Spanyol Tolak Bantu AS, Presiden Iran: Nurani Masih Ada di Barat

750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost – Presiden Iran Masoud Pezeshkian memuji langkah Spanyol yang menolak membantu Amerika Serikat (AS) dalam perang melawan negaranya.

Menurut Pezeshkian, sikap Spanyol patut ditiru dan bertanggung jawab.

“Perilaku bertanggung jawab Spanyol dalam menentang pelanggaran hak asasi manusia dan agresi militer yang terang-terangan oleh koalisi Zionis-Amerika terhadap berbagai negara, termasuk Iran, menunjukkan etika dan hati nurani yang terbangun masih ada di Barat.”

“Saya memuji para pejabat Spanyol atas pendirian mereka,” kata Pezeshkian, dikutip Al Jazeera, Rabu (4/3/2026).

Spanyol sebelumnya menolak membantu AS dan Israel dalam perang melawan Iran.

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez menyatakan, negaranya tetap pada posisinya, sama seperti mereka menolak agresi di Jalur Gaza, Palestina, dan invasi di Ukraina.

BACA JUGA: Harga Mahal Nuklir Iran

“Posisi pemerintah Spanyol bisa ditegaskan dalam beberapa kata: tidak ada perang,” tegas Sanchez dalam video yang diunggah di X.

AS sebelumnya meminta bantuan negara-negara Eropa, termasuk Spanyol, agar diizinkan menggunakan pangkalan mereka dalam perang melawan Iran. Namun, Madrid menolaknya.

Presiden AS Donald Trump lantas mengkritik penolakan Spanyol.

Ia juga mengancam memutuskan hubungan dagang dengan negara itu.

“Kita akan menghentikan semua perdagangan dengan Spanyol.”

“Kita tidak ingin berhubungan dengan Spanyol,” cetus Trump.

Timur Tengah membara usai AS dan Israel menggempur Iran pada 28 Februari.

Di hari yang sama, Iran meluncurkan balasan.

Hingga kini, mereka terus saling serang dan ratusan korban tewas berjatuhan.

Tak Niat Berhenti

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) terus melancarkan serangkaian serangan udara di atas wilayah Teheran, Iran.

Serangan tersebut menargetkan infrastruktur militer milik rezim Iran.

Pihak IDF mengatakan, serangan udara ini menyusul gelombang serangan sebelumnya pada Rabu, yang menghancurkan puluhan aset milik jaringan rudal balistik rezim di Iran barat dan tengah.

Beberapa peluncur rudal dihantam saat agen Iran sedang bersiap menggunakannya untuk menyerang Israel.

Serangan terbaru ini merupakan gelombang serangan ke-11 Israel terhadap Teheran sejak Sabtu lalu.

“Kami menyerang rezim dengan kekuatan besar, dan kami tidak berniat berhenti sejenak pun.”

BACA JUGA: Bahrain Hingga Arab Saudi Jadi Sasaran Serangan Balasan Iran

“Kami menyerang target-targetnya yang paling sensitif dan signifikan, dan kami telah merusak stabilitasnya,” ujar juru bicara IDF Effie Defrin dalam konferensi pers pada Rabu malam.

Sebelumnya, pasukan Angkatan Udara Israel mengeklaim menembak jatuh jet tempur Iran Yak-130.

Jet tempur buatan Rusia itu ditembak menggunakan F-351.

The Times of Israel melaporkan, ini merupakan kali pertama F-35 menembak jatuh pesawat berawak.

Ini juga kali pertama dalam sekitar 40 tahun, Angkatan Udara Israel terlibat pertempuran udara-ke-udara dengan pesawat berawak.

Terakhir kali Angkatan Udara Israel menembak jatuh pesawat berawak musuh adalah pada 24 November 1985 di Lebanon.

Saat itu, jet tempur F-15 Israel menjatuhkan dua pesawat tempur Suriah MiG-23.

Ancam Bunuh Pengganti Ali Khamenei

Israel Katz, Menteri Pertahanan Israel, mengancam membunuh siapa pun yang dipilih sebagai pengganti almarhum Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

“Siapa pun yang dipilih oleh rezim Iran untuk melanjutkan rencana menghancurkan Israel dan mengancam Amerika Serikat serta negara-negara lain, akan menjadi sasaran pasti untuk pembunuhan, tak peduli nama atau tempat persembunyian,” tutur Katz di X.

Khamenei, yang memimpin Republik Islam sejak 1989, tewas dalam serangan udara Israel pada Sabtu pagi waktu setempat.

Iran kemudian menyatakan akan menggelar Majelis Ahli untuk menunjuk pengganti Khamenei.

Menurut media yang berafiliasi dengan pemerintah, pada Selasa, serangan Israel dan AS menghantam gedung Majelis Ahli yang bertugas memilih Pemimpin Tertinggi baru Iran.

“Para pejabat AS-Zionis menyerang gedung Majelis Ahli di Qom, selatan Teheran,” lapor kantor berita Tasnim, dikutip Alarabiya.

Majelis tersebut memiliki fungsi untuk menunjuk, mengawasi, dan berpotensi memberhentikan Pemimpin Tertinggi.

Media lokal menayangkan rekaman gedung yang mengalami kerusakan parah akibat serangan.

Hingga kini belum ada informasi mengenai korban jiwa. (*)

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like