Trump Siap Kerahkan 4.000 Pasukan Darat AS untuk Invasi Iran

750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dikabarkan sedang mengatur pengerahan pasukan darat ke Iran.

Hal itu terjadi sehari setelah Trump mengatakan kepada wartawan dalam konferensi pers, ia tidak akan menempatkan pasukan di mana pun.

“Jika saya akan melakukannya, saya tentu tidak akan memberi tahu Anda,” katanya.

CBS News melaporkan, para komandan militer senior telah mengajukan permintaan khusus, untuk menyiapkan pengerahan pasukan darat AS di Iran, saat presiden berkoordinasi dengan Israel tentang penggunaan bersama sumber daya militer AS dan Israel.

Namun, Gedung Putih menyatakan belum ada keputusan terkait kemungkinan langkah militer oleh Trump.

“Melakukan persiapan guna memberikan pilihan maksimal kepada Panglima Tertinggi adalah tugas Pentagon.”

BACA JUGA: Iran Siap Permalukan Pasukan Darat Amerika Jika Menginvasi

“Itu tidak berarti Presiden telah membuat keputusan, dan seperti yang dikatakan Presiden, dia tidak berencana mengirim pasukan darat ke mana pun saat ini,” jelas juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt.

Selain potensi penggunaan pasukan darat AS, laporan tersebut mengatakan para pejabat militer telah mengadakan pertemuan untuk menyiapkan penanganan tawanan perang, jika tentara dan personel paramiliter Iran ditahan, dan di mana para tahanan tersebut akan ditahan.

Newsmax melaporkan, sekitar 4.000 anggota militer AS ditempatkan di Iran, termasuk 2.500 Marinir.

Pasukan ditempatkan di atas tiga kapal amfibi, yang menampung jet tempur F-35, rudal, dan kendaraan amfibi yang mampu diluncurkan dari kapal untuk serangan darat.

Angka terbaru yang dirilis oleh militer AS mengungkapkan, sebanyak 13 tentara tewas dalam perang sejauh ini, dan 200 tentara terluka, tanpa pasukan di darat.

Tak Cari Konflik

Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Jumat (20/3/2026) mengatakan, negaranya tidak mencari perang dengan negara-negara Muslim.

Kantor berita resmi Iran IRNA melaporkan, Pezeshkian menyampaikan pernyataan tersebut dalam sebuah pesan untuk mengucapkan selamat Hari Raya Idulfitri dan Nowruz, awal tahun baru Iran yang jatuh pada 21 Maret.

“Kami tidak berniat memiliki perbedaan dengan negara-negara Muslim.”

“Kami tidak mencari konflik atau perang dengan negara-negara Islam.”

“Mereka adalah saudara kami,” tutur Pezeshkian, menyinggung ketegangan baru-baru ini antara Iran dan beberapa negara Arab pasca-serangan AS dan Israel.

Pezeshkian menuding AS dan Israel sebagai penyebab ketegangan yang muncul antara Iran dan negara-negara Muslim di Timur Tengah.

BACA JUGA: Iran Siapkan Banyak ‘Kejutan’ untuk Amerika dan Israel

Pezeshkian menegaskan, Iran siap menyelesaikan semua masalah dengan para tetangganya, sembari mengusulkan pembentukan struktur keamanan yang terdiri dari negara-negara Muslim di Timur Tengah, untuk memastikan perdamaian, keamanan, dan stabilitas di kawasan itu.

“Kami tidak membutuhkan kehadiran asing di kawasan ini.”

“Kami bisa membentuk sebuah majelis Islam di Timur Tengah dengan kerja sama negara-negara Muslim, dan dalam kerangka itu, mengatur hubungan keamanan, ekonomi, budaya, dan politik kami,” paparnya.

Pezeshkian menekankan, Iran tidak berniat mengembangkan senjata nuklir, dan mantan pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei telah mengeluarkan fatwa yang melarang senjata atom.

Pezeshkian menambahkan, tidak ada pejabat di Iran yang dapat bergerak menuju pengembangan senjata pemusnah massal.

Namun demikian, dia mengatakan AS berupaya menghasut dunia, Iran sedang bergerak menuju senjata nuklir.

Pada 28 Februari, Israel dan AS melancarkan serangan gabungan ke Teheran dan beberapa kota Iran lainnya, hingga menewaskan pemimpin tertinggi Iran saat itu, serta sejumlah komandan militer senior dan warga sipil.

Iran menanggapi dengan meluncurkan gelombang serangan rudal dan drone, yang menargetkan Israel serta pangkalan dan aset AS di Timur Tengah. (*)

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like