NarayaPost – Kapolri Listyo Sigit Prabowo memimpin apel ojek online (ojol) dan buruh kamtibmas bertajuk Nyago Bumi Sriwijaya Aman Bae yang digelar di Stadion Bumi Sriwijaya, Kota Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (8/3). Dalam kegiatan tersebut, Kapolri menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa guna mempertahankan stabilitas nasional di tengah dinamika global yang semakin kompleks.
Dalam sambutannya, Sigit menyinggung kondisi geopolitik dunia yang belakangan ini memanas dan dinilai berpotensi memengaruhi situasi di dalam negeri. Menurutnya, situasi global yang tidak menentu menuntut seluruh elemen bangsa untuk tetap menjaga soliditas serta tidak mudah terprovokasi oleh berbagai isu yang dapat memicu perpecahan.
Ia menegaskan bahwa stabilitas nasional bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat keamanan, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif masyarakat. Karena itu, Sigit mengajak seluruh elemen, termasuk komunitas buruh dan pengemudi ojek online, untuk bersama-sama menjaga persatuan bangsa.
BACA JUGA: Trump Sudah Klaim Menang Lawan Iran, Tak Butuh Inggris?
“Oleh karena itu, dalam situasi seperti ini dibutuhkan kekuatan seluruh elemen bangsa, termasuk buruh dan komunitas ojek online, untuk terus bersatu padu menjaga persatuan dan kesatuan, tidak mudah terprovokasi, serta bersama-sama mengawal stabilitas nasional,” ujar Sigit dalam apel tersebut.
Menurut Kapolri, buruh dan pengemudi ojek online memiliki posisi strategis dalam kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Keberadaan kedua kelompok ini dinilai berperan penting dalam menjaga stabilitas perekonomian nasional, terutama di tengah tantangan global yang dapat memengaruhi sektor ekonomi domestik.
Sigit menjelaskan bahwa buruh merupakan penggerak utama roda produksi di berbagai sektor industri. Aktivitas para pekerja menjadi fondasi bagi keberlangsungan kegiatan industri dan pembangunan ekonomi nasional. Tanpa kontribusi buruh, berbagai aktivitas produksi dan distribusi tidak akan berjalan secara optimal.
“Sementara itu, pengemudi ojek online berperan sebagai penghubung antara UMKM dan konsumen, sehingga mendorong perputaran ekonomi, khususnya pada sektor menengah ke bawah,” kata Sigit.
Peran tersebut, lanjutnya, membuat komunitas ojol menjadi bagian penting dalam ekosistem ekonomi digital yang berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Para pengemudi tidak hanya menyediakan layanan transportasi, tetapi juga menjadi bagian dari sistem distribusi barang dan makanan yang mendukung keberlangsungan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dalam kesempatan itu, Sigit juga menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya meningkatkan kesejahteraan para buruh melalui berbagai kebijakan. Salah satunya adalah penyesuaian upah minimum provinsi (UMP) tahun 2026 yang diharapkan mampu meningkatkan daya beli pekerja sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.
Selain itu, pemerintah juga memperkuat Program Jaminan Kehilangan Pekerjaan sebagai bentuk perlindungan sosial bagi para pekerja yang terdampak dinamika ekonomi. Program tersebut diharapkan dapat memberikan jaring pengaman bagi buruh yang mengalami pemutusan hubungan kerja.
Sigit menambahkan bahwa manfaat jaminan kecelakaan kerja juga terus dioptimalkan agar dapat diakses secara lebih luas oleh para pekerja. Dengan perlindungan tersebut, buruh diharapkan dapat bekerja dengan lebih aman dan tenang.
Dari sisi pelayanan kesehatan, Polri turut memberikan dukungan melalui penyediaan akses layanan di Rumah Sakit Bhayangkara bagi buruh maupun pengemudi ojek online. Layanan ini diharapkan dapat membantu masyarakat pekerja memperoleh fasilitas kesehatan yang lebih mudah dijangkau.
Selain itu, Polri juga memperkuat Desk Ketenagakerjaan di tingkat Polda hingga Polres. Keberadaan desk tersebut bertujuan untuk memfasilitasi penyelesaian persoalan hubungan industrial maupun permasalahan ketenagakerjaan secara cepat dan tepat.
“Sehingga permasalahan hubungan industrial dan ketenagakerjaan dapat diselesaikan dengan cepat dan tepat,” ujar Sigit.
BACA JUGA: Ruas Tol Ini Diskon 30 Persen Saat Libur Lebaran
Di sisi lain, Kapolri juga memberikan perhatian khusus terhadap keamanan para pengemudi ojek online yang kerap menghadapi risiko kejahatan jalanan, seperti pencurian dengan kekerasan atau begal. Untuk meningkatkan perlindungan bagi para pengemudi, Sigit menginstruksikan seluruh Kapolda untuk menyiapkan aplikasi panic button.
Aplikasi tersebut diharapkan dapat digunakan oleh pengemudi ojol untuk meminta bantuan secara cepat apabila menghadapi situasi darurat di jalan.
“Selanjutnya, dalam rangka melindungi ojek online yang potensial menjadi korban curas (begal), saya meminta Kapolda segera mempersiapkan aplikasi panic button untuk melindungi dan menjaga rekan-rekan ojek online agar tidak menjadi korban kejahatan di jalanan,” kata Sigit.