NarayaPost – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu muncul ke publik, setelah dirumorkan tewas akibat serangan balasan Iran.
Dalam sebuah video di akun media sosial X-nya, Netanyahu menepis rumor itu dengan memperlihatkan dirinya baik-baik saja.
Video berdurasi 1 menit tersebut menunjukkan Netanyahu sedang santai membeli kopi di sebuah kedai.
“Saya ngidam kopi,” ucap Netanyahu dalam bahasa Ibrani.
Pria berumur 76 tahun itu bahkan bertanya apakah ia perlu menunjukkan jumlah jemarinya, supaya tak disangka rekayasa kecerdasan buatan (AI).
“Apa kalian ingin menghitung jumlah jari saya?” Tanyanya, sambil tersenyum dan menunjukkan lima jari di masing-masing tangannya.
BACA JUGA: Iran Prediksi Perang Lawan AS-Israel Berakhir Sebelum 21 Maret
“Cheers!” ujar Netanyahu sembari mengangkat gelas kopinya.
Media Inggris Reuters telah melakukan verifikasi terhadap lokasi video tersebut, menggunakan arsip citra kafe yang sesuai dengan interior yang terlihat dalam rekaman.
Tanggal pengambilan video juga telah diverifikasi melalui berbagai unggahan foto dan video kunjungan Netanyahu, yang dibagikan oleh pihak pengelola kafe pada hari yang sama.
Sepekan terakhir, lini masa media sosial ramai membicarakan rumor Netanyahu tewas terkena serangan Iran.
Foto-foto Netanyahu terluka dalam sebuah serangan, beredar luas di jagat maya.
Foto-foto tersebut diduga hasil rekayasa kecerdasan buatan.
Spekulasi kematian Netanyahu juga terus menguat setelah video pernyataan publik terbarunya, seperti hasil rekayasa AI.
Dalam video berlatar biru yang diunggah pada 13 Maret, salah satu tangan Netanyahu terlihat memiliki enam jari.
Pemerintah Israel sudah beberapa kali membantah rumor tersebut kepada media.
Namun, rumor kematian Netanyahu terus menggema di tengah perang panas Amerika Serikat-Israel vs Iran.
Netanyahu dalam video juga mengindikasikan Israel sejauh ini aman dari marabahaya.
Ia membolehkan warga keluar dari shelter untuk menikmati udara, sambil berpesan agar tak pergi terlalu jauh demi menghindari risiko.
BACA JUGA: Iran Siapkan Banyak ‘Kejutan’ untuk Amerika dan Israel
“Kami sedang melakukan hal-hal yang belum bisa saya bagikan saat ini, tapi kami menyerang Iran dengan sangat keras, dan juga Lebanon,” ucapnya.
Netanyahu memang dikenal sangat jarang memberikan wawancara kepada pers Israel, maupun mengadakan konferensi pers secara langsung sejak ketegangan meningkat.
Ia baru mengadakan konferensi pers pertamanya sejak awal perang melalui tautan video pada Kamis lalu, menggunakan format serupa yang pernah ia terapkan saat perang 12 hari Israel dengan Iran pada Juni tahun sebelumnya.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Minggu (15/3/2026), bersumpah akan memburu Benjamin Netanyahu selama ia masih hidup.
Ancaman ini sebagai balasan kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan di Teheran pada 28 Februari.
“Jika dia masih hidup, kami akan terus mengejar dan membunuhnya dengan kekuatan penuh,” tegas IRGC.
IRGC mengeklaim meluncurkan serangan rudal dan drone yang menghantam tiga pangkalan udara AS di kawasan Timur Tengah pada Minggu.
IRGC menyatakan menargetkan pusat konsentrasi pasukan AS di pangkalan udara Al-Harir di Erbil, Irak.
Pangkalan Ali Al Salem dan Arifjan milik AS juga diklaim hancur akibat hantaman rudal dan drone canggih milik Teheran.
Serangan ini disebut sebagai gelombang ke-52 dari Operasi Janji Setia 4 (Operation True Promise 4).
IRGC menegaskan aksi ini merupakan balasan atas kematian para pekerja di zona industri Iran dalam serangan sebelumnya.
Saluran TV Channel 12 Israel melaporkan dua orang luka ringan di Holon, Israel bagian tengah, akibat serangan rudal balistik terbaru Iran.
Menanggapi rumor yang beredar di media sosial mengenai dugaan pembunuhan Benjamin Netanyahu dalam serangan balasan Iran, kantor Perdana Menteri Israel menegaskan kabar tersebut adalah berita bohong, dan memastikan sang Perdana Menteri dalam kondisi baik-baik saja. (*)