Jakarta Kota Terpanas, Pramono Anung: Hati Tetap Dingin

750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost – Jakarta menjadi kota terpanas dengan suhu mencapai 35,6°C, pada periode 14-15 Maret 2026.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membeberkan 20 kota dengan suhu terpanas mencapai 35 derajat celcius.

Kondisi ini menjadi salah satu tanda musim kemarau tiba.

Pemantauan suhu maksimum dilakukan BMKG di berbagai stasiun meteorologi, balai besar BMKG, dan pangkalan TNI Angkatan Udara.

Dikutip dari unggahan Instagram BMKG, Senin (16/3/2026), berikut ini daftar 20 kota terpanas di Indonesia:

1. Halim Perdana Kusuma TNI AU, Jakarta Timur, DKI Jakarta: 35.6°C

BACA JUGA: 2025 Dinobatkan Jadi Tahun Terpanas Ketiga

2. Balai Besar MKG Wilayah II, Ciputat, Banten: 35.5 °C

3. Stasiun Klimatologi (Staklim) Banten, Tangerang, Banten: 35.4°C

4. Stasiun Meteorologi (Stamet) Tjilik Riwut, Palangkaraya, Kalimantan Tengah: 35.2 °C

5. Stamet Pangsuma, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat: 35.2°C

6. Stamet Iskandar, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah: 35.2°C

7. Stamet Nangapinoh, Melawi, Kalimantan Barat: 34.8°C

8. Stamet H Asan, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah: 34.6°C

9. Stamet Tanah Merah, Boven Digoel, Papua: 34,6 °C

10. Stasiun Geofisika (Stageof) Deli Serdang, Deli Serdang, Sumatera Utara: 34.5°C

11. Stamet Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat: 34.5°C

12. Stamet Maritim Serang, Serang, Banten: 34.4°C

13. Stamet Tebelian, Sintang, Kalimantan Barat: 34.4°C

14. Haluoleo TNI AU, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara: 34.2°C

15. Stamet Kalimarau, Berau, Kalimantan Timur: 34.1°C

16. Stamet Budiarto, Curug, Banten: 34.1°C

17. Stamet Andi Jemma, Luwu Utara, Sulawesi Selatan: 34.1°C

18. Stamet Maritim Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur: 34.0°C

19. Stamet Maritim Panjang, Bandar Lampung, Lampung: 34.0°C

20. Stamet Beringin, Barito Utara, Kalimantan Tengah: 33.9°C

BACA JUGA: Cuaca Jakarta Terik, Pramono Anung: Yang Penting Hatinya Enggak Panas

Cuaca di berbagai daerah termasuk Jakarta, saat ini terasa lebih panas dari biasanya.

Plh Direktur Meteorologi Publik BMKG Ida Pramuwardani menjelaskan, saat ini sinar matahari kuat menyorot Bumi tanpa adanya tutupan awan pada siang hari.

Peralihan musim dari hujan ke kemarau juga menjadi faktor tambahan mengapa cuaca pagi-siang terasa lebih terik.

“Serta karakteristik masa peralihan musim, di mana cuaca pada pagi hingga siang hari cenderung lebih terik, namun pada sore atau malam hari masih berpotensi terjadi hujan lokal,” ulasnya.

Ida menyatakan, awal musim kemarau di berbagai wilayah Indonesia berpotensi datang lebih awal, tepatnya pada April mendatang.

BMKG sebelumnya memperkirakan sebanyak 16,3% daerah akan memasuki musim kemarau mulai April 2026, yakni:

– Jawa Barat bagian utara;

– Pesisir utara dan selatan Jawa Tengah;

– Sebagian besar Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY);

– Sebagian kecil Sulawesi Selatan;

– Sebagian Bali;

– Nusa Tenggara Barat; dan

– Nusa Tenggara Timur.

Beda Suhu Panas dan Gelombang Panas

Dikutip dari laman BMKG, suhu panas merupakan kondisi di mana suhu udara meningkat akibat pemanasan matahari langsung karena berkurangnya tutupan awan, sehingga suasana akan terasa lebih gerah.

Suhu panas biasanya merupakan pertanda suatu wilayah akan memasuki musim kemarau.

Dominasi cuaca yang cerah dan tingkat perawanan yang rendah juga dapat menjadi penyebab suhu panas yang dirasakan masyarakat.

Gelombang panas (heat wave) adalah fenomena kondisi udara (suhu) panas yang berkepanjangan selama 5 hari atau lebih secara berturut-turut, di mana suhu maksimum harian lebih tinggi dari suhu maksimum rata-rata hingga 5°C (9°F) atau lebih.

Secara dinamika atmosfer, heat wave dapat terjadi karena adanya udara panas yang terperangkap di suatu wilayah, disebabkan adanya anomali dinamika atmosfer yang mengakibatkan aliran udara tidak bergerak dalam skala yang luas. Misalnya, ada sistem tekanan tinggi dalam skala yang luas dan terjadi cukup lama.

Hati Tetap Dingin

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menanggapi santai rilis BMKG ini.

“Kota boleh panas, tapi hati tetap dingin,” kata Pramono saat ditemui di kawasan Pondok Rangon, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (18/3/2026).

Pram juga menyatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta belum berencana melakukan rekayasa cuaca atau hujan buatan, meskipun suhu panas ekstrem melanda ibu kota.

“Jakarta masih belum memerlukan dibuat hujan buatan,” ujar Pramono. (*)

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like