Program MBG Dinilai Prabowo Mampu Menyelamatkan Ekonomi Rakyat Kecil

Makan Bergizi Gratis atau MBG, akan dilakukan sistem penyesuaian saat bulan Ramadan.
750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki peran strategis dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi di tingkat masyarakat bawah. Menurutnya, program tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga menjadi stimulus ekonomi yang langsung dirasakan oleh kelompok masyarakat di akar rumput.

Prabowo menilai kondisi krisis global yang saat ini melanda berbagai negara justru mendorong pemerintah Indonesia untuk bergerak lebih cepat dalam menguatkan fondasi ekonomi nasional. Salah satu langkah yang ditempuh adalah melalui penguatan investasi jangka panjang pada sektor sumber daya manusia (SDM), termasuk melalui program pemenuhan gizi masyarakat.

Program MBG Jadi Instrumen Penting Penggerak Ekonomi

Dalam keterangan pers yang disampaikan melalui Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia, Prabowo menyebut program MBG sebagai salah satu instrumen penting untuk menggerakkan perekonomian di tingkat masyarakat kecil. Program ini dirancang agar manfaatnya tidak hanya dirasakan dari sisi kesehatan, tetapi juga berdampak pada aktivitas ekonomi lokal.

BACA JUGA: Pramono Tak Segan Coret ASN Bila Lakukan Poligami

“Stimulus untuk pertumbuhan di tingkat akar rumput,” ujar Prabowo dalam keterangan pers yang dikutip pada Senin (16/3).

Menurutnya, melalui program tersebut pemerintah berupaya memberdayakan masyarakat kecil, meningkatkan daya beli, serta memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara lebih merata oleh berbagai lapisan masyarakat. Dengan adanya alokasi anggaran yang besar untuk program ini, pemerintah berharap terjadi perputaran ekonomi yang lebih kuat di daerah.

Targetkan Jangkau 80 Juta Penerima Manfaat dari Program MBG

Prabowo menjelaskan bahwa pemerintah menargetkan program Makan Bergizi Gratis dapat menjangkau hingga 80 juta penerima manfaat pada tahun 2026. Target tersebut mencakup berbagai kelompok masyarakat yang dinilai membutuhkan perhatian khusus dalam pemenuhan gizi, seperti anak sekolah, balita, ibu hamil, serta ibu menyusui.

Menurutnya, cakupan program yang luas ini diharapkan dapat memberikan dampak ganda. Selain meningkatkan kualitas kesehatan dan gizi masyarakat, program tersebut juga berpotensi mendorong peningkatan aktivitas ekonomi di sektor pangan, distribusi, hingga usaha kecil yang terlibat dalam rantai pasok penyediaan makanan.

“Program ini dirancang untuk memberi makan lebih dari 80 juta orang hampir setiap hari, dan program ini menyumbang sekitar 11 persen dari anggaran pemerintah pusat tahun ini,” jelas Prabowo.

Bagian dari Strategi Jangka Panjang Bangun SDM Lebih Produktif

Ia menambahkan bahwa kebijakan tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang lebih sehat dan produktif. Dengan kualitas gizi yang lebih baik, generasi muda Indonesia diharapkan memiliki kemampuan yang lebih kuat untuk bersaing di masa depan.

Selain menyoroti program MBG, Prabowo juga menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memprioritaskan berbagai program strategis lainnya yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Salah satunya adalah penyediaan rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Program tersebut dinilai penting untuk membantu masyarakat mendapatkan akses terhadap hunian yang layak sekaligus mendorong pertumbuhan sektor konstruksi dan industri terkait. Di sisi lain, pemerintah juga berupaya memperkuat perekonomian desa melalui pengembangan koperasi desa.

Koperasi Desa Akan Segera Dilakukan Penguatan

Menurut Prabowo, penguatan koperasi desa dapat menjadi salah satu instrumen penting dalam meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat di daerah. Melalui koperasi, masyarakat desa diharapkan dapat lebih mudah mengakses pembiayaan, memperluas jaringan usaha, serta meningkatkan nilai tambah produk lokal.

BACA JUGA: 20 Kota Terpanas di Indonesia, Jakarta Capai 35°C

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, pemerintah juga berupaya memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Prabowo menilai UMKM merupakan tulang punggung perekonomian nasional yang memiliki kontribusi besar terhadap penciptaan lapangan kerja.

Oleh karena itu, pemerintah akan terus mendorong ekspansi ekonomi melalui pemberdayaan UMKM, termasuk dengan memberikan dukungan pembiayaan, pelatihan, serta perluasan akses pasar.

Dengan berbagai program tersebut, Prabowo berharap ketahanan ekonomi Indonesia dapat semakin kuat menghadapi dinamika global. Ia menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan harus disertai dengan pemerataan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama kelompok ekonomi kecil di tingkat akar rumput.

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like