Kritiklah Daku Kau Aku Teror

750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost – Andrie Yunus, Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), mengalami aksi teror.

Ia disiram air keras oleh orang tak dikenal (OTK) pada Kamis (12/3/2026) malam.

Beberapa versi menyebut insiden itu terjadi pada Jumat (13/3/2026) dini hari.

Penyerangan dilakukan setelah Andrie melakukan syuting siniar di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBHI), Jalan Diponegoro, Menteng, Jakara Pusat.

Andrie dibuntuti dua orang, lalu diserang air keras.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, ungkap KontraS, Andrie Yunus mengalami luka bakar sekitar 24% pada tubuhnya, akibat reaksi inflamasi dari cairan keras yang mengenai kulit.

“Luka terdapat pada wajah (terutama sisi kanan), mata kanan, kedua tangan, dan dada.”

“Kondisi paling serius berada pada mata kanan, yang saat ini mendapatkan penanganan khusus dari dokter spesialis bedah mata,” jelas KontraS lewat unggahan di Instagram@kontras_update, dilihat pada Senin (16/3/2026).

Saat ini Andrie Yunus menjalani perawatan intensif dalam kondisi steril, untuk mendukung proses pemulihan.

Sebelum serangan itu, Andrie sempat diteror orang tak dikenal.

Pemerintah menduga penyerangan ini terorganisir. Polisi pun sedang mengusut kasusnya.

Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya mengatakan, Andrie mengalami kekerasan itu usai melakukan perekaman siniar bertajuk Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia, di Kantor YLBHI, yang rampung sekitar pukul 23.00 WIB.

Andrie Yunus beberapa kali ditelepon oleh sejumlah nomor tak dikenal, sebelum menjadi target serangan air keras.

BACA JUGA: Andrie Yunus Diserang, Komnas HAM Desak Polisi-LPSK Bergerak

Kontras mencatat ada delapan nomor yang sempat menghubungi Andrie dalam rentang waktu 9-11 Maret 2026.

“Terdapat beberapa nomor tidak dikenal yang kerap kali menelepon korban,” ungkap Dimas, Jumat (13/3/2026).

Tiga nomor tersebut tidak diketahui identitas pemiliknya.

Sedangkan lima nomor lain diduga pelaku penipuan dan pinjaman online.

Berdasarkan penelusuran koalisi masyarakat sipil, Andrie dibuntuti orang tidak dikenal selama beberapa waktu terkahir.

“Kami menelusuri beberapa hari Andrie diintai dari rumahnya, dari mess-nya, tempat-tempat berkunjungnya,” ujar Ketua Umum YLBHI Muhamad Isnur dalam konferensi pers di Jakarta.

Berdasarkan kronologi kejadian versi KontraS, Andrie sedang mengendarai kendaraan roda dua miliknya di Jalan Salemba I, Jakarta Pusat.

Kemudian, dua pelaku menghampiri dari arah berlawanan, tepatnya di Jembatan Talang, dengan mengendarai kendaraan roda dua, yakni diduga merupakan motor matic Honda Beat keluaran tahun 2016 sampai 2021.

Terduga pelaku merupakan dua laki-laki, masing-masing berperan menjadi pengemudi dan penumpang.

Menurut pantauan KontraS, pelaku pertama yang merupakan pengendara, menggunakan kaus berwarna kombinasi putih-biru, celana yang terlihat berbahan jin, dan helm berwarna hitam.

Pelaku kedua yang penumpang di belakang, menggunakan penutup wajah atau masker menyerupai buff berwarna hitam yang menutupi setengah wajah, kaus berwarna biru tua, dan celana panjang berwarna biru yang dilipat menjadi pendek dan terlihat berbahan jin.

Salah satu pelaku kemudian menyiramkan air keras ke arah Andrie hingga mengenai sebagian tubuhnya. Andrie sontak berteriak kesakitan hingga menjatuhkan motornya.

“Ini bukan lagi alarm, ini marabahaya,” ucap Dimas, Jumat (13/3/2026).

