20 Kota Terpanas di Indonesia, Jakarta Capai 35°C

750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis daftar 20 kota terpanas di Indonesia berdasarkan pengamatan suhu maksimum harian di berbagai stasiun meteorologi balai besar BMKG, dan pangkalan TNI Angkatan Udara. Dalam data terbaru tersebut pada periode 14-15 Maret 2026, Jakarta menempati posisi pertama dengan suhu mencapai sekitar 35 derajat Celsius, menandakan kondisi cuaca panas yang cukup ekstrem di ibu kota.

Cuaca panas yang melanda sejumlah wilayah Indonesia belakangan ini menjadi perhatian masyarakat. Peningkatan suhu tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor meteorologis, termasuk peralihan musim serta meningkatnya intensitas radiasi matahari di beberapa wilayah.

Menurut data pengamatan BMKG, suhu maksimum harian di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir memang berada pada kisaran 27 hingga 35 derajat Celsius di sejumlah wilayah.

BACA JUGA : MK Perintahkan Ubah UU Pensiun Eks Pejabat Negara

Daftar 20 Kota Terpanas di Indonesia

BMKG mencatat sejumlah wilayah di Indonesia yang mengalami suhu maksimum cukup tinggi dalam periode 14-15 Maret. Berikut beberapa kota yang masuk dalam daftar kota dengan suhu panas tertinggi di Indonesia:

1. Halim Perdana Kusuma TNIAU, Jakarta Timur, DKI Jakarta: 35.6°C

2. Balai Besar MKG Wilayah II, Ciputat, Banten: 35.5 °C

3. Stasiun Klimatologi (Staklim) Banten, Tangerang, Banten: 35.4°C

4. Stasiun Meteorologi (Stamet) Tjilik Riwut, Palangkaraya, Kalimantan Tengah: 35.2 °C

5. Stamet Pangsuma, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat: 35.2°C

6. Stamet Iskandar, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah: 35.2°C

7. Stamet Nangapinoh, Melawi, Kalimantan Barat: 34.8°C

8. Stamet H. Asan, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah: 34.6°C

9. Stamet Tanah Merah, Boven Digoel, Papua: 34,6 °C

10. Stasiun Geofisika (Stageof) Deli Serdang, Deli Serdang, Sumatera Utara: 34.5°C

11. Stamet Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat: 34.5°C

12. Stamet Maritim Serang, Serang, Banten: 34.4°C

13. Stamet Tebelian, Sintang, Kalimantan Barat: 34.4°C

14. Haluoleo TNIAU, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara: 34.2°C

15. Stamet Kalimarau, Berau, Kalimantan Timur: 34.1°C

16. Stamet Budiarto, Curug, Banten: 34.1°C

17. Stamet Andi Jemma, Luwu Utara, Sulawesi Selatan: 34.1°C

18. Stamet Maritim Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur: 34.0°C

19. Stamet Maritim Panjang, Bandar Lampung, Lampung: 34.0°C

20. Stamet Beringin, Barito Utara, Kalimantan Tengah: 33.9°C

BACA JUGA : Kritiklah Daku Kau Aku Teror

Alasan Suhu Panas Beberapa Hari Belakangan

Ada alasan mengapa cuaca di berbagai daerah termasuk kota terpanas pun Jakarta terasa lebih panas dari biasanya. Masyarakat mulai merasakan panas terik menusuk pada pagi hari, tetapi pada sore atau malam hari hujan kembali datang.

Kondisi ini kerap menimbulkan rasa lembap tidak nyaman. Plh Direktur Meteorologi Publik BMKG, Ida Pramuwardani beri jawaban terkait fenomena ini.

Ia menjelaskan saat ini, sinar matahari kuat menyorot Bumi tanpa adanya tatapan awan pada siang hari. Peralihan musim dari hujan ke kemarau juga menjadi faktor tambahan mengapa cuaca pagi-siang terasa lebih terik.

“Serta karakteristik masa peralihan musim, di mana cuaca pada pagi hingga siang hari cenderung lebih terik, namun pada sore atau malam hari masih berpotensi terjadi hujan lokal,” katanya.

Ida menyatakan awal musim kemarau di berbagai wilayah Indonesia berpotensi datang lebih awal, tepatnya pada April mendatang. Sebelumnya, BMKG memperkirakan sebanyak 16,3% daerah akan memasuki musim kemarau mulai April 2026. Berikut daftar daerahnya:

  • Jawa Barat bagian utara
  • Pesisir utara dan selatan Jawa Tengah
  • Sebagian besar Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)
  • Sebagian kecil Sulawesi Selatan
  • Sebagian Bali
  • Nusa Tenggara Barat
  • Nusa Tenggara Timur.

Cuaca panas yang ekstrem dapat menimbulkan berbagai dampak bagi kesehatan dan aktivitas masyarakat. Suhu tinggi berpotensi menyebabkan dehidrasi, kelelahan akibat panas (heat exhaustion), hingga risiko heatstroke jika tubuh terpapar panas dalam waktu lama.

Selain itu, cuaca panas juga dapat memengaruhi sektor lain seperti pertanian, ketersediaan air, serta konsumsi listrik akibat meningkatnya penggunaan pendingin ruangan.

BMKG mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan pada jam-jam puncak panas, biasanya antara pukul 11.00 hingga 15.00 siang.

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like