Kapal Mangkrak Dipindah, Sesak Muara Angke Akan Dibenahi

750 x 100 AD PLACEMENT
NarayaPost – Kepadatan luar biasa di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Muara Angke, Jakarta Utara, menjadi sorotan publik dan instansi terkait, menyusul penumpukan kapal perikanan yang sudah tidak beroperasi atau kapal mangkrak. Untuk merespons kondisi tersebut, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama instansi sinergis mulai mengambil langkah nyata: melakukan relokasi kapal-kapal yang tidak aktif agar sesak Muara Angke dapat berkurang dan aktivitas pelabuhan kembali tertata rapi.
Kondisi yang selama ini terjadi membuat pelabuhan yang seharusnya menjadi pusat kegiatan nelayan justru tampak penuh sesak hingga terhambatnya pergerakan kapal yang masih aktif. Kapal-kapal mangkrak ini tidak hanya memenuhi dermaga utama pelabuhan, tetapi juga mengganggu alur keluar masuk serta fungsi operasional pelabuhan yang semestinya efektif dan efisien.

Relokasi Kapal Mangkrak: Tindakan Nyata Atasi Kepadatan

Hal ini dilakukan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDK) dimana telah mengurai ribuan kapal yang menumpuk di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Muara Angke, Jakarta. Salah satunya, merelokasi puluhan unit kapal perikanan yang sudah tidak beroperasi (mangkrak).

Kepala Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Jakarta Sigit Bintari mengatakan bagi kapal-kapal yang tidak aktif dalam dua tahun akan segera dipindahkan ke dermaga lain. Berdasarkan koordinasi dengan Pemerintah Daerah Jakarta, sebanyak 365 kapal perikanan perlu direlokasi.

“Ke depannya bagi kapal-kapal yang tidak aktif dalam dua tahun akan segera direlokasi ke tempat yang aman sehingga tidak mengganggu alur keluar masuk daripada PPN Muara Angke,” ujar Sigit dalam unggahan di akun Instagram @ditjenpsdkp, dikutip Minggu (8/2/2026).

Memasuki hari ke-4 operasi, tim gabungan yang terdiri dari Ditjen PSDKP, Syahbandar Perikanan, dan UP3 Muara Angke telah berhasil memindahkan 22 unit kapal mangkrak. Dengan bantuan armada Tug Boat dan Sea Rider, kapal-kapal mangkrak tersebut dapat keluar dari dermaga utama.
“Sampai dengan hari ke-empat sebanyak 22 kapal telah berhasil direlokasi dari Pelabuhan Dermaga Muara Angke ke Dermaga Kali Adem dan Dermaga Dock Green Bay,” tulis PSDKP.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP, Lotharia Latif menyebut ada sejumlah penyebab penumpukan kapal di Muara Angke. Salah satunya, bangkai kapal yang mangkrak.

BACA JUGA : Prabowo: Kalau Dikelola, Dana Umat Bisa Rp500 Triliun Setahun

Latif mengatakan ada banyak kapal rusak dan mangkrak yang memakan ruang di pelabuhan. Ia meminta kerja sama pemilik kapal untuk segera memindahkan atau memusnahkan kapal-kapal tersebut.

“Kapal yang sudah rusak dan mangkrak ini juga membutuhkan kerja sama dengan pemilik kapal untuk ada kepastian apakah akan di musnahkan/scrap atau masih mau diperbaiki. Yang jelas sebenarnya harus tidak berada dalam area pelabuhan operasional, karena sangat mengganggu penataan dan jalur keluar masuk kapal,” ujar Latif dalam keterangannya.

Upaya relokasi ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang KKP dalam menata ulang pelabuhan agar lebih fungsional, aman, dan mendukung produktivitas nelayan serta pekerja perikanan di wilayah Jakarta Utara. Langkah ini juga berkoordinasi bersama pemerintah daerah DKI Jakarta dan instansi pengelola pelabuhan setempat.

Selain itu, perbaikan sistem pengelolaan pelabuhan serta penataan administratif terkait izin pangkalan juga menjadi fokus lanjutan demi menciptakan Pelabuhan Perikanan Nusantara Muara Angke yang modern, produktif, dan berkelanjutan.
Dengan langkah-langkah strategis ini, diharapkan sesak di Muara Angke dapat berkurang drastis, aktivitas nelayan menjadi lancar, serta pelabuhan dapat kembali berfungsi optimal sebagai salah satu pusat perekonomian nelayan di Jakarta Utara.

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like