Ahli Ungkap Takaran Gula yang Aman Dikonsumsi Setiap Hari

Takaran Gula secara standar menurut para ahli.
750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost – Minuman manis masih menjadi pilihan favorit banyak orang, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Segelas es teh manis, minuman boba, hingga kopi kekinian kerap menjadi godaan yang sulit ditolak, terutama karena kini semakin mudah ditemukan di berbagai tempat. Namun, di balik rasanya yang menyenangkan, konsumsi gula dari minuman berpemanis perlu mendapat perhatian serius. Menurut pendapat ahli, ini takaran gula standar yang bisa dikonsumsi sehari-hari.

Asupan gula yang berlebihan diketahui dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, seperti obesitas hingga diabetes. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk memahami batas aman konsumsi gula setiap hari agar tetap bisa menikmati minuman favorit tanpa mengorbankan kesehatan.

Dosen Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, Zuraidah Nasution, menjelaskan bahwa terdapat batas konsumsi gula yang dianjurkan secara umum. Ia menyebutkan bahwa asupan gula harian sebaiknya tidak melebihi 10 persen dari total kebutuhan energi.

BACA JUGA: Kasus Campak di RI Menurun Hampir 93 Persen

Batas Asupan Gula Menurut Ahli

“Batas asupan gula yang dianjurkan per hari adalah sekitar 10 persen dari kebutuhan energi harian. Jika rata-rata kebutuhan energi 2.000 kilokalori, maka sekitar 50 gram gula atau setara empat sendok makan,” katanya dalam program IPB Podcast di kanal YouTube IPB TV, seperti dikutip pada Senin (30/3).

Menurut Ahli Gizi Zuraidah, tren konsumsi minuman berpemanis atau sugar-sweetened beverages (SSB) di Indonesia terus meningkat dalam dua dekade terakhir. Bahkan, Indonesia pernah tercatat sebagai salah satu negara dengan tingkat konsumsi minuman manis yang cukup tinggi di kawasan Asia.

Yang menjadi perhatian, data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menunjukkan bahwa konsumsi gula dari minuman saja bisa mencapai sekitar 50 persen dari batas harian yang dianjurkan. Artinya, setengah dari asupan gula harian dapat berasal hanya dari minuman, belum termasuk dari makanan lain atau produk olahan yang juga mengandung gula tambahan.

“Bayangkan, 50 persen itu hanya dari minuman saja. Belum dari makanan atau produk olahan lainnya yang juga mengandung gula tambahan,” jelasnya.

Banyak Minuman Kekinian dengan Kandungan Gula Tinggi

Kondisi ini semakin diperparah dengan menjamurnya minuman kekinian yang cenderung memiliki kandungan gula tinggi. Tidak jarang, produk-produk tersebut juga tidak mencantumkan informasi kadar gula secara jelas, sehingga konsumen kesulitan mengontrol asupan mereka.

Zuraidah menambahkan bahwa kebiasaan mengonsumsi minuman manis sering kali sudah terbentuk sejak usia anak-anak dan terus terbawa hingga dewasa. Oleh karena itu, peran orang tua menjadi sangat penting dalam membentuk pola konsumsi yang lebih sehat sejak dini.

Ia menyarankan agar orang tua mulai mengontrol ketersediaan minuman manis di rumah serta membiasakan anak untuk membaca label kandungan gula pada produk kemasan. Dengan langkah sederhana ini, risiko ketergantungan terhadap minuman berpemanis dapat ditekan.

Kurangi Ketergantungan Minuman Manis

“Secara sederhana, kita bisa mengurangi kemungkinan anak menjadi ketergantungan pada minuman berpemanis. Misalnya dengan tidak menyetok minuman manis di rumah atau mengajak anak memilih minuman dengan kandungan gula yang lebih rendah,” ujarnya.

Meski demikian, bukan berarti minuman manis harus dihindari sepenuhnya. Zuraidah menekankan bahwa kunci utamanya adalah mengatur konsumsi secara bijak. Masyarakat tetap dapat menikmati minuman manis, asalkan dalam jumlah yang terbatas dan tidak berlebihan.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan dengan menerapkan pola hidup sehat, seperti mengonsumsi sayur dan buah, rutin beraktivitas fisik, serta mendapatkan istirahat yang cukup.

“Batasi jumlahnya, perhatikan total gula yang dikonsumsi dalam sehari, dan imbangi dengan pola hidup sehat seperti konsumsi sayur dan buah, aktivitas fisik, serta istirahat yang cukup,” tutupnya.

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like