NarayaPost – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin berencana membentuk komunitas kesehatan jiwa sebagai bagian dari upaya memperkuat dukungan layanan kesehatan mental di Indonesia. Inisiatif ini dinilai penting untuk menjawab keterbatasan jumlah dokter spesialis kesehatan jiwa dan layanan konseling yang masih belum memadai di berbagai daerah.
Budi menjelaskan bahwa pembentukan komunitas dapat menjadi solusi sementara yang lebih cepat dan praktis, sembari pemerintah menyiapkan tenaga medis dan memperkuat sistem layanan kesehatan mental. Menurutnya, proses menambah jumlah dokter spesialis membutuhkan waktu panjang, sehingga pendekatan berbasis komunitas bisa menjadi alternatif dukungan bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan psikologis.
“Aku rasa sambil menunggu nyiapin dokter-dokter itu kan lama ya mendingan bikin komunitas ya. Kalau lihat di film-film luar negeri itu suka ada tuh duduk ngelingkar masing-masing suka ngomong ya dan itu bisa inisiatif komunitas, itu bisa jauh lebih cepat dan lebih pragmatis,” kata Budi dalam konferensi pers Upaya Pencegahan dan Penanganan Kesehatan Jiwa Anak di Kantor Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta Selatan, Senin (9/3).
BACA JUGA: Komandan KKB Philip Kobak Ditangkap di Yahukimo
Menurut Budi, komunitas semacam itu dapat menjadi ruang aman bagi masyarakat untuk berbagi pengalaman, mendapatkan dukungan emosional, serta saling menguatkan satu sama lain. Model diskusi terbuka seperti yang sering ditampilkan dalam berbagai film luar negeri dinilai mampu membantu seseorang mengungkapkan perasaan dan menghadapi tekanan mental secara lebih sehat.
Selain itu, Budi juga meminta jajarannya untuk mulai memetakan berbagai komunitas yang telah bergerak di bidang kesehatan mental. Ia menilai banyak komunitas yang sebenarnya sudah aktif membantu masyarakat, namun belum terhubung secara sistematis dengan pemerintah.
Karena itu, ia memberikan waktu sekitar dua minggu kepada stafnya untuk mengumpulkan perwakilan komunitas kesehatan mental dari berbagai daerah. Nantinya, pertemuan tersebut akan menjadi forum diskusi langsung antara komunitas dan Kementerian Kesehatan untuk mendengar berbagai pengalaman serta kebutuhan di lapangan.
“Udah aku kasih waktu dua minggu nanti dikumpulin coba suruh ketemu aku itu beberapa komunitasnya mau dengerin juga itu kegiatannya apa?” ujar Budi.
Melalui pertemuan tersebut, pemerintah berharap dapat memahami lebih jauh bagaimana komunitas bekerja, bentuk kegiatan yang mereka lakukan, serta dukungan apa saja yang dibutuhkan agar peran mereka bisa diperkuat. Budi menilai pendekatan kolaboratif ini penting agar kebijakan pemerintah benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Ia juga menilai komunitas kesehatan mental seharusnya dapat berkembang seperti komunitas di bidang kesehatan lain yang sudah lebih dulu aktif dan terorganisasi. Selama ini, kata Budi, komunitas penyakit tertentu seperti kanker atau kesehatan mata sudah memiliki jaringan yang cukup luas dan aktif memberikan dukungan kepada para pasien.
“Karena saya komunitas kanker sering, komunitas anak tuh sering apa banyak gitu ya mata banyak komunitas tapi komunitas jiwa ini mungkin juga udah mesti kita bangun dari sekarang ya kita bangun dari sekarang,” kata dia.
Lebih lanjut, pemerintah juga berencana menjangkau komunitas yang sudah ada di berbagai kota agar dapat dilibatkan dalam upaya memperkuat sistem dukungan kesehatan mental nasional. Budi menilai komunitas lokal biasanya lebih mengetahui kondisi masyarakat di wilayah masing-masing, sehingga keberadaannya dapat membantu mempercepat akses bantuan bagi orang yang membutuhkan.
BACA JUGA: Galau Politik Tak Bebas Aktif Prabowo
Ia pun meminta jajarannya untuk aktif mencari dan menghubungi komunitas-komunitas tersebut, baik melalui pertemuan daring maupun diskusi langsung. Setelah itu, mereka akan diundang untuk memberikan masukan terkait kebijakan kesehatan mental yang sedang disiapkan pemerintah.
“Diajak aja langsung Pak Imran, cari datengin komunitasnya kemudian dicari itu pasti mereka tahulah ‘oh di Surabaya ada di sini ada di sini ada’ dikumpulin dengerin dulu di Zoom terusnya diundang kasih masukan ke kita butuhnya apa,” ujar Budi.
Dengan langkah ini, pemerintah berharap ekosistem dukungan kesehatan mental di Indonesia dapat berkembang lebih cepat dan mampu menjangkau masyarakat yang membutuhkan bantuan secara lebih luas.