NarayaPost – Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan atau Zulhas, memberikan arahan kepada Fraksi PAN DPR dalam acara buka puasa bersama di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Kamis (26/2). Dalam kesempatan tersebut, Zulhas menekankan pentingnya soliditas internal partai, terutama di tengah dinamika pembahasan berbagai kebijakan strategis di parlemen.
Di hadapan para anggota fraksi, Zulhas mengingatkan bahwa berpartai berarti bekerja sebagai satu tim yang utuh. Ia meminta seluruh kader tidak berjalan sendiri-sendiri, baik dalam merumuskan kebijakan maupun dalam menyampaikan pendapat di ruang publik. Menurutnya, perbedaan sikap yang muncul secara terbuka justru dapat melemahkan posisi partai dan menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat.
“Berpartai itu satu tim. Kita ini satu tim. Oleh karena itu seluruh kebijakan-kebijakan itu nanti kita harus diskusikan bareng-bareng. Enggak bisa sendiri-sendiri,” ujar Zulhas kepada wartawan usai acara.
BACA JUGA: Penerima Beasiswa Akan Dievaluasi oleh LPDP, Lebih Ketat!
Ia menegaskan bahwa setiap keputusan politik, termasuk dalam menyampaikan pandangan fraksi terhadap suatu rancangan undang-undang atau isu strategis, harus melalui pembahasan bersama. Dengan begitu, sikap yang diambil benar-benar mencerminkan kepentingan dan garis perjuangan partai secara kolektif.
“Termasuk nanti memutuskan atau penyampaian pendapat, itu harus bersama-sama sebagai kepentingan satu tim tadi. Jangan sampai nanti masing-masing satu dengan yang lain berbeda. Nah kan repot kita,” tambahnya.
Selain menekankan pentingnya kekompakan internal, Zulhas juga menggarisbawahi bahwa PAN harus berada dalam satu visi dengan Presiden RI ke-8, Prabowo Subianto. Menurutnya, kesamaan platform dan cita-cita antara partai dan presiden menjadi landasan penting dalam menentukan arah kebijakan serta sikap politik di DPR.
“Jadi saya tegaskan bahwa berpartai itu kita ini adalah satu kesatuan, satu tim yang utuh, ya, dengan platform cita-cita sama dengan visinya Bapak Presiden,” kata Zulhas.
Pesan tersebut disampaikan di tengah pembahasan sejumlah kebijakan penting di DPR yang menuntut sikap fraksi yang solid dan terkoordinasi. Dalam konteks koalisi pemerintahan, konsistensi dukungan politik dinilai menjadi faktor penting untuk menjaga stabilitas serta efektivitas jalannya pemerintahan.
Tak hanya berbicara soal politik dan kebijakan, Zulhas juga mengingatkan seluruh fraksi PAN untuk menunjukkan kepedulian sosial selama bulan Ramadan. Ia menilai ibadah puasa tidak hanya berdimensi spiritual, tetapi juga memiliki makna kesalehan sosial yang harus diwujudkan dalam tindakan nyata.
“Saya minta teman-teman di fraksi, salah satu tujuan berpuasa itu kan kesalehan sosial. Bagaimana kita haus, bagaimana kita lapar ya. Dan tentu itu harus ditunjukkan. Maka saya minta teman-teman fraksi untuk berbagi, berbuat,” ujarnya.
Zulhas menekankan agar tidak ada masyarakat yang mengalami kesulitan pangan selama Ramadan, terlebih menjelang Idulfitri. Ia berharap seluruh anggota fraksi dapat turun langsung ke daerah pemilihan (dapil) masing-masing untuk menyerap aspirasi sekaligus memastikan kebutuhan dasar konstituen terpenuhi.
“Jangan sampai ada masyarakat kita di bulan puasa ini yang kurang makan, apalagi lebaran nanti. Begitu lebaran jangan sampai ada yang tidak bahagia, ada yang kekurangan,” tegasnya.
BACA JUGA: Kemenkum Sebut Lonjakan WNA Ingin Jadi WNI Banyak!
Menurutnya, anggota DPR memiliki tanggung jawab moral terhadap masyarakat di dapilnya. Karena itu, kehadiran mereka di tengah konstituen menjadi penting, tidak hanya dalam konteks politik, tetapi juga dalam membangun solidaritas sosial.
“Oleh karena itu saya minta seluruh anggota fraksi untuk berbagi. Kan DPR itu ada daerahnya, ada konstituennya kan? Datangi konstituennya, lihat apa yang diperlukan,” ucap Zulhas.
Ia menutup arahannya dengan kembali menegaskan pentingnya kebersamaan, baik dalam perjuangan politik di parlemen maupun dalam aksi sosial di tengah masyarakat. Bagi Zulhas, kekuatan partai terletak pada soliditas internal dan kedekatan dengan rakyat. Kombinasi keduanya diyakini akan memperkuat posisi PAN dalam menjalankan peran sebagai bagian dari pemerintahan sekaligus representasi aspirasi publik.