NarayaPost — Kota Sana’a di Yaman dikenal sebagai salah satu pusat penting dalam perkembangan arsitektur Islam awal dunia. Kota tua ini tidak hanya memiliki nilai sejarah tinggi, tetapi juga menyimpan warisan arsitektur yang unik dan masih bertahan hingga saat ini.
Sebagai salah satu kota tertua yang terus dihuni di dunia, Sana’a telah menjadi saksi perkembangan peradaban selama lebih dari 2.500 tahun. Kota ini juga diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO sejak 1986, berkat kekayaan arsitektur tradisional dan nilai historisnya yang luar biasa.
BACA JUGA : Perang Koalisi Amis Vs Iran Berlanjut Beberapa Pekan Lagi
Kota Sana’a memiliki peran penting dalam sejarah Islam, terutama pada abad ke-7 hingga ke-8. Pada masa tersebut, kota ini berkembang menjadi pusat penyebaran Islam di kawasan Arab Selatan.
Keberadaan ratusan masjid menjadi bukti kuat posisi Sanaa sebagai kota religius yang strategis. Bahkan, tercatat lebih dari 100 masjid telah berdiri di kota ini sejak masa awal Islam, termasuk Masjid Agung Sanaa yang dikenal sebagai salah satu masjid tertua di dunia.
Masjid Agung Sana’a atau Al-Jami al-Kabir memiliki nilai arsitektur tinggi dengan ornamen khas Islam, seperti pola geometris, ukiran artistik, serta struktur bangunan yang mencerminkan teknik konstruksi awal peradaban Islam.
Ciri khas utama kota tua Sanaa terletak pada desain bangunannya yang unik. Rumah-rumah tradisional di kota ini dibangun menggunakan campuran tanah liat, batu, dan bahan alami lainnya.
Teknik konstruksi tradisional seperti metode “pisé” menghasilkan dinding kokoh dengan warna cokelat keabu-abuan yang khas. Bangunan-bangunan tersebut umumnya memiliki tiga hingga empat lantai dengan jendela besar berornamen putih yang indah.
Menariknya, banyak rumah di Sanaa memiliki bentuk menyerupai “pencakar langit kuno” dengan struktur vertikal yang menjulang tinggi. Fenomena ini menjadikan lanskap kota terlihat unik dan berbeda dari kota-kota Islam lainnya.
Selain itu, ornamen geometris dan motif dekoratif pada bangunan mencerminkan filosofi estetika Islam yang menekankan keseimbangan dan keindahan.
Sanaa juga dikenal sebagai kota bertembok kuno yang memiliki gerbang-gerbang bersejarah seperti Bab al-Yaman. Tembok kota yang mengelilingi kawasan tua memiliki tinggi antara 9 hingga 14 meter dan menjadi simbol pertahanan sekaligus identitas kota sejak masa lampau.
Selain berfungsi sebagai pusat keagamaan, Sanaa juga pernah menjadi pusat perdagangan penting di kawasan Arab Selatan. Letaknya yang strategis di jalur perdagangan kuno menjadikan kota ini sebagai tempat pertemuan berbagai budaya dan pengaruh arsitektur.
Kota tua Sanaa memiliki lebih dari 6.000 rumah tradisional dan ratusan bangunan bersejarah yang sebagian besar dibangun sebelum abad ke-11.
Selain rumah tinggal, kota ini juga memiliki berbagai fasilitas publik seperti hammam (pemandian umum), pasar tradisional, serta bangunan keagamaan yang masih digunakan hingga kini.
Keberadaan ribuan bangunan ini menjadikan Sanaa sebagai salah satu kawasan urban bersejarah paling lengkap di dunia Islam.
Meskipun memiliki nilai sejarah yang tinggi, keberadaan kota tua Sanaa saat ini menghadapi berbagai ancaman, mulai dari faktor alam hingga konflik yang terjadi di Yaman.
Bangunan tradisional yang menggunakan bahan alami rentan terhadap kerusakan jika tidak dirawat dengan baik. Selain itu, konflik berkepanjangan di kawasan tersebut juga menjadi tantangan besar dalam upaya pelestarian warisan budaya.
Pemerintah Yaman bersama organisasi internasional telah melakukan berbagai upaya konservasi untuk menjaga keutuhan arsitektur kota tua Sana’a agar tetap lestari.
BACA JUGA : Selat Hormuz Terbuka untuk Semua Negara, Kecuali Musuh Iran
Kota Sana’a bukan hanya sekadar kota tua, tetapi juga simbol perkembangan peradaban Islam awal yang masih dapat disaksikan hingga sekarang.
Arsitektur khasnya mencerminkan perpaduan antara nilai religius, budaya lokal, dan teknik konstruksi tradisional yang berkembang selama berabad-abad.
Dengan keunikan dan nilai sejarahnya, Sana’a menjadi salah satu referensi penting dalam studi arsitektur Islam serta warisan budaya dunia.
Ke depan, pelestarian kota ini menjadi tanggung jawab bersama agar generasi mendatang tetap dapat mengenal dan mempelajari salah satu pusat arsitektur Islam awal yang paling berpengaruh dalam sejarah dunia.