Menurutnya, serangan terhadap Andrie Yunus menunjukkan situasi yang dinilai semakin buruk bagi para pembela hak asasi manusia.

“Ini kondisi yang sangat brutal, sangat buruk, dan sangat zalim,” tegasnya.

Dimas menegaskan, Andrie Yunus dikenal sebagai sosok yang selama ini konsisten memperjuangkan isu hak asasi manusia dan demokrasi.

“Andrie Yunus orang baik.”

“Kalau dia bukan orang baik, teman-teman tidak akan datang bersolidaritas sejak tengah malam kemarin,” tambahnya.

KontraS, lanjutnya, bekerja selama hampir tiga dekade memperjuangkan isu HAM di Indonesia.

Tahun ini organisasi tersebut genap berusia 28 tahun.

“Tahun lalu kado KontraS adalah revisi Undang-Undang TNI. Tahun ini serangan,” ucapnya satir.

Diduga Terorganisir

Menteri Koordinator Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra, menduga serangan terhadap Andrie Yunus, terorganisasi.

“Pola serangan yang dilakukan tampaknya terencana dan terorganisasi, sehingga pengungkapan peristiwa ini tidak boleh berhenti di tingkat eksekutor, tapi harus mengungkap aktor intelektualis di baliknya,” ucap Yusril, Jumat (13/3/2026).

Yusril meminta aparat penegak hukum, khususnya Polri, mengusut kasus tersebut secara tuntas.

Tidak sekadar menemukan pelaku dan motifnya, tapi juga mengungkap siapa yang berada di balik peristiwa itu.

Mulai Penyelidikan

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) akan memulai penyelidikan kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus.

Penyelidikan dilakukan untuk mengumpulkan fakta di lapangan, serta memperoleh informasi yang komprehensif perihal peristiwa tersebut.

Ketua Komnas HAM Anis Hidayah mengatakan, pihaknya bakal memastikan kasus kekerasan terhadap aktivis HAM tersebut tidak menguap begitu saja.

“Kami akan memperjuangkan keadilan bagi korban, pemulihan, serta bagaimana menghentikan praktik-praktik represif yang serupa di kemudian hari,” cetus Anis, Jumat (13/3/2026).

Anis juga menduga peristiwa penyiraman air keras yang menimpa Andrie dilakukan secara sengaja dan terencana.

“Karena orang menyiram dengan air keras pasti menyiapkan dan sebagainya, apalagi dilakukan pada tengah malam seperti itu,” ulasnya.

Prabowo Perintahkan Usut Tuntas

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan, Presiden Prabowo Subianto memerintahkannya mengusut tuntas kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus, secara profesional, transparan, dan mengedepankan metode penyelidikan ilmiah.

“Jadi terkait perkembangan penyiraman aktivis, saya telah mendapatkan perintah langsung dari Bapak Presiden untuk melaksanakan pengusutan tuntas secara profesional dan transparan,” ucap Sigit saat meninjau Stasiun Gubeng Surabaya, Minggu (15/3/2026).

Ia menjelaskan, proses penyelidikan dilakukan dengan pendekatan scientific crime investigation, guna memastikan setiap tahapan penanganan perkara dilakukan secara objektif dan berdasarkan bukti.

Kepolisian, lanjutnya, juga sedang mengumpulkan berbagai informasi terkait peristiwa tersebut, untuk didalami secara bertahap.

“Saat ini kami sedang melakukan pengumpulan informasi, dan informasi tersebut nantinya akan kita dalami satu per satu,” imbuhnya.

Polri juga akan membuka posko pengaduan bagi masyarakat yang memiliki informasi terkait kasus tersebut, agar dapat melaporkannya secara langsung kepada pihak kepolisian.

Ia menegaskan, setiap informasi dari masyarakat akan ditindaklanjuti, sekaligus diberikan jaminan perlindungan kepada pihak yang membantu proses penyelidikan.

“Seluruh informasi yang diberikan oleh masyarakat yang membantu kami akan kita berikan jaminan perlindungan.”

