Motif Asmara Dibalik Tewasnya Cucu Mpok Nori

Mpok Nori, sosok seniman legendaris asal Betawi.
750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost – Kematian tragis Dwintha Anggary, cucu dari seniman legendaris Betawi Mpok Nori, mengungkap dugaan kuat motif asmara yang berujung pada pembunuhan. Perempuan muda tersebut ditemukan tewas di rumah kontrakannya di kawasan Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur, pada Sabtu (21/3) dini hari.

Kapolres Metro Jakarta Timur Alfian Nurrizal menyampaikan bahwa pelaku merupakan mantan suami korban berinisial FD, seorang warga negara asing asal Irak. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, pembunuhan ini diduga dipicu oleh keinginan korban untuk mengakhiri hubungan, yang tidak diterima oleh pelaku.

“Korban ingin pisah hubungannya dengan tersangka, namun tersangka tidak mau,” ujar Alfian kepada awak media, Minggu (22/3/2026).

BACA JUGA: Trump Ancam Iran Bila Tak Segera Buka Selat Hormuz!

Motif Asmara Tambah Daftar Kasus Kekerasan Relasi Personal

Peristiwa ini menambah daftar kasus kekerasan berbasis relasi personal yang berujung fatal. Sejumlah laporan media nasional menyebutkan bahwa konflik dalam hubungan pasangan, terutama yang melibatkan perpisahan, kerap menjadi pemicu tindak kekerasan, termasuk pembunuhan. Dalam banyak kasus, pelaku tidak dapat menerima keputusan sepihak dari pasangan, sehingga memilih jalan ekstrem.

Dwintha pertama kali ditemukan oleh ibunya, berinisial B, yang datang ke kontrakan korban sekitar pukul 03.00 WIB. Kedatangannya bertujuan membangunkan Dwintha untuk berangkat kerja. Namun, situasi mencurigakan muncul saat pintu rumah dalam keadaan terkunci dari dalam dan tidak ada respons dari korban.

Setelah berhasil masuk, sang ibu mendapati anaknya sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Temuan tersebut langsung dilaporkan ke pihak berwajib, yang kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi memastikan tidak ada tanda-tanda perampokan karena tidak ditemukan barang berharga yang hilang dari lokasi kejadian.

Motif Pembunuhan Persoalan Pribadi

Fakta ini semakin menguatkan dugaan bahwa motif utama pembunuhan adalah persoalan pribadi, bukan kejahatan ekonomi. Selain itu, hasil pemeriksaan awal juga menunjukkan adanya indikasi kekerasan fisik yang mengarah pada tindakan pembunuhan.

Tak berselang lama setelah kejadian, aparat kepolisian berhasil menangkap pelaku di kawasan Cikupa, Tangerang, Banten. FD kini telah diamankan dan menjalani pemeriksaan intensif di Polda Metro Jaya guna mengungkap secara rinci kronologi serta motif di balik perbuatannya.

“Sudah tertangkap tersangkanya,” ujar Alfian singkat, menegaskan bahwa proses hukum akan terus berjalan.

Jenazah Dilakukan Autopsi untuk Identifikasi

Jenazah Dwintha sempat dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk dilakukan autopsi guna memastikan penyebab kematian secara medis. Setelah proses tersebut selesai, jenazah kemudian dimakamkan di TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur, dengan suasana duka yang mendalam dari keluarga dan kerabat.

BACA JUGA: Trump Siap Kerahkan 4.000 Pasukan Darat AS untuk Invasi Iran

Kasus ini menjadi sorotan publik tidak hanya karena latar belakang korban sebagai bagian dari keluarga seniman terkenal, tetapi juga karena kembali mengingatkan akan pentingnya perlindungan terhadap korban kekerasan dalam hubungan pribadi. Sejumlah pengamat sosial menilai bahwa kasus seperti ini sering kali memiliki pola yang sama, yakni adanya relasi yang tidak sehat, kontrol berlebihan, hingga penolakan terhadap perpisahan.

Selain itu, lembaga perlindungan perempuan juga menekankan pentingnya deteksi dini terhadap tanda-tanda kekerasan dalam hubungan, termasuk ancaman, intimidasi, atau perilaku posesif yang berlebihan. Upaya pencegahan dinilai krusial agar kasus serupa tidak kembali terjadi.

Hingga kini, polisi masih mendalami keterangan pelaku serta mengumpulkan bukti tambahan untuk memperkuat proses hukum. Publik pun menunggu perkembangan lanjutan dari kasus ini, termasuk kemungkinan pasal berat yang akan dikenakan kepada pelaku atas tindakan pembunuhan tersebut.

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like