IRGC: Kamilah yang Tentukan Akhir Perang!

750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengisyaratkan perang koalisi Amis (Amerika-Israel) terhadap Iran bakal segera berakhir, yang langsung direspons IRGC.

Trump menyebut perang melawan Iran merupakan operasi militer jangka pendek dan aksi kecil-kecilan.

“Ini hanyalah sebuah petualangan singkat ke sesuatu yang harus dilakukan.”

“Kita sudah sangat dekat untuk menyelesaikannya,” kata Trump dikutip dari NBC News, Senin (9/3/2026).

Trump mengemukakan pernyataannya saat berpidato di hadapan anggota DPR dari Partai Republik dan para donatur, di resor miliknya di luar Miami.

Partai Republik berkumpul selama tiga hari, untuk membahas agenda legislatif dan strategi kampanye mereka untuk pemilihan paruh waktu November, yang terinterupsi oleh perang di Iran.

Pidatonya di hadapan Partai Republik terjadi sehari setelah harga minyak mentah melonjak hingga di atas US$100 per barel, untuk pertama kalinya sejak Juli 2022.

“(Perang) ini akan segera berakhir.”

“Saya pikir perang ini sudah sangat selesai, hampir sepenuhnya.”

“Mereka tidak punya angkatan laut, tidak ada komunikasi, mereka tidak punya Angkatan Udara,” tutur Trump.

Namun, Trump tidak menyebut waktu pasti berapa lama lagi perang tersebut akan berakhir.

Trump sebelumnya mengatakan. keputusan untuk mengakhiri perang harus dilakukan bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

BACA JUGA: Iran Kasih Syarat Ini Jika Amerika Ingin Gencatan Senjata

Dalam wawancara dengan Times of Israel pada Minggu (8/3/2026), Trump tetap memperhitungkan masukan Netanyahu, meski keputusan akhir ada di tangannya.

“Saya pikir itu keputusan bersama sampai batas tertentu.”

“Kami terus berdiskusi.”

“Saya akan membuat keputusan pada waktu yang tepat, tetapi semua pertimbangan akan diperhitungkan,” imbuh Trump.

Trump menegaskan, Iran akan menghancurkan Israel jika dirinya dan Netanyahu tidak berada di posisi mereka saat ini.

“Iran akan menghancurkan Israel dan wilayah di sekitarnya.”

“Kami bekerja sama.”

“Kami telah menghancurkan sebuah negara yang ingin menghancurkan Israel,” tegasnya.

Iran yang Menentukan

Menanggapi Trump, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menegaskan pihak yang menentukan berakhirnya perang adalah Iran.

Dalam sebuah pernyataan pada Selasa (10/3/2026), IRGC menyatakan situasi dan status masa depan Timur Tengah ada di tangan Iran, bukan Trump.

“Kamilah yang akan menentukan akhir perang.”

“Situasi dan status masa depan kawasan ini sekarang berada di tangan angkatan bersenjata kami.”

“Pasukan Amerika tidak akan mengakhiri perang,” ucap pihak IRGC pada Selasa, seperti dikutip AFP.

Tak Capai Tujuan

Intelijen AS diklaim memberi bocoran, serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran kemungkinan tak bisa mencapai tujuan untuk menggulingkan rezim Teheran.

Kemungkinan itu juga dinilai intelijen AS tidak akan berhasil jika operasi militer diperluas secara signifikan.

Penilaian itu mencuat setelah pemerintah Presiden Donald Trump memberi sinyal perang akan berlangsung lama, dan serangan saat ini baru permulaan.

Belakangan, Trump mengubah pernyataannya, perang AS bersama Israel terhadap Iran akan berakhir dalam waktu dekat.

Laporan dari jurnalis The Washington Post Warren P Strobel, dikutip dari Middle East Monitor, penilaian rahasia disiapkan Dewan Intelijen Nasional, badan yang mengoordinasikan kelompok-kelompok intelijen AS.

Dalam laporan itu, mereka mewanti-wanti serangan besar-besaran ke Iran kemungkinan besar tak bisa menumbangkan ‘bangunan kokoh’ rezim Iran yang terdiri dari institusi agama dan militer.

BACA JUGA: Amerika Tiru Taktik Iran Pakai Drone Murah di Palagan

Penilaian yang diselesaikan sekitar seminggu sebelum dimulainya perang pada 28 Februari, menganalisis beberapa skenario yang mungkin terjadi.

Ini termasuk operasi militer terbatas yang menargetkan para pemimpin senior rezim Iran, dan serangan yang lebih luas terhadap lembaga-lembaga negara dan struktur kepemimpinan.

Dalam kedua skenario tersebut, analisis intelijen mencapai kesimpulan yang hampir sama: rezim Iran punya mekanisme kelembagaan yang memungkinkan mereka menjaga keberlanjutan kekuasaan, bahkan jika pemimpin tertinggi dibunuh.

Sumber-sumber anonim yang mengetahui laporan tersebut mengatakan kepada The Washington Post. agen-agen intelijen AS meyakini lembaga keagamaan dan keamanan Iran sangat bergantung pada mekanisme yang disepakati secara internal, untuk memastikan transfer kekuasaan yang cepat untuk mencegah runtuhnya sistem.

Laporan intelijen itu juga membocorkan, tidak mungkin sejumlah oposisi Iran yang terpecah akan berkuasa jika perang AS pecah, baik konflik tersebut singkat atau berkepanjangan. (*)

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like