NarayaPost – Gerd Sering Kambuh, ini pola makan sehat yang tepat saat diet. Masalah asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD) masih menjadi keluhan yang cukup banyak dialami masyarakat. Kondisi ini ditandai dengan naiknya asam lambung ke kerongkongan yang menimbulkan rasa perih, panas di dada (heartburn), hingga mual. Salah satu faktor utama yang memicu kambuhnya GERD adalah pola makan yang tidak tepat.
Berdasarkan ulasan kesehatan dan referensi yang juga disampaikan dalam artikel detikFood, pola makan memegang peranan penting dalam mengendalikan gejala GERD. Jika tidak diatur dengan baik, gejala dapat muncul berulang bahkan berpotensi menimbulkan komplikasi serius pada saluran pencernaan.
Buah merupakan bagian penting dari pola makan sehat, termasuk bagi penderita GERD. Namun, tidak semua buah cocok dikonsumsi.
Buah sitrus seperti jeruk dan lemon sebaiknya dihindari karena dapat meningkatkan produksi asam lambung dan memicu iritasi pada kerongkongan. Sebagai gantinya, pilih buah non-asam seperti pisang, apel, pir, dan melon.
Jenis buah ini lebih ramah untuk lambung karena tidak merangsang produksi asam secara berlebihan. Selain itu, kandungan seratnya juga membantu proses pencernaan menjadi lebih lancar.
Sayuran punya kandungan rendah lemak dan kaya serat, sehingga dianjurkan untuk penderita GERD. Konsumsi sayuran seperti brokoli, bayam, wortel, dan kembang kol dapat membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan.
Namun, yang perlu diperhatikan adalah cara pengolahannya. Sayuran yang dimasak dengan banyak minyak, santan, atau saus tinggi lemak justru bisa memicu refluks.
Tambahan bahan seperti tomat dan bawang yang bagi sebagian orang bisa memperparah gejala. Cara terbaik adalah mengolah sayuran dengan metode sederhana seperti dikukus, direbus, atau ditumis ringan dengan sedikit minyak sehat.
Protein tetap dibutuhkan tubuh, tetapi pemilihannya harus lebih selektif bagi penderita GERD. Makanan tinggi lemak seperti daging berlemak atau gorengan bisa memperlambat pengosongan lambung dan meningkatkan risiko asam naik.
Pilihan terbaik adalah protein rendah lemak seperti ayam tanpa kulit, ikan, daging tanpa lemak, serta putih telur. Kandungan proteinnya tinggi, tetapi tidak membebani kerja lambung.
Teknik memasak makanannya juga berpengaruh besar. Hindari menggoreng dan pilih metode seperti memanggang, merebus, atau mengukus.
Karbohidrat sering dianggap sebagai pemicu masalah pencernaan. Sebenarnya jenis karbohidrat yang tepat justru bermanfaat.
Karbohidrat kompleks seperti oatmeal, roti gandum dan nasi dapat membantu menyerap asam lambung. Sehingga sistem pencernaan akan lebih stabil.
Kandungan serat dalam karbohidrat kompleks juga berperan penting dalam memperlancar pencernaan. Selain itu, karbohidrat jenis ini memberikan rasa kenyang lebih lama tanpa membuat lambung bekerja terlalu berat.
BACA JUGA : Radiasi HP Berbahaya atau Tidak? Ini Fakta Medis
Lemak memang sering dianggap musuh bagi penderita GERD, tetapi sebenarnya tubuh tetap membutuhkannya. Hanya saja perlu diperhatikan jenis lemak yang dikonsumsi.
Lemak jenuh dan lemak trans, seperti yang terdapat pada makanan olahan dan gorengan, sebaiknya dibatasi. Sebagai gantinya, pilih lemak sehat dari sumber alami seperti alpukat, kacang-kacangan, minyak zaitun, dan ikan berlemak seperti salmon.
Lemak tak jenuh ini lebih mudah dicerna dan tidak memicu peningkatan asam lambung secara signifikan. Tetapi mengonsumsi lemak dalam jumlah berlebihan tetap bisa memperlambat proses pencernaan dan meningkatkan risiko refluks.