Mojtaba Khamenei Pimpin Iran, Trump: Kesalahan Besar!

750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut pemilihan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi Iran, sebagai kesalahan besar.

“Mereka membuat kesalahan besar.”

“Saya tidak apakah itu akan bertahan lama.”

“Saya pikir mereka membuat kesalahan besar,” kata Trump kepada NBC News, Selasa (11/3/2026)

Sebelumnya, Trump tidak menerima Mojtaba sebagai pemimpin tertinggi Iran.

Trump menggangap Mojtaba sebagai penerus garis keras dari mendiang ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang terbunuh oleh serangan AS dan Israel.

BACA JUGA: Mojtaba Khamenei Gantikan Ayahnya Jadi Pemimpin Tertinggi Iran

“Kita akan lihat nanti,” ujar Trump ketika ditanya soal terpilihnya Mojtaba Khamenei.

Trump sebelumnya menyebut pemimpin Iran yang terpilih harus sesuai persetujuannya.

Ia bahkan merasa harus terlibat dalam pemilihan pemimpin Iran.

“Mereka membuang-buang waktu.”

“Putra Khamenei tidak berpengaruh.”

“Saya harus terlibat dalam penunjukan ini, seperti halnya dengan Delcy (Rodriguez) di Venezuela,” ucap Trump pekan lalu.

Dukungan Putin

Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan dukungan terhadap Mojtaba Khamenei, Pemimpin Tertinggi baru Iran.

Dalam pesan yang dikirim ke Mojtaba, Putin berjanji akan terus memberi dukungan kepada pemimpin Iran tersebut.

“Saya ingin menegaskan kembali dukungan teguh kami untuk Teheran dan solidaritas dengan teman-teman Iran kami,” kata Putin dalam pesan kepada Mojtaba, dikutip AFP.

Putin juga menyatakan Rusia sudah dan akan terus menjadi mitra yang bisa diandalkan bagi Iran.

Presiden Rusia tersebut turut memuji Mojtaba dan nasib Iran di masa depan.

“Di saat Iran menghadapi agresi bersenjata, masa jabatan Anda di posisi tinggi ini tidak diragukan lagi akan membutuhkan keberanian dan dedikasi yang besar,” ungkap Putin.

Rusia memiliki hubungan yang dekat dengan Iran.

Relasi keduanya kian erat saat Negeri Beruang Merah meluncurkan invasi ke Ukraina.

Iran dilaporkan turut membantu Rusia dengan mengirim atau menjual senjata ke negara tersebut.

Sementara, Juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina Guo Jiakun mengatakan, pemilihan pemimpin baru merupakan urusan internal Iran.

“Ini adalah keputusan pihak Iran berdasarkan konstitusinya,” ucap Guo saat konferensi pers pada Senin, dikutip AFP.

Dia juga mengatakan Cina menolak segala intervensi atau serangan satu pihak terhadap negara lain.

“Cina menolak segala campur tangan urusan dalam negara lain dengan dalih apapun, dan kedaulatan, keamanan Iran, serta wilayah Iran yang harus dihormati,” imbuh Guo.

Punya Apartemen Mewah

Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei diklaim memiliki dua apartemen mewah di London, Inggris, dekat Kedutaan Besar Israel.

Posisi apartemen mewah tersebut persis menghadap ke gedung Kedutaan Besar Israel, dan menimbulkan kekhawatiran dari pihak Tel Aviv.

Menurut laporan Bloomberg, dikutip dari Standard UK, Mojtaba memperoleh apartemen mewah melalui rekan-rekannya.

Unit apartemen milik Mojtaba disebut berada di lantai enam dan tujuh dekat Istana Kensington.

Nilai dua apartemen tersebut ditaksir mencapai 50 juta poundsterling atau Rp1,1 triliun.

Properti-properti itu termasuk unit tempat tinggal nelayan di lantai dasar, terletak tidak jauh dari Kedubes Israel, satu area diplomatik yang paling dijaga ketat di London.

BACA JUGA: Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Tertinggi Dinilai Hina Amerika

Bloomberg melaporkan, aset apartemen mewah dimiliki Mojtaba Khamenei sejak 2014.

Media itu juga mengeklaim Mojtaba mengendalikan portofolio properti lainnya di Inggris.

Sebuah investigasi media itu menyebutkan, 11 rumah mewah di Bishops Avenue Hampstead, yang sering disebut sebagai Billionaire’s Row, dibeli melalui perantara dan perusahaan cangkang di Isle of Man.

Bloomberg melaporkan, ulama Iran itu mengumpulkan aset properti senilai ratusan juta poundsterling di seluruh dunia, dengan pembelian yang diduga didanai melalui program minyak Iran yang melanggar sanksi.

Kepemilikan apartemen mewah yang dikaitkan dengan Khamenei menghadap Kedubes Israel, menimbulkan kekhawatiran di kalangan pakar keamanan.

Mereka memperingatkan, lokasi tersebut berpotensi digunakan untuk memantau aktivitas di misi diplomatik tersebut.

Perkembangan ini terjadi setelah empat pria Iran ditangkap di London utara pada Jumat dini hari, karena dicurigai memata-matai untuk dinas intelijen Iran.

Para tersangka yang diyakini sebagai warga negara Iran dan warga negara ganda Inggris-Iran, dituduh melakukan aksi mata-mata terhadap lokasi dan individu Yahudi. (*)

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like