NarayaPost – Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya membagikan momen pertemuan antara Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir dengan Presiden Prabowo Subianto. Pertemuan tersebut bertujuan untuk melaporkan rencana strategis pembangunan Akademi Olahraga Nasional sekaligus Pusat Pelatihan Tim Nasional sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem olahraga Indonesia ke depan.
Momen tersebut diunggah melalui akun Instagram resmi @sekretariat.kabinet yang dikolaborasikan dengan akun @erickthohir pada Rabu (22/4). Dalam unggahan tersebut, dijelaskan bahwa pertemuan berlangsung dalam suasana serius namun penuh optimisme terhadap masa depan olahraga nasional. Fokus utama pembahasan adalah pengembangan fasilitas terpadu yang dapat menjadi pusat pembinaan atlet secara berkelanjutan dan terstruktur.
“Hari ini kami melaporkan rencana pembangunan Akademi Olahraga Nasional & Pusat Pelatihan Tim Nasional kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto,” tulis keterangan dalam unggahan tersebut. Pernyataan itu menegaskan bahwa pemerintah tengah merancang langkah konkret untuk meningkatkan kualitas pembinaan atlet, tidak hanya pada level elite, tetapi juga sejak usia dini.
BACA JUGA: 3 Resep Nasi Goreng Sederhana, Siap dalam 20 Menit
Teddy menjelaskan bahwa kawasan yang direncanakan tersebut akan menjadi pusat pembinaan atlet yang terintegrasi. Tidak hanya menyediakan fasilitas latihan berstandar internasional, tetapi juga mendukung pengembangan karakter dan mental atlet. Menurutnya, pembinaan sejak dini sangat penting untuk mencetak generasi atlet yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga mampu menjadi representasi bangsa di tingkat global.
“Sebuah kawasan yang akan membina atlet sejak dini, agar mampu menjadi duta bangsa yang mencerminkan kedigdayaan Indonesia di kancah dunia,” lanjutnya. Pernyataan ini mencerminkan visi besar pemerintah dalam menjadikan olahraga sebagai salah satu instrumen diplomasi sekaligus kebanggaan nasional.
Dalam unggahan yang sama, Erick Thohir juga menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan atlet. Ia menyebutkan bahwa para atlet, pelatih, dan tim pendukung menyampaikan rasa terima kasih atas bonus yang diberikan atas prestasi di ajang SEA Games 2025 dan ASEAN Para Games 2026. Bonus tersebut dinilai sebagai bentuk penghargaan nyata atas kerja keras dan dedikasi para atlet dalam mengharumkan nama Indonesia.
Lebih lanjut, Erick menekankan bahwa pemberian bonus tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga disertai dengan program literasi finansial. Program ini dirancang agar para atlet mampu mengelola pendapatan mereka dengan bijak dan menjadikannya sebagai investasi jangka panjang untuk masa depan.
“Kami juga menyampaikan bahwa bonus tersebut disertai dengan program literasi finansial agar dapat dikelola dengan baik sebagai tabungan untuk masa depan. Hal ini merupakan bentuk perhatian nyata Bapak Presiden terhadap kesejahteraan atlet Indonesia,” ujar Erick.
Ia menilai langkah tersebut penting, mengingat banyak atlet yang membutuhkan pendampingan dalam mengelola keuangan setelah masa aktif mereka berakhir. Dengan adanya program ini, diharapkan para atlet dapat memiliki stabilitas ekonomi yang lebih baik di masa depan.
BACA JUGA: Puan Maharani Tegaskan Pembahasan RUU Pemilu Tidak Tertutup, Komunikasi Politik Tetap Berjalan
Selain itu, Erick juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Seskab Teddy Indra Wijaya atas dukungan yang konsisten terhadap pengembangan olahraga nasional. Ia menilai sinergi antar-lembaga menjadi faktor penting dalam mendorong kemajuan sektor olahraga.
“Terima kasih kepada Bapak Mensesneg Prasetyo Hadi dan Bapak Seskab Teddy Indra Wijaya atas dukungan yang konsisten dalam mendorong kemajuan olahraga Indonesia,” tuturnya.
Rencana pembangunan Akademi Olahraga Nasional ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam sistem pembinaan atlet di Indonesia. Dengan pendekatan yang lebih modern, terintegrasi, dan berkelanjutan, pemerintah optimistis dapat mencetak atlet-atlet unggul yang mampu bersaing di level internasional sekaligus mengangkat citra Indonesia di mata dunia.