Iran Bantah Negosiasi Seperti Klaim Donald Trump

750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost – Iran membantah melakukan negosiasi dengan Amerika Serikat (AS), seperti yang  diklaim Presiden Donald Trump.

Trump mengklaim kedua negara mencapai kemajuan signifikan dalam pembicaraan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menegaskan, negaranya tidak melakukan perundingan apa pun dengan Washington selama konflik berlangsung.

“Iran tidak mengadakan negosiasi apa pun dengan Amerika Serikat dalam 24 hari terakhir perang yang dipaksakan,” kata Baghaei, seperti dilaporkan kantor berita IRNA.

Dalam beberapa hari terakhir, lanjutya, Negeri Para Mullah itu memang menerima pesan dari AS melalui negara-negara perantara yang dianggap bersahabat.

Pesan itu berisi permintaan membuka negosiasi guna mengakhiri perang.

BACA JUGA: Selat Hormuz Tutup Total Jika Pembangkit Listrik Iran Diserang

Namun, Baghaei menegaskan pihaknya merespons sesuai prinsip yang dipegang negara tersebut, termasuk memberikan peringatan keras terkait potensi serangan terhadap infrastruktur vital.

“Iran memperingatkan akan adanya konsekuensi serius jika infrastruktur penting kami diserang,” ujarnya.

Ia juga menegaskan, setiap serangan terhadap fasilitas energi Republik Islam itu akan dibalas.

“Tindakan apa pun terhadap infrastruktur energi akan direspons secara tegas, segera, dan efektif oleh angkatan bersenjata Iran,” tegas Baghaei.

Iran pun menegaskan sikapnya terkait Selat Hormuz, serta syarat penghentian perang tidak berubah.

Trump sebelumnya mengklaim pembicaraan antara kedua negara menunjukkan perkembangan positif.

“Kami telah mencapai poin-poin kesepakatan penting,” ucap Trump kepada wartawan di West Palm Beach, Florida, Senin (23/3/2026) waktu setempat.

Meski demikian, Trump tidak merinci hasil pembicaraan tersebut.

“Kita lihat saja ke mana arah selanjutnya,” imbuhnya.

Tunda Serangan

Donald Trump menunda serangan terhadap Iran selama lima hari.

Dalam pernyataannya di Truth Social pada Senin (23/3/2026), Trump mengatakan AS dan musuhnya itu telah melakukan pembicaraan yang sangat baik dan produktif selama dua hari terakhir, mengenai penyelesaian masalah di Timur Tengah.

Berdasarkan hasil pembicaraan tersebut, ia memutuskan menghentikan sementara semua serangan militer terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi lawannya itu selama lima hari.

“Dengan senang hati saya melaporkan Amerika Serikat dan Iran telah melakukan pembicaraan yang sangat baik dan produktif selama dua hari terakhir, mengenai penyelesaian lengkap dan total permusuhan kami di Timur Tengah.”

“Berdasarkan isi dan nada pembicaraan yang mendalam, rinci, dan konstruktif ini, yang akan berlanjut sepanjang pekan, saya telah menginstruksikan Departemen Perang untuk menunda semua serangan militer terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran selama lima hari, dengan syarat keberhasilan pertemuan dan diskusi yang sedang berlangsung,” tulisnya.

Ini merupakan pernyataan perdana Trump mengenai penghentian perang, sejak konflik pecah pada 28 Februari lalu.

BACA JUGA: Trump Siap Kerahkan 4.000 Pasukan Darat AS untuk Invasi Iran

Perang ini telah meluas dan menyeret negara-negara Arab, hingga mengakibatkan krisis energi parah di seluruh dunia.

Harga minyak dunia beberapa kali tembus US$100 per barel, lantaran kapal-kapal tanker minyak tersendat di Selat Hormuz, serta serangan udara menghantam fasilitas energi di kawasan.

Kondisi ini semakin memburuk setelah Trump mengultimatum negara di Timur Tengah itu untuk membuka Selat Hormuz dalam 48 jam, jika tak ingin pembangkit listriknya diserang.

Media semi-pemerintah Tasnim dan Fars membantah ada kontak antara AS dan Iran dalam perang ini.

Kedutaan Besar Iran di Afghanistan juga mencibir Trump ketakutan karena peringatan negaranya.

Iran sebelumnya bersumpah akan menyerang semua infrastruktur energi AS di Timur Tengah jika pembangkit listrik Teheran diserang.

Sejauh ini belum ada pernyataan langsung dari pejabat Iran soal pengumuman Trump. (*)

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like