“Kami akan menginformasikan secara rutin setelah ada perkembangan dari hasil pengumpulan informasi yang kami dapat,” tuturnya.

Rentetan Teror

Berbagai teror terhadap aktivis hingga pemengaruh (influencer), kerap terjadi di negeri ini. Berikut ini beberapa di antaranya:

Bangkai Ayam dan Pesan Ancaman

Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi menerima kiriman paket berisi bangkai ayam yang diletakkan tepat di depan kediamannya di Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (22/1/2026) malam.

Paket tersebut juga disertai secarik kertas bernada ancaman “Uchok hati-hati dalam menulis dan berkomentar di media jika ingin keluarga selamat.”

Uchok mengungkapkan, paket teror tersebut diterimanya sesaat setelah Magrib.

Ia menduga aksi intimidasi ini berkaitan erat dengan aktivitasnya selama ini yang konsisten mengkritisi dugaan korupsi anggaran di berbagai lembaga pemerintahan, BUMN, hingga BUMD.

“Paket ini saya terima habis Magrib.”

“Isinya bangkai ayam dan ada pesan ancaman yang jelas-jelas ditujukan kepada saya dan keluarga,” ujar Uchok kepada wartawan, Kamis (22/1/2026).

Menurut Uchok, tindakan teror semacam ini merupakan bentuk intimidasi terhadap kebebasan berekspresi, serta upaya membungkam suara kritis masyarakat sipil yang selama ini mengawasi penggunaan uang negara.

“Saya melihat ini sebagai upaya menakut-nakuti agar saya berhenti mengungkap dugaan korupsi.”

“Namun saya tegaskan, teror tidak akan menghentikan perjuangan saya dalam mengawal anggaran publik,” tegasnya.

Dikirimi Bangkai Ayam

Manajer Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia Iqbal Damanik mendapat ancaman teror dari orang tak dikenal pada Selasa (30/12/2025) pagi.

Rumah aktivis lingkungan itu dikirimi bangkai ayam.

‎Bangkai ayam itu ditemukan Iqbal di teras rumah.

Bangkai ayam tersebut tampak tidak dibungkus oleh wadah apa pun. Korban teror juga menemukan kertas yang diikat di kaki bangkai ayam tersebut.

‎Kertas itu bertuliskan nada ancaman terhadap Iqbal.

“Jagalah ucapanmu apabila anda ingin menjaga keluargamu. Mulutmu harimaumu,” demikian pesan ancaman yang tertera di bangkai ayam tersebut.

‎Iqbal mengaku sempat mendengar suara benda jatuh di teras rumahnya.

Anggota keluarganya kemudian menemukan bangkai ayam itu sekira pukul 05.30.

Iqbal memeriksa sembari mendokumentasikan kiriman tersebut.

Kepala Greenpeace Indonesia Leonard Simanjuntak menduga kiriman bangkai ayam ini sebagai bentuk teror.

Terlebih, Iqbal aktif sebagai pengampanye di Greenpeace, organisasi nirlaba yang berfokus pada isu-isu lingkungan.

‎”Sulit untuk tak mengaitkan kiriman bangkai ayam ini dengan upaya pembungkaman terhadap orang-orang yang gencar menyampaikan kritik atas situasi Indonesia saat ini,” kata Leonard, Selasa (30/12/2025).

Iqbal Damanik melalui akun media sosialnya, vokal menayangkan unggahan ihwal bencana Sumatra.

Ia kerap membagikan respons pemerintah dalam menangani bencana yang mengakibatkan seribu orang meninggal. Hal ini juga dilakukan oleh sejumlah juru kampanye Greenpeace.

‎Iqbal juga menerima serangan di kolom komentar pada unggahan di akun media sosialnya.

Manajer kampanye iklim dan energi Greenpeace Indonesia itu juga menerima pesan bernada ancaman yang dikirim ke fitur perpesanan di akun Instagram miliknya.

‎Padahal, kritik terhadap cara pemerintah menangani banjir Sumatra, merupakan bentuk keprihatinan dan solidaritas terhadap para korban.

