Pakar Beberkan Khasiat Makanan Fermentasi bagi Kesehatan

Makanan Fermentasi. Dok. CNN Indonesia.

NarayaPost – Hampir setiap negara di dunia memiliki makanan fermentasi khas yang menjadi bagian dari identitas kulinernya. Di Korea Selatan, misalnya, terdapat kimchi yang terkenal dengan rasa segar dan pedas. Jepang memiliki natto dengan aroma khas yang kuat, sementara Indonesia juga kaya akan produk fermentasi, salah satunya yang paling populer adalah tempe. Keberagaman ini menunjukkan bahwa fermentasi bukan sekadar teknik pengolahan makanan, tetapi juga bagian dari tradisi yang telah diwariskan turun-temurun.

Selama ini, makanan fermentasi sering dikenal luas karena manfaatnya bagi kesehatan. Namun, sebenarnya keunggulan makanan jenis ini tidak berhenti di situ. Proses fermentasi sendiri memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pangan secara keseluruhan. Fermentasi merupakan proses alami di mana mikroorganisme seperti bakteri, ragi, atau kapang mengubah karbohidrat menjadi senyawa lain seperti alkohol, asam organik, dan gas.

Dalam konteks pangan, proses ini tidak hanya berfungsi untuk memperpanjang masa simpan makanan, tetapi juga mengubah karakteristiknya secara signifikan. Rasa, aroma, hingga tekstur makanan menjadi lebih kompleks dan khas. Inilah yang membuat makanan fermentasi memiliki cita rasa unik yang sulit ditemukan pada bahan pangan yang tidak melalui proses serupa.

BACA JUGA: Rusia Yakin Niat Trump Tinggalkan NATO Cuma Gertakan

Makanan Fermentasi Tempe Jadi Contoh Nyata Kekayaan Hayati

Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam IPB University, Antonius Suwanto, menjelaskan bahwa tempe merupakan contoh nyata kekayaan hayati dan budaya Indonesia yang sarat manfaat. Ia menuturkan bahwa proses fermentasi pada tempe melibatkan berbagai mikroorganisme, tidak hanya satu jenis saja. “Tempe itu malah lebih ramai, bukan cuma bakteri. Di situ ada kapang dari Rhizopus yang membuat butiran kedelai bisa menyatu. Ada pula banyak ragam bakteri yang berperan sehingga tempe punya aroma, rasa, dan komposisi kimia yang berbeda dari kedelainya,” ujarnya.

Keberadaan mikroorganisme inilah yang menjadi kunci utama manfaat makanan fermentasi. Saat dikonsumsi, mikroorganisme tersebut dapat memberikan dampak positif bagi tubuh, terutama dalam melatih sistem kekebalan. Paparan terhadap antigen dari mikroorganisme membantu tubuh mengenali potensi ancaman, sehingga sistem imun dapat membentuk respons yang lebih efektif.

Antonius menambahkan bahwa sel darah putih sebagai garda terdepan pertahanan tubuh perlu terus dirangsang agar tetap aktif. Salah satu cara alami untuk melakukannya adalah dengan mengonsumsi makanan yang mengandung bakteri baik, seperti produk fermentasi. Dengan demikian, tubuh tidak hanya mendapatkan nutrisi, tetapi juga “latihan” untuk memperkuat daya tahan.

Konsumsi Matang-Mentah, Tetap Berikan Manfaat bagi Tubuh

Lantas, bagaimana cara terbaik mengonsumsi makanan fermentasi? Menurut Antonius, baik dikonsumsi dalam keadaan mentah maupun setelah dimasak, keduanya tetap memberikan manfaat bagi tubuh. Dalam penelitiannya, ia dan tim pernah membandingkan efek tempe mentah dan tempe kukus terhadap pembentukan antibodi. Hasilnya menunjukkan bahwa tempe kukus memang sedikit lebih rendah dalam merangsang pembentukan antibodi dibandingkan tempe mentah, tetapi perbedaannya tidak signifikan.

BACA JUGA: MBG Cuma Diberikan Saat Sekolah, Gaji Petugas SPPG Tetap

“Keduanya masih jauh lebih baik dibanding kedelai yang belum difermentasi,” jelasnya. Artinya, proses fermentasi tetap memberikan nilai tambah yang besar dibandingkan bahan mentahnya.

Meski begitu, metode pengolahan tetap perlu diperhatikan. Pengolahan yang terlalu ekstrem, seperti dijadikan keripik, berpotensi merusak kandungan mikroorganisme yang bermanfaat. Akibatnya, kualitas nutrisi dan manfaat kesehatannya bisa menurun jika dibandingkan dengan olahan yang lebih sederhana seperti tempe goreng atau tempe bacem.

Dengan berbagai keunggulan tersebut, makanan fermentasi layak menjadi bagian dari pola makan modern yang sehat. Selain memberikan manfaat bagi tubuh, konsumsi makanan fermentasi juga menjadi cara sederhana untuk menjaga dan melestarikan kearifan lokal. Mengintegrasikan makanan tradisional seperti tempe ke dalam pola makan sehari-hari bukan hanya soal kesehatan, tetapi juga bentuk apresiasi terhadap warisan budaya yang bernilai tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like