Kuota Pendakian Rinjani Langsung Habis Diserbu Pendaki

750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost — Antusiasme masyarakat terhadap aktivitas pendakian kembali terlihat tinggi setelah pembukaan jalur Gunung Rinjani dijadwalkan pada 1 April 2026. Bahkan, kuota pendakian Rinjani habis hanya dalam waktu singkat setelah dibuka melalui sistem pemesanan daring.

Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) mencatat bahwa seluruh kuota pendakian untuk periode awal pembukaan, yakni 1 hingga 4 April 2026, ludes terjual. Seluruh slot yang tersedia di aplikasi E-Rinjani bahkan langsung berstatus quota exceeded atau melebihi kuota.

Fenomena ini menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk kembali beraktivitas di alam terbuka, khususnya setelah periode libur panjang dan penutupan sementara kawasan pendakian.

BACA JUGA : Rayuan Maut Netanyahu Bikin Trump Serang Iran

Kuota Pendakian Habis

Kepala Balai TNGR Budhy Kurniawan menyampaikan bahwa lonjakan pemesanan terjadi secara merata di setiap hari pembukaan.

Ia mengatakan bahwa untuk hari pertama saja, jumlah kuota langsung penuh.

“Untuk tanggal 1 April saja, kuota sudah terisi penuh sebanyak 219 orang,” ujar Kurniawan.

Data menunjukkan bahwa tren serupa juga terjadi pada hari-hari berikutnya:

  • 2 April: 222 pendaki
  • 3 April: 222 pendaki
  • 4 April: 207 pendaki

Mayoritas pendaki didominasi oleh wisatawan domestik, meskipun terdapat juga wisatawan mancanegara yang turut mengisi kuota pendakian.

Budhy menegaskan bahwa tingginya minat ini menunjukkan daya tarik Gunung Rinjani sebagai salah satu destinasi pendakian unggulan di Indonesia.

Jalur Sembalun Masih Favorit

Dari sejumlah jalur pendakian yang tersedia, jalur Sembalun masih menjadi yang paling diminati oleh para pendaki.

Selain Sembalun, terdapat lima jalur lain yang dibuka dan diperbaiki oleh pihak TNGR, yaitu:

  • Torean
  • Senaru
  • Timbanuh
  • Tete Batu
  • Aik Berik

Setiap jalur memiliki karakteristik tersendiri, baik dari segi tingkat kesulitan maupun panorama alam yang ditawarkan.

Menyambut pembukaan kembali pendakian, Balai TNGR melakukan percepatan perbaikan jalur sejak 25 Maret 2026.

Ketua Kelompok Kerja World Class Mountaineering TNGR, Budi Soesmardi, menjelaskan bahwa perbaikan dilakukan saat jalur masih ditutup untuk umum.

“Sekarang kan pendakian masih close. Jadi kita perbaiki 6 jalur mulai hari ini.” kata Budi.

Perbaikan meliputi:

  • Pembersihan jalur dari tumbuhan liar
  • Perbaikan tapak pendakian
  • Pemeriksaan kondisi jalur secara menyeluruh

Langkah ini dilakukan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pendaki saat jalur kembali dibuka.

Penerapan sistem pemesanan berbasis aplikasi E-Rinjani menjadi salah satu upaya pemerintah dalam mengatur jumlah pendaki.

Sistem ini bertujuan untuk:

  • Menghindari over kapasitas
  • Menjaga kelestarian lingkungan
  • Meningkatkan keselamatan pendaki

Dengan sistem ini, jumlah pendaki yang masuk ke kawasan Rinjani dapat dikontrol secara ketat.

Imbauan untuk Calon Pendaki

Bagi masyarakat yang belum mendapatkan kuota, TNGR mengimbau agar melakukan perencanaan ulang jadwal pendakian.

Beberapa hal yang disarankan antara lain:

  • Memesan tiket lebih awal untuk periode berikutnya
  • Memantau ketersediaan kuota secara berkala
  • Mengikuti prosedur resmi pendakian

Selain itu, pendaki juga diminta untuk mematuhi seluruh aturan yang berlaku, termasuk menjaga kebersihan dan kelestarian alam.

Daya Tarik Rinjani Tetap Tinggi

Gunung Rinjani yang berada di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, dikenal sebagai salah satu gunung terindah di Indonesia.

Daya tarik utama Rinjani antara lain:

  • Danau Segara Anak
  • Panorama puncak yang spektakuler
  • Jalur pendakian yang menantang
  • Keanekaragaman hayati

Kombinasi faktor tersebut menjadikan Rinjani sebagai destinasi favorit bagi pendaki lokal maupun mancanegara.

BACA JUGA : Pemerintah Pertimbangkan Pemangkasan MBG Jadi 5 Hari, Berpotensi Hemat Rp 40 Triliun per Tahun

Tingginya minat terhadap pendakian Rinjani juga mencerminkan tren kebangkitan wisata alam di Indonesia.

Setelah berbagai pembatasan sebelumnya, masyarakat kini kembali aktif melakukan kegiatan luar ruang seperti hiking dan trekking.

Namun, peningkatan aktivitas ini juga harus diimbangi dengan pengelolaan yang baik agar tidak merusak ekosistem.

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like