“Apalagi di balik banjir Sumatra ini ada persoalan perusakan lingkungan, yakni deforestasi dan alih fungsi lahan yang terjadi menahun,” ucapnya.

Telur Busuk Hingga Vandalisme

Kreator konten bernama Sherly Annavita mendapat teror setelah mengekspresikan pandangannya mengenai penanganan bencana Sumatra.

Perempuan asal Aceh itu mengunggah bukti teror melalui akun Instagram@sherlyannavita.

Ia mulanya menjelaskan dirinya menerima teror berupa pesan ancaman ke nomor pribadi dan akun media sosialnya selama berhari-hari.

Aksi teror itu kemudian mengalami eskalasi.

“Malam tadi teror jadi semakin jelas ditunjukan,” kata Sherly dalam unggahan itu pada Selasa (30/12/2025).

Sherly mengaku terjadi vandalisme terhadap kendaraan pribadinya.

Tempat tinggalnya juga dilempar sekantung telur busuk, hingga dikirimkan secarik kertas bernada ancaman.

“Jangan kau manfaatkan bencana di Aceh untuk mencari popularitas murahan dan untuk menambah cuan buat kamu pribadi. Jangan kamu menggiring opini sesat,” demikian pesan ancaman terhadap Sherly.

“Sangat sulit untuk dibilang ini tidak diorkestrasi atau tidak ada yang memerintahkan,” kata Sherly.

Menurutnya, teror semakin bermunculan setelah ia buka suara mengenai kondisi warga Aceh yang terdampak bencana Sumatra.

“Teror-teror ini terasa sekali setelah Sherly yang memang berasal dari Aceh/Sumatra, ikut memberikan pandangan di beberapa acara TV,” urainya.

Sherly menegaskan, ia dan pemengaruh lain yang berbicara soal penanganan bencana Sumatra, bukan musuh negara.

Bangkai Ayam dan Bom Molotov

Pemusik Ramond Dony Adam atau yang dikenal dengan nama panggung DJ Donny, mendapat teror berupa pelemparan bom molotov ke rumahnya, pada Rabu (31/12/2025) dini hari.

Berdasarkan rekaman CCTV rumah Dony, bom molotov itu dilempar oleh dua orang tak dikenal yang menggunakan masker.

Bom molotov itu mengenai kap mobilnya.

“Untung aja Allah masih baik sama saya. Apinya mati duluan (sebelum meledak),” bebernya.

Dony melaporkan teror itu kepada Polda Metro Jaya.

Menurutnya, aksi itu tidak hanya membahayakan keselamatannya dan keluarga, tetapi juga warga sekitar.

Sebelum teror bom molotov, Dony mengaku juga menerima teror lain berupa paket berisi bangkai ayam dengan kepala yang terpotong serta pesan bernada ancaman.

Paket bangkai ayam itu diterima Dony pada Senin (29/12/2025) malam.

Selain berisi surat kaleng serta bangkai ayam, lanjut Dony, paket itu juga berisi foto Dony yang digambar seolah-olah lehernya tergorok.

“Paket itu berisi bangkai ayam yang dipotong kepalanya, dan ada tulisan ancaman.”

“Isinya ‘Kalau kamu masih berbicara, masih apa, jaga ucapanmu di sosial media, kalau masih, masih bla bla bla bla, kamu akan seperti ayam ini’,” paparnya.

Teror-teror itu diterima Dony setelah dia melontarkan sejumlah kritik kepada pemerintah tentang penanganan bencana di Sumatra.

Di media sosialnya, pemengaruh itu kerap membagikan kritiknya atas lambannya penanganan bencana serta pengusutan penyebab bencana Sumatra.

COD Fiktif

Aktor Yama Carlos mendapat teror setelah mengunggah sebuah video satir situasi penanganan bencana Sumatra.

Pria yang memiliki nama asli Hamba Ramanda itu mengunggah video di akun Instagram dan TikTok pribadinya, yang sama sekali tidak menyebutkan nama atau pihak mana pun.

