NarayaPost – Kementerian Perhubungan mencatat lonjakan signifikan pergerakan masyarakat selama periode mudik Lebaran tahun ini. Secara kumulatif, jumlah penumpang angkutan umum sejak H-8 hingga H-1 Lebaran mencapai 10.003.583 orang. Angka tersebut menunjukkan peningkatan sebesar 9,23 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di kisaran 9,15 juta penumpang.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub, Ernita Titis Dewi, menyebut lonjakan ini mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat dalam merayakan Idulfitri. Peningkatan tersebut juga menunjukkan tren pemulihan sektor transportasi yang terus berlanjut setelah beberapa tahun terakhir sempat tertekan.
Dari sisi moda transportasi, sektor perkeretaapian menjadi pilihan utama masyarakat. Jumlah penumpang kereta api tercatat mencapai 2.981.945 orang atau naik sekitar 13,22 persen dibandingkan tahun lalu. Tingginya minat terhadap kereta api dinilai karena faktor kenyamanan, ketepatan waktu, serta kemudahan akses yang semakin baik.
BACA JUGA: Motif Asmara Dibalik Tewasnya Cucu Mpok Nori
Di posisi kedua, angkutan penyeberangan mencatat 2.482.303 penumpang dengan kenaikan sebesar 14,78 persen. Lonjakan ini menunjukkan tingginya aktivitas masyarakat yang melakukan perjalanan antarpulau menggunakan kapal feri, terutama di jalur-jalur strategis.
Sementara itu, moda transportasi udara juga mengalami peningkatan meski tidak sebesar moda lainnya. Jumlah penumpang pesawat tercatat sebanyak 2.190.282 orang atau naik 3,05 persen. Di sisi lain, angkutan darat seperti bus mengangkut 1.587.060 penumpang, disusul angkutan laut sebanyak 761.993 orang.
Selain transportasi umum, pergerakan kendaraan pribadi juga terpantau sangat tinggi, khususnya menjelang puncak arus mudik. Pada H-1 Lebaran (20/3), sebanyak 117.016 kendaraan roda empat tercatat keluar dari gerbang tol Jakarta. Sementara itu, arus lalu lintas di jalur arteri menunjukkan 474.454 kendaraan meninggalkan kawasan Jabodetabek.
Kepadatan bahkan lebih tinggi tercatat di jalur arteri non-Jabodetabek dengan volume kendaraan mencapai 491.901 unit. Kondisi ini menandakan bahwa tidak hanya jalur tol, tetapi juga jalan-jalan alternatif mengalami lonjakan arus kendaraan yang signifikan.
Pelaksanaan angkutan mudik tahun ini mengacu pada Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 59 yang menjadi pedoman operasional bagi Tim Koordinasi Penyelenggaraan Angkutan Lebaran Terpadu. Regulasi ini mengatur berbagai aspek teknis, mulai dari pengendalian arus hingga pengawasan keselamatan transportasi.
Secara khusus, pada H-1 Lebaran, jumlah pengguna angkutan umum mencapai 915.635 orang. Kereta api dan pesawat terbang menjadi moda yang paling banyak digunakan pada periode tersebut. Selain jumlah penumpang yang tinggi, kinerja operasional juga dinilai cukup optimal.
Tingkat ketepatan waktu keberangkatan moda transportasi, khususnya kereta api regional, mencapai 98,90 persen. Angka ini menunjukkan bahwa layanan transportasi publik selama masa mudik berjalan relatif lancar dan sesuai jadwal.
Memasuki fase berikutnya, pemerintah mulai mengalihkan perhatian pada pengelolaan arus balik. Puncak arus balik diperkirakan akan terjadi pada H+3 atau 24 Maret. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk merencanakan perjalanan pulang dengan lebih matang.
BACA JUGA: Benjamin Netanyahu Pamer Lima Jari Usai Dirumorkan Tewas
Ernita mengingatkan agar pemudik mempertimbangkan untuk kembali lebih awal guna menghindari kepadatan di waktu puncak. Selain itu, fleksibilitas dalam memilih jadwal perjalanan juga dinilai penting untuk mengurai penumpukan kendaraan di titik-titik tertentu.
Persiapan kondisi fisik juga menjadi hal yang tidak kalah penting. Pemudik diimbau memastikan tubuh dalam kondisi prima serta membawa obat-obatan pribadi jika diperlukan. Bagi pengguna kendaraan pribadi, pemeriksaan kendaraan sebelum perjalanan jarak jauh wajib dilakukan demi menghindari risiko di jalan.
Pemerintah juga menekankan pentingnya menggunakan layanan transportasi resmi guna menjamin keselamatan perjalanan. Kepatuhan terhadap arahan petugas di lapangan dinilai menjadi faktor kunci dalam menjaga kelancaran, keamanan, dan kenyamanan selama arus mudik maupun arus balik Lebaran tahun ini.