Trump Ancam Setop Dagang dengan Spanyol, Eropa Merespons

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meminta negara-negara membayar lebih dari 1 miliar dolar AS (sekitar Rp16,8 triliun), jika mau mendapatkan kursi permanen di Dewan Perdamaian Gaza (Gaza Board of Peace).
750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali mengancam memutus hubungan perdagangan dengan Spanyol.

Trump mengkritik Spanyol karena tidak bekerja sama dengan AS dalam perng melawan Iran.

“Tidak, mereka tidak bekerja sama.”

“Saya rasa mereka sama sekali tidak kooperatif.”

“Spanyol, saya rasa mereka sangat buruk.”

“Kami mungkin akan menghentikan perdagangan dengan Spanyol,” kata Trump, Rabu (11/3/2026).

BACA JUGA: Spanyol Tolak Bantu AS, Presiden Iran: Nurani Masih Ada di Barat

Spanyol, lanjutnya, mendapat keuntungan dari perlindungan NATO, tapi menolak membayar bagian yang seharusnya, dan telah berperilaku seperti itu selama bertahun-tahun.

Sebelumnya pada 3 Maret, Trump mengatakan AS akan mengakhiri semua perdagangan dengan Spanyol, setelah Madrid menolak mengizinkan militer AS menggunakan pangkalan mereka untuk menyerang Iran.

Trump terusik pula dengan keputusan Spanyol untuk mempertahankan target belanja pertahanan sebesar 2 persen.

Pada 4 Maret, Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan, Pemerintah Spanyol mulai bekerja sama dengan AS dalam beberapa jam terakhir, setelah awalnya menolak mengizinkan militer AS menggunakan pangkalan mereka.

Namun, Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albarez membantah klaim tersebut, dan mengatakan posisi pemerintah tidak berubah.

Tarik Dubes

Pemerintah Spanyol juga menarik duta besar mereka dari Israel secara permanen, menyusul memburuknya hubungan kedua negara akibat serangan gabungan Israel dan AS di Iran.

Pengumuman itu tertuang dalam lembaran resmi yang menyatakan posisi duta besar tersebut sudah diakhiri pada Selasa (10/3/20260), seperti dikutip Reuters.

Kementerian Luar Negeri Spanyol juga menyatakan kedutaan besar mereka di Tel Aviv akan dipimpin Kuasa Usaha.

Sikap terbaru Spanyol ini menandai eskalasi terbaru hubungan diplomatiknya dengan Israel yang memburuk, sejak Zionis melancarkan agresi brutal ke Jalur Gaza, Palestina pada 2023 lalu.

Spanyol merupakan salah satu negara yang lantang mengecam agresi Israel dan mendukung kemerdekaan Palestina.

Negara Eropa itu bahkan mengakui kemerdekaan Palestina di tengah agresi Israel.

BACA JUGA: Trump Ngambek Inggris dan Spanyol Tak Dukung Serangan ke Iran

Spanyol juga pernah memanggil duta besar mereka pada September tahun lalu.

Saat itu, Madrid melarang pesawat dan kapal yang membawa senjata ke Israel dari pelabuhan atau wilayah udaranya, karena serangan militer Israel di Gaza.

Spanyol pun ogah membantu AS dan Israel dalam perang melawan Iran.

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez menyatakan negara ini tetap pada posisinya, sama seperti mereka menolak agresi di Jalur Gaza, Palestina, dan invasi di Ukraina.

“Posisi pemerintah Spanyol bisa ditegaskan dalam beberapa kata: tidak ada perang,” tegas Sanchez dalam video yang diunggah di X.

Sanchez dengan tegas menolak keras tunduk terhadap eskalasi militer di Timur Tengah, dan tetap menyerukan gencatan senjata segera antara Israel, AS, dan Iran.

Dia mengatakan, Spanyol tidak akan terlibat dalam tindakan yang buruk bagi dunia, hanya karena takut akan pembalasan.

Sambil mengecam rezim Iran atas penindasan terhadap warganya, ia menekankan satu tindakan ilegal tidak dapat dibalas dengan tindakan ilegal lainnya.

Sanchez juga menegaskan, militer Spanyol bekerja siang dan malam untuk mengoordinasikan mekanisme evakuasi bagi warganya di wilayah tersebut.

“Kami memiliki keyakinan mutlak pada kekuatan ekonomi, kelembagaan, dan juga, saya katakan, kekuatan moral negara kami.”

“Dan karena pada saat-saat seperti ini, kami merasa lebih bangga dari sebelumnya menjadi orang Spanyol,” papar Sanchez.

Uni Eropa Bakal Merespons

Uni Eropa (UE) bakal merespons tegas dan cepat, jika Presiden AS Donald Trump memberlakukan tarif tambahan atau langkah perdagangan diskriminatif terhadap Spanyol.

“Jika Presiden Trump secara tidak adil menargetkan impor Spanyol ke AS dengan perlakuan tarif tambahan atau langkah lain, maka itu akan dianggap sebagai eskalasi yang sangat serius, dan Anda akan melihat respons yang tegas dan cepat dari pihak Uni Eropa,” kata juru bicara Komisi Eropa, Kamis (5/3/2026).

Juru bicara itu menegaskan, meskipun pernyataan AS sejauh ini masih sebatas ancaman, setiap langkah untuk mengenakan tarif tambahan pada barang-barang Spanyol akan memicu respons terkoordinasi dari UE.

UE, lanjutnya, berupaya tetap tenang dan terkoordinasi menghadapi ancaman berulang AS.

Pengalaman sebelumnya, termasuk komentar Trump mengenai negara-negara yang menempatkan pasukan di Greenland, menunjukkan respons Eropa yang terpadu dapat berjalan efektif.

“Kami memiliki alat yang ampuh.”

“Kami tidak perlu menggunakannya, tetapi jika harus, kami akan melakukannya.”

“Itulah pendekatan umum kami dalam menghadapi Presiden Trump dan jenis ancaman ini,” tegasnya. (*)

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like