Jelang Lebaran, Bulog Salurkan Bantuan Pangan ke 32 Juta Penerima

Beras yang baru saja dipanen.
750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost – Perum Bulog kembali menyalurkan bantuan pangan berupa beras SPHP dan minyak goreng MinyaKita ke berbagai daerah di Indonesia. Program ini dilaksanakan secara serentak dan menyasar puluhan juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sebagai bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas pangan dan daya beli masyarakat, khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026.

Untuk wilayah DKI Jakarta, penyaluran perdana dilakukan di Kampung Bidara, Cilincing, Jakarta Utara. Pada tahap awal ini, sebanyak 3.200 KPM menerima paket bantuan sembako. Pemerintah memastikan distribusi akan diperluas secara bertahap ke berbagai wilayah lain, baik di ibu kota maupun daerah lain di Indonesia.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan bahwa pihaknya mengadopsi sistem distribusi berbasis teknologi untuk mempercepat dan memastikan ketepatan sasaran bantuan. Salah satu inovasi yang digunakan adalah mekanisme penukaran berbasis barcode.

BACA JUGA: Kepala Keamanan Iran Gugur Akibat Serangan Israel

Masyarakat Penerima Cukup Membawa Undangan

Melalui sistem ini, masyarakat penerima cukup membawa undangan yang telah dibagikan sebelumnya oleh dinas terkait. Barcode pada undangan tersebut kemudian akan diverifikasi oleh petugas di lapangan, termasuk dari pihak Bulog, kelurahan, dan kecamatan.

“Nah barcode itu nanti akan diverifikasi oleh tim dari Bulog dan teman-teman dari kelurahan maupun dari kecamatan. Nanti di-scan barcode-nya, kalau memang sudah masuk di-scan oke berarti yang bersangkutan berhak menerima bantuan tersebut,” ujar Rizal saat ditemui di Marunda, Jakarta Utara, Rabu (18/3).

Penggunaan sistem barcode ini diharapkan dapat meminimalisir potensi kesalahan distribusi, seperti penerima ganda atau ketidaktepatan sasaran. Selain itu, mekanisme ini juga membuat proses penyaluran menjadi lebih cepat dan transparan.

Bulog Targetkan Percepatan Distribusi

Bulog menargetkan percepatan distribusi agar sebagian besar bantuan dapat tersalurkan sebelum Lebaran. Dalam waktu dekat, realisasi penyaluran ditargetkan sudah mencapai lebih dari separuh dari total sasaran nasional.

“Dalam satu sampai dua hari ini mudah-mudahan bisa mencapai sekitar 50 persen sampai 60 persen dari harapannya seperti itu,” ungkap Rizal.

Secara nasional, jumlah penerima bantuan pangan dalam program kali ini mencapai sekitar 32 juta KPM. Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan penyaluran sebelumnya yang hanya mencakup sekitar 18 juta KPM. Peningkatan ini menunjukkan adanya perluasan cakupan bantuan sebagai respons terhadap kebutuhan masyarakat yang semakin besar.

Kebijakan Bulog Jaga Daya Beli Masyarakat

Rizal menegaskan bahwa kebijakan ini juga merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan konsumsi menjelang Lebaran. Dengan adanya bantuan pangan, diharapkan beban pengeluaran rumah tangga dapat berkurang.

“Bantuan pangan ini sangat memberikan dukungan luar biasa, dengan memberikan bantuan lebih kurang 32 juta KPM di seluruh tanah air,” kata Rizal.

BACA JUGA: Harga BBM Naik, Masyarakat Mulai Lirik Mobil Hybrid-EV

Selain membantu masyarakat berpenghasilan rendah, program ini juga berfungsi sebagai instrumen stabilisasi harga pangan di pasar. Penyaluran beras SPHP dan MinyaKita diharapkan dapat menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga bahan pokok, sehingga inflasi tetap terkendali.

Langkah Bulog ini mendapat perhatian karena dilakukan di tengah berbagai tantangan ekonomi global yang berpotensi memengaruhi harga pangan. Dengan distribusi yang masif dan sistem yang lebih modern, pemerintah berupaya memastikan bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.

Ke depan, Bulog berkomitmen untuk terus meningkatkan efektivitas distribusi, baik dari sisi teknologi maupun koordinasi dengan pemerintah daerah. Dengan demikian, program bantuan pangan tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga bagian dari upaya jangka panjang dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan kesejahteraan masyarakat.

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like