Iran Berunding Soal Nuklir Tanpa Rasa Saling Percaya

Ekspor Non-Migas Tertinggi

Dari sisi kawasan, pertumbuhan ekspor nonmigas tertinggi tercatat ke Asia Tengah, Afrika Barat, dan Eropa Barat. Hal ini menunjukkan diversifikasi pasar ekspor Indonesia yang semakin luas, tidak hanya bertumpu pada mitra tradisional. Pada Desember 2025, nilai ekspor nonmigas Indonesia mencapai USD 25,09 miliar, naik hampir 16 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Secara kumulatif, ekspor nonmigas sepanjang 2025 mencapai USD 269,84 miliar.

Di sisi lain, pemerintah juga mencatat keberhasilan dalam penyelesaian sengketa dagang internasional. Sepanjang 2025, Indonesia berhasil memenangkan sejumlah kasus perdagangan global dengan nilai akses pasar mencapai USD 437,34 juta atau setara Rp 7,38 triliun. Kasus-kasus tersebut mencakup sengketa produk sawit dengan Uni Eropa hingga perkara antidumping berbagai produk baja dan manufaktur di sejumlah negara.

Meski banyak kasus berhasil dimenangkan, tantangan perdagangan masih membayangi. Hingga Januari 2026, terdapat 33 kasus hambatan perdagangan yang menjerat produk Indonesia di 13 negara mitra dagang. Pemerintah menilai hambatan tersebut sebagai bagian dari dinamika perdagangan global yang akan terus dihadapi, seiring meningkatnya daya saing ekspor Indonesia di pasar internasional.

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like