Perang Koalisi Amis Vs Iran Berlanjut Beberapa Pekan Lagi

750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost – Perang Iran melawan koalisi Amis (Amerika-Israel) tampaknya belum akan berakhir dalam waktu dekat.

Menteri Energi Amerika Serikat (AS) Chris Wright mengatakan, perang melawan Iran baru akan berakhir dalam beberapa pekan mendatang.

“Konflik ini akan berakhir dalam beberapa minggu ke depan,” kata Wright kepada ABC News, Minggu (15/3/2026).

BACA JUGA: Donald Trump Pakai Firasat untuk Akhiri Perang Lawan Iran

Namun, Wright menambahkan, konflik tersebut bisa lebih cepat dari itu.

Wright mengatakan, warga AS akan terus merasakan dampak kenaikan harga bensin selama beberapa pekan lagi.

Namun, kondisi diperkirakan akan membaik setelah konflik berakhir, meski dia mengatakan tidak ada jaminan sama sekali dalam perang.

Dia menggambarkan gangguan jangka pendek tersebut sebagai risiko yang harus dihadapi.

223 Perempuan dan 202 Anak Tewas

Kementerian Kesehatan Iran mengungkapkan, setidaknya 223 perempuan dan 202 anak-anak tewas dalam serangan AS-Israel terhadap Iran sejak 28 Februari.

Korban tewas termasuk tiga perempuan hamil dan 12 anak di bawah usia lima tahun.

Dalam sebuah pernyataan yang dimuat oleh Kantor Berita Fars, Kementerian Kesehatan Iran menambahkan, 41 anak juga terluka dalam serangan tersebut.

Serangan AS-Israel mengakibatkan kerusakan signifikan pada infrastruktur perawatan kesehatan Iran, dengan 153 pusat kesehatan rusak di seluruh negeri.

Sambut Inisiatif Adil

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan, pihaknya bakal menyambut baik setiap inisiatif regional yang mengarah pada penyelesaian konflik di Timur Tengah secara adil.

Pada Jumat, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan pihaknya akan mempertimbangkan setiap inisiatif untuk memperkuat persatuan di Timur Tengah serta memulihkan stabilitas, keamanan, dan perdamaian di kawasan itu.

“Saat ini belum ada inisiatif khusus untuk mengakhiri perang.”

“Kami akan menyambut baik inisiatif regional apa pun yang mengarah pada berakhirnya perang secara adil,” kata Araghchi dalam wawancara dengan surat kabar Al-Araby Al-Jadeed, Minggu.

Belum Siap Bikin Kesepakatan

Presiden AS Donald Trump mengaku belum siap membuat kesepakatan guna mengakhiri perang terhadap Iran, karena persyaratannya belum cukup baik.

“Iran ingin membuat kesepakatan, dan saya tidak mau melakukannya karena persyaratannya belum cukup baik,” ujarnya kepada NBC News, Sabtu (14/3/2026).

Trump menambahkan, setiap persyaratan harus sangat kuat.

Meski enggan mengungkapkan apa saja persyaratannya, Trump mengatakan komitmen Iran untuk sepenuhnya menghentikan segala ambisi nuklirnya, akan menjadi bagian dari persyaratan gencatan senjata tersebut.

Siap Bentuk Komite Investigasi Bersama

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan, Teheran siap membentuk komite investigasi bersama negara-negara regional, untuk menentukan sifat target yang telah diserang dan hubungan serangan tersebut dengan AS.

Dalam wawancara dengan surat kabar The New Arab (Al-Araby Al-Jadeed), Araghchi menyatakan serangan Iran menargetkan pangkalan dan kepentingan AS di wilayah tersebut, sebagai balasan atas serangan terhadap Teheran yang dilancarkan dari fasilitas-fasilitas tersebut.

Kata Araghchi, Teheran memperoleh informasi yang menunjukkan AS dan Israel melancarkan serangan dari lokasi-lokasi tertentu ke arah negara-negara Arab.

“Sejauh ini kami belum menargetkan area sipil atau permukiman di negara-negara di wilayah tersebut,” tambahnya.

Araghchi mengancam akan melakukan serangan balasan terhadap perusahaan-perusahaan Amerika di wilayah tersebut jika fasilitas minyak Iran diserang.

“Jika fasilitas energi kami menjadi sasaran, kami juga akan menargetkan fasilitas perusahaan-perusahaan Amerika di wilayah tersebut,” tegasnya.

BACA JUGA: Donald Trump: Kami Telah Menang!

Araghchi mengeklaim AS mengembangkan drone yang mirip drone Shahed milik Iran, yang disebut Lucas, yang menurutnya digunakan untuk menyerang target di negara-negara Arab, dan mencatat informasi itu masih dalam proses peninjauan.

Araghchi mengatakan, komunikasi dengan negara-negara tetangga tetap berlangsung, termasuk dengan Qatar, Arab Saudi, dan Oman.

Araghchi menegaskan, kontak diplomatik belum berhenti,, seraya mencatat beberapa negara regional sedang melakukan upaya mediasi yang bertujuan untuk mengurangi ketegangan dan mengusulkan ide-ide untuk mengakhiri perang.

Iran siap mempertimbangkan usulan apa pun yang akan memastikan pengakhiran perang secara menyeluruh. (*)

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like