Konflik Iran Picu Kenaikan Harga Plastik, Pengusaha Ritel Lakukan Negosiasi

NarayaPost – Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) mengungkapkan bahwa dampak kenaikan harga plastik akibat konflik di Iran mulai dirasakan oleh pelaku usaha ritel di dalam negeri. Kondisi ini mendorong para pengusaha untuk segera mengambil langkah antisipatif, salah satunya dengan melakukan negosiasi ulang harga dengan para pemasok guna menekan beban biaya operasional yang terus meningkat.

Ketua Umum Hippindo, Budiardjo Iduansjah, menjelaskan bahwa lonjakan harga plastik sudah mulai terasa sejak sekitar dua pekan terakhir. Menurutnya, para pelaku ritel saat ini telah menerima penyesuaian harga dari supplier, yang secara langsung berdampak pada biaya produksi maupun distribusi barang.

“Saat ini kami di retail sudah terima kenaikan harga dari supplier. Jadi dari 2 minggu lalu atau minggu lalu juga udah masuk. Dalam proses kami menegosiasi harga lama. Tapi kalau nggak bisa ya kami negosiasi harganya naik bertahap,” ujarnya saat ditemui di Smesco, Jakarta, Rabu (15/4).

BACA JUGA: Pimpinan Buruh Ungkap 10 Perusahaan Beri Sinyal PHK

Proses Negosiasi Akibat Konflik Iran Terus Berlangsung

Ia menambahkan bahwa proses negosiasi masih terus berlangsung. Pengusaha ritel berupaya mempertahankan harga lama agar tidak langsung membebani konsumen. Namun, apabila upaya tersebut tidak berhasil, maka opsi kenaikan harga secara bertahap menjadi langkah yang kemungkinan akan diambil.

Dari sisi sektor, kenaikan harga plastik paling terasa di subsektor makanan dan minuman. Hal ini disebabkan tingginya penggunaan material berbasis plastik dalam kemasan produk. Meski demikian, Budiardjo menegaskan bahwa dampak kenaikan tersebut tidak hanya terbatas pada satu sektor saja, melainkan merembet ke berbagai subsektor lainnya.

“Artinya memang udah kenaikan harga itu. Terutama dari pengusaha makanan dan minuman. Elektronik juga, alat listrik yang berhubungan dengan kabel-kabel itu naik semua. Alat listrik, alat elektronik yang berhubungan dengan plastik itu semua naik. Ember-ember itu naik semua,” jelasnya.

Kenaikan Berkisar 5-10 Persen

Kenaikan harga plastik dari pemasok sendiri berkisar antara 5 hingga 10 persen. Angka ini dinilai cukup signifikan, terutama bagi pelaku usaha yang sangat bergantung pada bahan baku plastik. Meski demikian, Hippindo hingga saat ini belum secara resmi mengajukan usulan insentif kepada pemerintah. Namun, diskusi internal terkait kemungkinan permintaan insentif tengah dilakukan sebagai salah satu langkah mitigasi.

“Artinya kami coba lagi rundingkan insentif apa yang coba kita mintakan lagi nantinya,” kata Budiardjo.

Di sisi lain, pemerintah juga tengah berupaya mencari solusi untuk mengatasi gangguan pasokan bahan baku plastik yang sebagian besar selama ini berasal dari kawasan Timur Tengah. Konflik di Iran dinilai telah menghambat arus impor, sehingga berdampak pada kelangkaan pasokan dan kenaikan harga di pasar domestik.

BACA JUGA: Cadangan Beras Nasional Capai Rekor Tertinggi, Sentuh 4,72 Juta Ton

Pemerintah Jajaki Alternatif Sumber Pasokan

Menteri Perdagangan, Budi Santoso, menyampaikan bahwa pemerintah kini mulai menjajaki alternatif sumber pasokan dari berbagai negara guna menjaga stabilitas kebutuhan dalam negeri. Beberapa wilayah yang menjadi target penjajakan antara lain negara-negara di Afrika, India, hingga Amerika.

“Kita sekarang mencari alternatif pengganti atau alternatif dari negara lain dan kita sudah melakukan misalnya dari negara Afrika, India, dan Amerika,” ujar Budi dalam konferensi pers di Kantor Staf Presiden (KSP), Jakarta, Rabu (1/4).

Namun demikian, ia mengakui bahwa proses peralihan sumber pasokan tersebut tidak dapat dilakukan secara cepat. Dibutuhkan waktu untuk menyesuaikan rantai distribusi, termasuk aspek logistik dan kerja sama dagang dengan negara mitra baru. Oleh karena itu, baik pemerintah maupun pelaku usaha diharapkan dapat beradaptasi dengan kondisi yang ada sambil mencari solusi jangka menengah dan panjang guna menjaga stabilitas industri ritel di tengah tekanan global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like