Ahli Ungkap Cara Memasak Ikan Teri yang Tepat

Ikan Teri.

NarayaPost – Ikan teri telah lama menjadi salah satu bahan makanan favorit masyarakat Indonesia. Selain rasanya yang gurih dan mudah dipadukan dengan berbagai menu rumahan, ikan berukuran kecil ini juga dikenal karena harganya yang relatif terjangkau serta ketersediaannya yang melimpah di pasar tradisional maupun modern. Di balik ukurannya yang mungil, berdasarkan riset para ahli pula, ikan teri ternyata menyimpan beragam kandungan nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

Menurut ahli Bioteknologi dari Universitas Airlangga (UNAIR), Heru Pramono, ikan teri mengandung berbagai jenis asam amino yang penting bagi tubuh. Ia menjelaskan bahwa terdapat sekitar 20 jenis asam amino dalam ikan teri yang berperan dalam mendukung kesehatan, terutama bagi ibu hamil. Kandungan ini dinilai penting karena dapat membantu menjaga kondisi tubuh sekaligus mendukung perkembangan janin.

“Terdapat 20 jenis asam amino yang terkandung dalam ikan teri dapat mendukung kesehatan ibu hamil. Selain itu, kandungan kalsium sangat baik untuk tumbuh kembang janin,” ujarnya.

BACA JUGA: Survei Ungkap Kekhawatiran Utama Wisatawan Saat Bepergian di 2026

Ahli Sebut Kandungan Ikan Penting Jaga Kesehatan

Tak hanya itu, ikan teri juga kaya akan kandungan omega-3 yang memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan jantung dan perkembangan otak. Berdasarkan informasi dari Siloam Hospital, ikan teri mengandung sekitar 1.000 mg omega-3, 2,5 gram lemak, 17 gram protein, serta energi sebesar 96 kilokalori. Kandungan nutrisi tersebut menjadikan ikan teri sebagai salah satu sumber pangan bergizi yang cukup lengkap.

Heru menjelaskan bahwa ikan kecil seperti teri umumnya mengonsumsi plankton atau mikroorganisme alami yang kaya akan omega-3. Kandungan ini terbukti bermanfaat untuk mendukung perkembangan fungsi otak serta membantu mencegah penyakit kardiovaskular. Selain itu, tingginya kadar kalsium dalam ikan teri juga sangat baik untuk menjaga kekuatan tulang.

Selain kaya akan lemak sehat dan kalsium, ikan teri juga memiliki kandungan protein yang tinggi. Protein berperan penting dalam pembentukan dan perbaikan jaringan tubuh. Bahkan, menurut Heru, kandungan protein dalam ikan teri juga berpotensi memiliki efek sebagai anti kanker, meskipun hal ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Ikan Teri Perlu Diperhatikan Nilai Gizi

Meski memiliki banyak manfaat, cara pengolahan ikan teri perlu diperhatikan agar nilai gizinya tetap terjaga. Heru menekankan pentingnya memastikan kebersihan dan kesegaran ikan sebelum diolah. Ikan teri yang segar cenderung memiliki jumlah bakteri yang lebih sedikit sehingga lebih aman untuk dikonsumsi.

“Ikan teri yang segar memiliki sedikit bakteri dan aman dikonsumsi. Meminimalkan proses pemasakan, seperti durasi masak singkat atau penyajian utuh, untuk mengurangi panas dan menjaga nutrisi,” jelasnya.

Untuk meningkatkan nilai kesehatan, ikan teri juga dapat dimanfaatkan sebagai alternatif pengganti garam dalam masakan. Misalnya, menambahkan ikan teri ke dalam telur goreng dapat memberikan rasa gurih alami sekaligus membantu mengurangi konsumsi garam berlebih.

Namun demikian, konsumsi ikan teri, terutama dalam bentuk kering asin, tetap perlu dibatasi. Kandungan natrium yang tinggi dalam ikan teri asin dapat meningkatkan risiko hipertensi jika dikonsumsi secara berlebihan. Oleh karena itu, penting untuk menyeimbangkan penggunaannya dalam menu harian.

BACA JUGA: Israel-Lebanon Sepakati Dialog Langsung Berkat Mediasi AS

Faktor Kebersihan Jadi Perhatian Utama

Faktor kebersihan juga menjadi perhatian penting dalam konsumsi ikan teri. Heru mengingatkan bahwa ikan yang dipasarkan dalam kondisi tidak higienis berpotensi terkontaminasi bakteri patogen seperti Escherichia coli atau salmonella yang dapat membahayakan kesehatan.

Karena itu, ahli tidak menyarankan konsumsi ikan teri dalam kondisi mentah di Indonesia. Iklim tropis yang hangat membuat risiko pertumbuhan bakteri menjadi lebih tinggi. Berbeda dengan negara seperti Jepang yang memiliki metode khusus, seperti penggunaan wasabi sebagai antiparasit, konsumsi ikan mentah di Indonesia dinilai lebih berisiko.

Pada akhirnya, kunci utama dalam mengonsumsi ikan teri adalah keseimbangan. Dengan pengolahan yang tepat dan konsumsi yang tidak berlebihan, ikan teri dapat menjadi pilihan lauk sederhana yang tidak hanya lezat, tetapi juga kaya akan manfaat bagi kesehatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like