Menurut Yama, teror yang diterimanya itu berbentuk pesan WhatsApp dan pemesanan paket cash on delivery atau COD fiktif.

“Saya kan orang seni, terus juga menggunakan media sosial untuk mengungkapkan ekspresi, sebebas apa yang saya lagi pikirkan atau resahkan,” jelas Yama, Selasa (30/12/2025).

Yama menuturkan, pada 25 Desember 2025, telepon genggamnya berdering.

Ia tak mengangkat telepon lantaran dia tak mengenal nomor yang menghubunginya.

BACA JUGA: Andrie Yunus Disiram Air Keras, Teror Terhadap Masyarakat Sipil

Setelah itu, orang tak dikenal mengirim pesan melalui WhatsApp.

“Hapus 12 konten TikTok-mu selama seminggu terakhir. Kira-kira isinya seperti itu,” ungkap Yama menirukan pesan teror tersebut.

Yama berujar, rekan sesama aktornya juga mengalami teror.

Menurut dia, sang peneror menyadap dan mengambil alih nomor ibu rekannya.

Pesannya sama, Yama harus menghapus konten di media sosialnya.

“Karena tekanan mulai besar, dia enggak hanya meneror saya, tapi juga orang di sekeliling saya supaya saya merasa terbebani, saya takedown video itu,” terang Yama.

Tak lama, peneror mengembalikan nomor milik ibu temannya itu.

Pada hari yang sama, Yama mendapat teror dengan bentuk lain.

“Mulai lah terjadi paket dengan akun fiktif mengatasnamakan istri saya, dengan nomor HP saya dan alamat yang tidak saya tinggali,” beber Yama.

Yama mengaku heran, lantaran konten yang dibuatnya itu memiliki konsep satir atau parodi.

“Saya hampir tidak pernah langsung poin ke siapa, ke siapa, ke siapa.”

“Jadi berekspresi saya sebatas itu lah, tergantung persepsi orang mau seperti apa nilainya,” cetus Yama.

Kirim Video Porno

Kreator konten Virdian Aurellio mendapat serangan digital pada 20 Desember 2025.

Melalui media sosialnya, Virdian kerap mengunggah kondisi pasca-bencana di Aceh.

Teror tidak hanya menyasar dirinya, melainkan juga sang adik.

Aplikasi perpesanan WhatsApp milik adiknya diduga disadap.

“Yang hack mengirim video-video porno ke grup-grup dia, dan dia sempat enggak bisa login,” ungkap Virdian melalui Instagram@virdian_aurellio.

Dia juga menyebut ada upaya pengambilalihan akun WhatsApp terhadap anggota keluarganya yang lain.

Untungnya, kata dia, upaya itu gagal.

Beberapa kerabat Virdian juga mendapat pesan yang dari nomor yang sama.

Isi pesannya pun sama, yakni menjelek-jelekkan Virdian.

Kepala Babi dan Bangkai Tikus

Insiden teror yang diterima redaksi Tempo pertama kali terjadi pada 19 Maret 2025.

Francisca Christy Rosana, wartawan desk politik dan host siniar Bocor Alus Politik di YouTube Tempodotco, menerima kiriman paket berisi kepala babi yang dipotong kedua telinganya.

Pemimpin Redaksi Tempo Setri Yasra langsung melaporkan teror tersebut ke Bareskrim Polri.

Sore harinya, telepon seluler ibunda Francisca Christy Rosana diretas oleh seorang laki-laki.

Ia memakai nomor telepon tersebut menelepon dan mengobrol dengan anggota keluarga Francisca.

Dini hari setelahnya, 22 Maret 2025, sebuah sepeda motor yang ditunggangi dua orang melempar kardus ke halaman kantor Tempo.

Petugas kebersihan menemukan kardus yang dibalut kertas kado bermotif mawar merah itu tergeletak pada pagi hari.

Isinya enam ekor bangkai tikus got yang sudah dipotong kepalanya. (*)

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like