NarayaPost – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendoakan warga Jakarta yang hingga kini belum memiliki pasangan hidup agar segera dipertemukan dengan jodoh. Doa tersebut disampaikan Pramono saat menghadiri acara buka puasa bersama tokoh masyarakat dan warga di Gelanggang Olahraga Cengkareng, Senin (16/3).
Acara yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban itu dihadiri ratusan warga dari berbagai kalangan. Dalam sambutannya, Pramono menyampaikan sejumlah pesan kebersamaan sekaligus menyelipkan candaan yang mengundang tawa para hadirin.
Di tengah sambutannya, ia menyampaikan doa bagi warga yang masih lajang agar segera mendapatkan pasangan hidup. Sementara bagi warga yang sudah menikah, ia berharap tetap menjaga komitmen dalam rumah tangga.
BACA JUGA: 20 Kota Terpanas di Indonesia, Jakarta Capai 35°C
“Saya mendoakan yang belum punya jodoh mudah-mudahan segera mendapat jodoh. Yang sudah punya jodoh jangan punya jodoh lagi. Cukup,” ujar Pramono, disambut gelak tawa dari warga yang hadir.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu momen yang mencairkan suasana dalam acara buka puasa bersama tersebut. Pramono kemudian menegaskan bahwa dirinya juga berpegang pada prinsip memiliki satu pasangan dalam kehidupan rumah tangga.
Ia lalu melontarkan candaan kepada sejumlah pejabat yang hadir dalam kegiatan tersebut. Pramono menyebut dirinya bersama beberapa koleganya sepakat bahwa satu pasangan sudah lebih dari cukup.
“Kalau saya sama Pak Erwin, Pak Inggard pasti satu cukup. Pak Erwin mau nambah satu nggak Pak Erwin? Nggak mau, satu cukup ya,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu turut hadir sejumlah tokoh dan pejabat, di antaranya Erwin Aksa yang merupakan anggota Komisi V DPR RI serta Inggard Joshua selaku Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta.
Pramono juga sempat menyinggung aturan yang berlaku bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah mengedepankan prinsip keluarga yang harmonis dan sederhana.
Dengan nada bercanda namun tetap tegas, ia menyampaikan bahwa ASN di lingkungan Pemprov DKI diharapkan menjaga komitmen dalam kehidupan rumah tangga.
“Karena kita menganut satu cukup lah. Termasuk di DKI Jakarta kalau ada ASN yang berani lebih dari satu, saya coret,” ucap Pramono.
Ucapan tersebut kembali memancing reaksi dari para hadirin yang hadir di lokasi acara. Menurut Pramono, respons paling antusias justru datang dari para ibu yang mengikuti kegiatan tersebut.
Ia pun menyoroti ekspresi para peserta yang hadir. Menurutnya, para ibu tampak paling setuju dengan pernyataan yang ia sampaikan, sementara para bapak cenderung memilih diam.
“Kayaknya ibu-ibu yang paling setuju itu, bapak-bapaknya diam saja,” kata Pramono disambut tawa para peserta.
Selain diisi dengan sambutan dan candaan ringan, acara buka puasa bersama tersebut juga diwarnai kegiatan sosial. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan santunan kepada sekitar 200 anak yatim piatu dan dhuafa yang turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Secara keseluruhan, kegiatan buka puasa bersama ini diikuti sekitar 1.500 warga dari berbagai wilayah di Jakarta Barat. Kehadiran warga dalam jumlah besar menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap kegiatan yang mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat.
BACA JUGA: MK Perintahkan Ubah UU Pensiun Eks Pejabat Negara
Pramono berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat. Ia menilai bulan Ramadan merupakan waktu yang tepat untuk meningkatkan kepedulian terhadap sesama, terutama bagi mereka yang membutuhkan bantuan.
Selain itu, ia juga berharap kegiatan kebersamaan seperti buka puasa bersama dapat mempererat hubungan antara pemerintah dan warga Jakarta.
Di akhir sambutannya, Pramono menyampaikan doa agar Jakarta senantiasa berada dalam kondisi aman, nyaman, dan tenteram bagi seluruh warganya. Ia juga berharap semangat kebersamaan dan kepedulian sosial yang tumbuh selama Ramadan dapat terus terjaga dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.